Senin, Mei 17, 2021

Kondisi Ekonomi dalam Dinamika Keadilan Sosial Di Indonesia

Salah Kaprah Memperjuangkan Identitas Agama

Di banyak tempat, agama cukup sensitif untuk dibahas. Tidak hanya antar agama, bahkan perbedaan pandangan di dalam agama itu sendiri. Banyak di antaranya mencoba...

Siapa Yang Kampungan Di Stasiun MRT?

Jakarta dan sekitarnya tentu boleh berbangga diri. Kebanggaan ini dapat diungkapkan melalui semacam alat yang sebenarnya sudah agak lama di gaungkan, namun baru terealisasi...

Air dan Kota: Jakarta (Jangan) Tenggelam

"Air adalah saudara, ada saatnya kita akan didatangi" Ciliwung Institute. Kalimat singkat sarat makna. Bagaimana tidak, quote tersebut mengandung esensi tentang hubungan berkelindan antara manusia dan...

Bagaimana Nasib Nasabah Jika Bank Bubar?

Likuidasi adalah pembubaran perusahaan sebagai badan hukum yang meliputi pembayaran kewajiban kepada para kreditor dan pembagian harta yang tersisa kepada para pemegang saham. Likuidasi...
dofanadipratama
Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya , Elektro Industri - D3K PLN - Menjadi manusia yang berguna untuk orang lain -

Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Sejarah menunjukkan bahwa dulu kekayaan Indonesia dimiliki dan dinikmati oleh penjajah, namun saat ini kekayaan Indonesia telah menjadi milik Indonesia. Namun dalam kenyataannya, kekayaan tersebut hanya dimiliki oleh beberapa orang saja yang artinya tidak seluruh kekayaan tersebut untuk seluruh lapisan masyarakat.

Bangsa Indonesia memiliki dasar negara yaitu pancasila , dimana pada ke 5 berbunyi keadilan sosial bagi seluruh Indonesia, tetapi dalam kenyataannya keadilan tersebut masih menjadi sebuah pertanyaan.

Tulisan ini akan membahas mengenai keadilan dalam bidang perekonomian yang berdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Keadilan tersebut menyangkut kondisi perekonomian saat ini dan masalah-masalah yang terkait dengan proses penurunan perekonomian Indonesia.

Perekonomian menjadi tolok ukur suatu bangsa dikatakan sejahtera ataupun tidak. Hal ini karena perekonomian sejajar dengan uang yang ada dinegara tersebut serta nilai mata uang dan pengaruhnya dalam sistem keuangan dunia.

Indonesia dalam lingkup ekonominya terlihat lemah, rasio gini Indonesia menurut Credit Suisse adalah 0.49, atau dapat diartikan 1% orang terkaya (hanya 2.5 juta orang) menguasai 49% kekayaan Indonesia (Credit Suisse Global Wealth Report, 2016).

Lingkup ekonomi ini menjadi sebuah tantangan untuk rakyat Indonesia, karena faktor ini akan  berpengaruh terhadap kebutuhan serta bersinggungan dengan kehidupan bangsa. Dimana dampak tersebut terlihat  pada standar kehidupan yang ada di Indonesia yaitu 29 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan pemerintah. Ini mencangkup 8.3% penduduk kota dan 14.2% penduduk desa (Badan Pusat Statistik (SUSENAS), 2015).

Kemisikinan akan menyebabkan banyaknya tindakan-tindakan yang menyalahi aturan dan hukum. Hal ini terkait dengan kebutuhan yang semakin meningkat dan masyarakat tidak mampu untuk menjangkaunya. Sekitar 26.9% atau 68 juta orang Indonesia hidup dari 50% di atas garis kemiskinan nasional (PPP US$ 1,30).

Terlihat bahwa besarnya data ini menjadikan angka kemisikinan terus meningkat.  Anka tersebut berkaitan dengan angka rupiah yang semakin menurun. Perlu diketahui bahwa kesadaran masyarakat dalam bidang ekonomi harus benar-benar perhatikan. Kesadaran ini jika dikaitkan dengan sejarah Indonesia yaitu mengenai bagaimana cara proses pelaksanaan demokrasi Pancasila, dan pelakasanaan sistem ekonomi yang dibangun oleh pemerintah yang sesuai dengan UUD 1945.

Kesadaran ini jika dibangun dengan baik, dipahami, dan di pelajari oleh para jajaran pemerintah serta juga dibantu oleh rakyat sebagai pemberi aspirasi atas kondisi yang ada dilapangan maka akan didapatkan keadilan sosial yang tepat, kemerataan, dan harapan masyarakat akan terpenuhi dengan baik.

Keterkaitan antara utang yang dimiliki Indonesia berdampak pada seluruh aspek kehidupan yang ada di Indonesia. Beban utang yang dimiliki oleh Indonesia akan mengurangi program-program yang akan diberikan kepada rakyat, dimana program tersebut dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Beban utang tersebut selain mengurangi program-program yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan rakyat juga akan berdampak pada mengurangnya pembangungan sumber daya manusia sebagai prioritas utama suatu negara.

Semakin masif pembangunan sumber daya manusia, maka kualitas  aspek kehidupan yang lain juga akan menyesuaikan dengan sumber daya manusia yang akan mengelolanya. Pembangunan tersebut dapat dikaitkan dengan pendidikan yang baik di lingkungan yang baik pula, serta pengelolaan sistem kesehatan dengan pelayanan yang tepat merupakan kewajiban negara untuk menjamin hal tersebut kepada rakyat.

Dalam lingkup ekonomi yang perlu diperhatikan adalah aspek keberlanjutannya, jika nilai ekonomi yang ada di Indonesia semakin turun dari tahun-ketahun bukan tidak mungkin Indonesia akan semakin jatuh bahkan menjadi negara termiskin di dunia. Dalam bidang ekonomi tahun 2017, negara harus membayar utang sebanyak Rp 330 trilliun menurut UU APBN 2017.

Utang yang sangat besar tersebut harus dibayar oleh Indonesia. Maka dapat dikatakan ekonomi yang ada di Indonesia seperti sudah tidak mampu lagi diselesaikan dengan anggaran yang ada di Indonesia, tetapi harus bergantung pada utang Negara. Seperti halnya Indonesia yang tidak mampu berpijak sendiri ditanah airnya yang kaya akan sumber daya alamnya.

Sebagai rakyat Indonesia, pemerintah harus memberikan keadilan yang semestinya. Keadilan tersebut mengenai bagaiamana cara para petinggi bangsa yang ada dijajaran pusat maupun daerah memberdayakan dan memaksimalkan perekonomian.

Tindakan KKN harus benar-benar dibasmi sampai ke akar-akarnya. Pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar di Indonesia harus dikelola dengan tepat. Negara juga harus memberikan keadilan sosial dengan memprioritaskan pembangunan, mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memperbaiki ketimpangan yang ada di Indonesia. Sehingga dengan pola tersebut akan menjadikani bangsa yang kuat dan rakyatnya hidup sejahtera.

Berbagai parameter yang dapat ditunjukkan dalam kondisi saat ini yang dirasakan oleh rakyat Indonesia antara lain mengenai ekonomi yang melemah, kualitas pendidikannya, situasi utang Indonesia, pemenuhan sandang pangan beserta harga yang ada di masyarakat, kualitas SDM , masalah gizi anak-anak Indonesia, proses pertanian di Indonesia yang dijuluki sebagai negara agraris, darurat korupsi.

dofanadipratama
Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya , Elektro Industri - D3K PLN - Menjadi manusia yang berguna untuk orang lain -
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Individualisme dan Kecenderungan Nalar Eksploitasi

Sebelum Siddhata Gautama mencapai puncak pencerahan nirwana. Di masa kecilnya, ia pernah diajak ayahnya untuk menghadiri aktivitas pembajakan tanah yang oleh masyarakat setempat, dianggap...

Resolusi Kemandirian Pangan

Beberapa waktu yang lalu terjadi kegaduhan akibat statemen yang dilontarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tentang rencana impor beras. Sejumlah kalangan kemudian bereaksi dan memberikan...

Diskursus Proporsionalitas Pidana dalam Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana

Pada bulan Maret lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyampaikan laporan terkait pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021. Dalam laporan tersebut disampaikan...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Enzo Allie dalam Polemik Denny Siregar dan Birgaldo Sinaga

Baru-baru ini media sosial kita diramaikan dengan kehadiran sosok pemuda blasteran Indonesia-Perancis yang mendaftar sebagai taruna akademi militer (Akmil). Pada awalnya, pemuda bernama Enzo Allie...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.