Selasa, Maret 5, 2024

Keutamaan Orang Menuntut Ilmu

Dinda S
Dinda S
Mahasiswa UINSA

Menuntut ilmu merupakan sebuah kewajiban bagi umat manusia, menuntut ilmu sendiri dapat digolongkan sebagai kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Sebab, hanya dengan ilmu lah seseorang akan mengalami perkembangan dan berdiri dengan tegak. Menuntut ilmu juga merupakan kewajiban bagi umat muslim. Demikian disarikan dari hadits tentang menuntut ilmu yang diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224.

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.”l

Dalam hadist di atas telah dijelaskan secara gamblang bahwasannya menuntut ilmu merupakan hal yang hukumnya wajib bagi siapapun yang mengaku beragama islam. Menuntut ilmu sendiri diwajibkan bukan semata-mata karena ilmu adalah dasar dari sebuah perkembangan, tapi juga karena dengan ilmu lah seseorang dapat memperoleh ketenangan. Dengan ilmu seseorang dapat belajar tentang rendah hati. Hal ini sesuai dengan hadist di bawah ini:

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

Artinya: “Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya.” (HR Thabrani).

Dalam hadist ini dijelaskan bahwa menuntut ilmu menjadi hal yang utama dalam kehidupan, karena dengan adanya ilmu, hidup akan menjadi lebih tentram dan damai. Mengapa demikian? Misalnya, dalam sebuah lingkungan terjadi sebuah permasalahan yang cukup rumit dan tidak ada seorang pun yang berilmu di dalamnya, tentu permasalahan tidak akan selesai, malah bisa jadi permasalahan tersebut semakin membesar dan dampaknya menganggu ketenangan. Berbeda jika dalam sebuah lingkungan terjadi sebuah masalah dan di lingkungan tersebut ada orang yang berilmu, maka permasalahan akan mudah diselesaikan.

Dalam hadist tersebut juga mengajarkan kepada kita untuk rendah hati, utamanya pada seorang guru. Hal ini dikarenakan sehebat apapun kita tanpa bantuan seorang guru kita bukanlah apa-apa. Sangat tidak pantas manakala kita sudah hebat, kita menjadi pribadi yang sombong apalagi kepada guru─seseorang yang telah memberi kita ilmu.

Selain dari dua hadist di atas, dijelaskan juga bahwa menuntut ilmu memiliki keutamaan yang sama dengan berjihad di jalan Allah. Hal ini sesuai dengan hadist di bawah ini:

مَنْخَرَجَفِىطَلَبُالْعِلْمِفَهُوَفِىسَبِيْلِاللهِحَتَّىيَرْجِعَ

Artinya: “Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi).

Dari hadist ini dapat dijabarkan bahwa menuntut ilmu diutamakan karena seseorang yang pergi untuk menuntut ilmu, entah melalui sekolah ataupun di luar pendidikan sekolah, maka dia setara dengan seseorang yang melakukan jihad di jalan Allah, bahkan seseorang yang meninggal dalam perjalanan menuntut ilmu dapat dikatakan mati syahid.

Keutamaan menuntut ilmu yang lain adalah jaminan syurga yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat-Nya. Hal ini sesuai dengan hadist di bawah ini:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim, no. 2699).

Hadist tersebut memiliki makna yang cukup luas. Utamanya makna pada Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga, ada empat makna sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali. Adapun makna tersebut adalah sebagai berikut:

Dengan menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkannya masuk surga.

Menuntut ilmu adalah sebab seseorang mendapatkan hidayah. Hidayah inilah yang mengantarkan seseorang pada surga.

Menuntut suatu ilmu akan mengantarkan pada ilmu lainnya yang dengan ilmu tersebut akan mengantarkan pada surga.

Sebagaimana kata sebagian ulama kala suatu ilmu diamalkan,

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

“Siapa yang mengamalkan suatu ilmu yang telah ia ilmui, maka Allah akan mewarisinya ilmu yang tidak ia ketahui.”

Begitu juga dalam ayat disebutkan,

وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى

“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (QS. Maryam: 76)

Juga pada firman Allah,

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآَتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ

“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad: 17)

Dengan ilmu, Allah akan memudahkan jalan yang nyata menuju surga yaitu saat melewati shirath (sesuatu yang terbentang di atas neraka menuju surga.

Hingga sampai pada kesimpulan yang ditarik oleh Ibnu Rajab bahwa menuntut ilmu adalah jalan paling ringkas menuju surga. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 297-298)

Selain dari hadist dan dalil di atas, adapun keutamaan menuntut ilmu menurut detik.com (2020) adalah sebagai berikut:

Orang yang berilmu diangkat derajatnya

Allah mewajibkan seseorang menuntut ilmu bukan semata-mata untuk menggugurka sebuah kewajiban akan agama, tapi untuk mengangkat derajatnya. Hal ini sangat relevan dengan zaman sekarang, di mana seseorang yang tidak memiliki ijazah sebagai tanda bahwa dirinya telah menuntut ilmu, dia akan kesulitan mencari pekerjaan, sehingga berdampak pada ekonominya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q.S Al Mujadalah ayat 11 yang artinya:

“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah [58]: 11)

Dengan Ilmu seseorang akan takut kepada Allah

Seseorang yang berilmu cenderung memiliki pemahaman yang tinggi terkait bagaimana alam semesta bisa diciptakan dan bagaimana kehidupan berjalan. Seseorang yang berilmu juga memiliki kemampuan untuk mempercayai adanya Tuhan. Sehingga, setiap tingkah laku yang mereka lakukan akan dipertimbangkan.

Orang Berilmu akan Diberi Kebaikan Dunia dan Akhirat

Hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam surat Al-Baqarah [2]: 269,

Allah SWT berfirman”Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

Orang berilmu memiliki pahala yang kekal

Keutamaan menuntut ilmu yang lain adalah pahala yang kekal bagi mereka yang berilmu. Mengapa demikian? Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa seseorang yang meninggal semua amal ibadahnya akan diputus, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya.

Dari poin kedua tentang amalan yang tidak pernah terputus tersebut dapat dijelaskan bahwa orang yang memiliki ilmu dan ilmunya bermanfaat, dalam kondisi sudah meninggal, dia masih terus mendapatkan pahala.

Selain itu, di point ketiga dijelaskan juga bahwa amalan yang tidak terputus selain dari ilmu yang bermanfaat adalah doa dari anak-anak yang soleh dan soleha. Untuk mendidik sesorang anak menjadi soleh dan soleha tentunya seseorang harus memiliki ilmu agama yang cukup baik dan kuat sehingga dia dapat menanamkan prinsip-prinsip agama pada anaknya.

Dinda S
Dinda S
Mahasiswa UINSA
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.