Sabtu, Mei 15, 2021

Memaafkan Ratna Sarumpaet

Pertumbuhan Ekonomi VS Harmoni Ekologi Dari Film Sexy Killers

Sexy Killers adalah film dokumenter yang disutradarai oleh Dandhy Laksono, film ini diunggah di Youtube pada masa tenang pemilu 2019, dan yang akhirnya ramai...

Islam Yes, Partai Islam No!

Beberapa waktu yang lalu, diskursus tentang post-Islamisme kembali menguat setelah pasangan cawapres Prabowo, Sandiaga Uno disebut-sebut oleh pendukungnya (PKS) sebagai santri post-Islamisme. Istilah ini...

The Fallacy of Reification

Dalam suatu kesempatan saya pernah menyaksikan dialog panas antara Rocky Gerung dengan sejumlah politisi di salah satu channel televisi swasta. Tema utama dalam debat...

Warganet +62 Harus Belajar dari Insiden Chris Evans

Pertengahan September lalu, Chris Evans menghebohkan dunia maya. Bagaimana tidak, pemeran Captain America itu tidak sengaja mengunggah sekilas foto bugil. Unggahannya Instagram story-nya berupa...
Herlina Butar-Butar
Laboratorium Medis, Manajer di Alkes, Owner Laboratorium, Wartawan, NGO, Mendirikan BUMDES pertambangan (Non-Mercurial Gold Mining Project)

Hari ini, jaksa membacakan tuntutan hukuman 6 tahun atas Ratna Sarumpaet (RS), perempuan berusia 70 tahun itu atas kasus menyampaikan berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Masih segar dalam ingatan, candaan publik menetapkan sebagai 3 Oktober sebagai hari hoaks nasional. Hiruk pikuk berantai panjang, dimulai dari celoteh seorang tokoh publik.

Celoteh sambung menyambung kepada tokoh-tokoh publik lain yang ikut sibuk menyebarkan berita bahwa tanggal 21 September, terjadi pemukulan RS beberapa laki-laki tak dikenal di sebuah lokasi di Bandung. Muncul lingkaran pembentukan persepsi bahwa pemukulan dilakukan oleh “rezim” pemerintah.

Ho ho!!! Gorengan gurih, renyah dan lezat.

Membaca situasi, muncul tulisan Tompi yang dokter ahli bedah plastik. Melihat pola lebam wajah RS, Tompi justru meragukan adanya pemukulan. Tompi membeberkan analisanya sebagai dokter bedah plastik, bahwa kemungkinan besar lebam seperti orang habis oplas. Kunciran, lebam dan adanya sayatan simetris.

Barangkali ada gerombolan yang memiliki prinsip hidup, “hoaks must go on”. Analisa Tompi diabaikan, yang terjadi malah sebuah konferensi pers keprihatinan atas pemukulan yang disampaikan secara resmi oleh Prabowo.

Episode berita bohong RS berakhir tanggal 4 Oktober 2018. RS membuat pengakuan dan minta maaf kepada publik, pada hari yang sama, polisi menangkap RS saat akan berangkat ke Chile.

Oplas Pembawa Masalah

Lazimnya manusia, berusaha menutupi kekurangan fisiknya agar senantiasa terlihat lebih baik. Pada kebanyakan perempuan, kekhawatiran usia yang dibareni bertambahnya kerut-kemerut disiasati dengan obat, krim, penanaman benang hingga operasi plastik untuk menarik kulit dan menanam bantalan untuk mengisi kulit.

Demikian juga, pada kebanyakan laki-laki yang khawatir dengan kemampuan seksual, ukuran vital hingga kebotakan. Banyak laki-laki yang menutupi kebotakan dengan potongan rambut palsu.

Siasat-siasat untuk menutupi kekurangan fisik pada diri manusia, tentu ingin disembunyikan. Tidak ingin diketahui publik.

Saat Sidang, RS Berusaha Jujur

Menurut saya, sepanjang sidang berlangsung, RS berusaha membeberkan kejadian sejujur-jujurnya. RS berusaha memberikan keterangan apa adanya. Tidak mengelak, tidak menyangkal untuk membela diri dan tidak mempersulit sidang.

Walaupun RS adalah seorang aktris pemain watak, namun matanya menampilkan sorot mata lepas tanpa beban. Menurut saya, RS hanya ingin menyampaikan bahwa bila kita di posisinya, mungkin akan melakukan hal yang sama.

Benar bahwa RS berbohong soal lebam, dan RS telah jujur mengakui kebohongannya. Kebohongannya hanya untuk menutupi siasatnya. Mestinya tidak menjadi kegaduhan pada apapun.

Saya menyadari, mungkin bila kita akan melakukan oplas, kita akan diam-diam. Kita tidak ingin orang lain mengetahui, termasuk keluarga sendiri. Lalu, jika ada yang mempertanyakan lebam karena oplas, kemungkinan mengaku lebam karena jatuh, karena alergi, karena habis dipukuli atau mengarang cerita lain supaya lain sesuai dengan kondisinya.

Saya menyayangkan telah terjadinya kebohongan RS menjadi bahan untuk menimbulkan kegaduhan oleh tokoh-tokoh publik di Indonesia.

Tokoh-tokoh publik yang kelihatan pintar, tetapi tanpa niat menelusuri informasi, tanpa niat membantu masalah pemukulannya, tanpa malu melakukan celotehan tak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi.

Menggoreng informasi menjadi gorengan gurih, renyah dan lezat, lalu menyajikan kepada publik sehingga publik memiliki resiko penyakit jantung karena kebanyakan makan gorengan.

Para tokoh-tokoh publik yang terlibat dalam penyebaran kebohongan yang menimbulkan kegaduhan ini harus bertanggung jawab secara hukum.

Adil Katalino, Bacuramin Kasuraga, Basengat Kajubata…

Herlina Butar-Butar
Laboratorium Medis, Manajer di Alkes, Owner Laboratorium, Wartawan, NGO, Mendirikan BUMDES pertambangan (Non-Mercurial Gold Mining Project)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Daud Sang Raja Kontroversial

Daud Bin Isai Raja kedua sekaligus paling terkenal dari Kerajaan Israel merupakan kombinasi yang unik antara hero dan anti hero. Dia dipuja sepanjang zaman...

OSINT, Jurnalisme Investigatif, dan Demokrasi

Pada Oktober 2020 lalu, NarasiTV mengunggah video berdurasi kurang lebih 10 menit yang menggemparkan media sosial. Video itu mencoba menguraikan kejadian pembakaran Halte Sarinah...

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Perjuangan Dibalik Sosok dalam Uang Pecahan Rp.10.000

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu menggunakan uang sebagai alat transaksi ketika belanja dan membeli barang di pasar.  Memang bukanlah suatu hal yang baru lagi...

Merambah Jalan Demokrasi

Iklim budaya di Indonesia menjadi cuaca yang sangat ekstream, kita tidak pernah menyangkal bahwa kita sedang mengalami kebinggungan besar bagaimana memutar kipas demokrasi ini....

ARTIKEL TERPOPULER

Inilah Pelanggaran EPI yang Banyak Kita Jumpai di Jalan

Iklan saat ini merupakan satu hal yang tidak bisa kita hindari dalam kedihupan sehari-hari. Periklanan sendiri sudah merupakan kegiatan pokok setiap orang yang ingin...

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.