Selasa, Mei 28, 2024

Kinerja Karyawan Selama Pandemi Covid-19

Riya Apriyana
Riya Apriyana
Riya Apriyana Putri

Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kehidupan manusia, salah satu dampaknya adalah meningkatnya jumlah pengangguran yang diakibatkan oleh maraknya pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan. Pandemic ini menuntut manusia untuk menjalankan segala aktivitas di rumah sehingga pemerintah mengambil langkah untuk menjalankan physical distancing atau pembatasan social berskala besar (PSBB) sebagai aksi nyata pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Pandemi  Covid-19  merupakan  bentuk  bahaya   yang  memiliki potensi mengancam segala aspek kehidupan masyarakat, seperti sosial, ekonomi, kesehatan,  dan  psikologis.  Dampak  pada  masyarakat  di  Indonesia  tentu  tidak berbeda jauh dengan masyarakat di negara lain yang juga sama sedang menghadapi pandemi Covid-19. Kondisi kerentanan sosial menjadi realitas nyata yang terjadi pada masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Kerentanan sosial menjadikan posisi ketahanan masyarakat mengalami guncangan (shock) akibat pandemi Covid-19. Ketahanan masyarakat berkaitan dengan kemampuan dari masyarakat untuk dapat menggunakan sumber daya yang tersedia (seperti, teknologi, makanan, pekerjaan, dan rasa aman-nyaman) dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menjalankan fungsi sosialnya.

Masalah penurunan produktivitas ini yang sangat menghawatirkan bagi perusahaan karena dapat mampu mempengaruhi kinerja sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan tersebut. Terlebih bagi perbankan Syariah yang memerlukan sumber daya untuk berbagai kegiatannya demi mencapai tujuan. Faktor keberhasilan perusahaan tak luput dari sumber daya manusianya karena sumber daya manusia lah yang menjalankan sumber daya yang lain. Sumber daya manusia atau karyawan perlu dikelola dengan baik agar mampu bersaing dengan perusahaan lainnya di era global kini.

Organisasi 

Organisasi pada dasarnya adalah sejumlah orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang sulit untuk dicapai bila dilakukan secara individu, orang-orang dalam organisasi tersebut bekerjasama dalam kelompok-kelompok kerja sesuai dengan bidang tugas masing-masing, dengan kata lain kelompok tersebut memainkan peranan penting didalam organisasi dan menjadi cerminan kinerja organisasi. Pengorganisasian juga merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkannya.

Kinerja Karyawan

Kinerja karyawan merupakan suatu hasil yang dicapai oleh pekerja dalam pekerjaanya menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu. Kinerja karyawan juga sebagai fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi. Penetapan tujuan kinerja berguna untuk menyusun sasaran yang dituju dan tidak hanya bagi evaluasi kinerja pada akhir periode tetapi juga untuk mengelola proses kerja selama periode tersebut.

Evaluasi terhadap kinerja karyawan dapat dilakukan dengan membandingkan antara hasil aktual dengan hasil yang diinginkan. Salah satu permasalahan penting yang dihadapi oleh pimpinan perusahaan adalah bagaimana meningkatkan kinerja karyawannya.

Adanya kinerja karyawan yang baik sehingga perusahaan dapat meraih tujuan yang telah ditetapkan, secara efektif dan efisien. Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja individu karyawan. Setiap perusahaan akan selalu berusaha meningkatkan kinerja karyawan dengan harapan apa yang menjadi tujuan perusahaan tercapai.

Dampak Covid-19 Terhadap Perusahaan di Indonesia

Jika pandemi covid-19 ini tidak segera berakhir, maka otomatis para karyawan akan makin merasakan hambatan sehingga terjadi penurunan kinerja dalam bekerja. Berikut ini adalah paparan apa saja faktor-faktor penyebab penurunan kinerja dalam organisasi di Indonesia ditengah pandemi Corona ini, yaitu:

  1. Adanya pembatasan sosial berskala besar yang membuat pekerjaan karyawan dalam organisasi kurang efektif.
  2. Adanya Work From Home atau bekerja dari rumah, di mana karyawan yang seharusnya bekerja penuh baik di kantor maupun lapangan, karena kebijakan tersebut terpaksa bekerja dari rumah dengan keterbatasan fasilitas internet dan tidak sedikit pula yang berimbas pada pengurangan gaji atau insentif.
  3. Terjadi pemutusan hubungan kerja atau PHK secara besar-besaran yang berdampak makin banyaknya pengangguran.

Covid-19 mempengaruhi sistem kerja perusahaan. Perusahaan menerapkan konsep work from home. Mustajab menjelaskan, bahwa work from home merupakan perubahan kegiatan kerja yang di alami oleh seluruh perusahaan pada masa pandemi Covid-19. Perubahan dibuktikan melalui sistem kerja. Karyawan tidak diperkenankan bekerja dan berkumpul pada satu ruangan kantor (Mustajab et al., 2020).

Cara perusahaan mempertahankan kinerja 

Dimasa pandemi Covid-19, perusahaan harus memiliki cara untuk mempertahankan kinerja yaitu sebagai berikut:

  1. Pelatihan saat pandemi Covid-19 Pelatihan secara online menjadi pilihan disaat masa PSBB untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Pelatihan online merupakan salah satu dalam mempertahankan kinerja, karena dengan demikian mereka tetap mendapatkan kesempatan dalam pengembangan sesuai pekerjaan yang mereka tangani. Contoh pada sektor pendidikan, pelatihan yang diberikan adalah tutorial cara mengajar melalui online dengan aplikasi zoom, google meet, youtube.
  2. Pembagian tugas saat jumlah karyawan terbatas Banyaknya pengurangan karyawan dihampir semua perusahaan swasta, membuat jumlah karyawan terbatas, yang mengharuskan mereka mengerjakan lebih dari satu pekerjaan. Contohkan seorang customer service yang harus merangkap menjadi teller ketika seorang teller harus WFH. Ini dikarenakan hal tersebut dilakukan guna efisiensi penggunaan tenaga kerja sesuai kebijakan pemerintah dimasa pandemi Covid-19, namun hal tersebut kurang efektif karena yang menggantikan bekerja belum terbiasa pada pekerjaan tersebut, sehingga kepala operasional harus mengajarkan secara cepat serta memilih karyawan yang lebih potensial sebagai pengganti dibagian lain.
  3. Mengoptimalkan pekerjaan dampak adanya pandemi ini membuat pergerakan pekerjaan tiap individu terganggu, dan mengharuskan tidak sedikit dari mereka bekerja dari rumah atau WFH. Untuk itu perusahaan harus mensiati agar karyawan yang mendapat bagian WFH bisa melakukan pekerjaan yang optimal dengan cara membagi tugas yang sekiranya pekerjaan tersebut bisa dilakukan dari rumah tanpa harus tatap muka dalam skala besar.
Riya Apriyana
Riya Apriyana
Riya Apriyana Putri
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.