Minggu, Mei 9, 2021

Jangan Plintir Politik Negara TNI

Bagaimana Memahami Filsafat Moral Kant?

Immanuel Kant (1724-1804) lahir di Konigsberg, sebuah kota kecil di Prussian Timur. Karir Kant dimulai saat dia menjadi profesor universitas di Kota Konigsberg, yang...

Reshuffle Kabinet Jilid II: Harapan atau Kekecewaan Baru?

Isu reshuffle kabinet kembali mencuat. Pemantiknya adalah peleburan dan pentransformasian Kementrian. Kabarnya, kemendikbud akan dileburkan dengan kemenristek, dan Kementrian BKPM akan bertransformasi menjadi Kementrian...

Does Debating Matter for Education?

Indonesian general election, especially the presidential election, which will be held in less than a month strongly draws the interest of society. Since the...

Pikiran dan Zaman yang Melampaui Tuhan

Pikiran selalu mengundang perdebatan dalam pikiran saya, maupun ketika dibicarakan dengan teman-teman saya. Pikiran itu merupakan sesuatu yang semimistik, pasalnya pikiran ini tidak bisa...
Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi

Peryataan tegas Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, tentang sikap TNI di Pelaksanaan Pemilihan Legeslatif dan Pemilihan Presiden. Bahwa TNI akan bertindak tegas mereka yang mengancam menganggu pelaksanaan pemilu, jangan diplintir-plintir.

Itu lah sikap politik TNI. Politik negara, yaitu, sikap institusional TNI dalam domain sosial-politik nasional. Bagi TNI segala bentuk ancaman kedaulatan negara, baik dari luar dan dalam adalah domain TNI.

Dalam keterangan resmi Panglima TNI yang viral di media sosial. Marsekal TNI Hadi Tjahyanto beserta jajaran Kepala Staf tigs matra TNI, menegaskan, Politik TNI adalah politik negara.

“Sikap TNI adalah Netral. Dan saya tegaskan,  apabila ada pihak-pihak yang akan mengangu stabilitas Pemilu 2019. Akan berhadapan dengan TNI” begitu pernyataan Hadi Tjahyanto.

Sikap ini jelas.  Tidak perlu dipertentangkan atau diplintir-plintir lagi.  Pihak yang pro nomor urut 01 atau 02, harus memahami. Sehingga tugas dan wewenang TNI tidak terdistorsi. Karena, apa yang dilakukan TNI selama perjalanan kampanye ini,  telah berjalan sesuai aturan main.

Bahkan,  dalam jejak digital belum nampak dijumpai keterlibatan TNI dalam pelaksanaan kampanye.  Inilah yang harus dijaga bersama oleh kedua belah pendukung calon kandidat.

Jangan Diplintir-plintir

Pernyataan sikap ini,  sebenarnya menjawab ancaman dan teror beberapa elite politik. Yang mencoba mem-freaming pemilu ini akan berlangsung curang. Dan akan menyelesaiakan secara inskonstitusional.

TNI merasa perlu menjawab hal itu.  Memberikan ruang pengamanan yang mengurangi jenjang ketakutan masyarakat. Sehingga masyarakat merasa nyaman dalam mengikuti pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini.

Pelaksanaan pemilu 2019 adalah proses berbangsa dan bernegara menuju kepada peradabaan yang lebih dinamis dan maju. Peralihan dari tata nilai sosial dan perilaku sosial baru masyarakat yang kuat dipengaruhi berkembangnya industri 4.0. Sehingga, Pilpres ini adalah ajang bersama semua komponen bangsa dalam bernegara.

Sikap netral TNI adalah domain variabel bebas diintervensi. Dan seluruh pendukung kandidat, menghormati sikap tersebut. Tidak dijadikan komoditi politik. Dengan memlintir sikap tersebut. Menjaga marwah TNI adalah tugas bersama masyarakat Indonesia.

Ancaman besar bernegara sebagai Indonesia, lebih penting daripada persoalan perebutaan kekuasaan. Gerakan menganti dasar negara adalah musuh TNI dan masyarakat. Ketimbang harus berpihak kepada salah satu kandidat.

TNI Memilih Persuasif Mendekati Ulama

Apa yang dilakukan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta kepala staf dan kepala satuan pasukan khusus.  Sebuah akumulasi panjang perjalanan politik yang carut-marut saat ini.  TNI ingin proses politik 2019 berlangsung damai. Sehingga tidak mengangu stabilitas nasional.

Sikap ini,  sebenarnya menunjukan perubahaan paradigma TNI. Yang selama ini terkesan represif. Lebih memilih pendekatan persuasif. Pasalnya,  terjadi perubahaan tata nilai sosial kemasyarakat kekinian.

Pendekatan kepada ulama tokoh-tokoh agama dan kemasyarakat telah banyak dilakukan.  Karena TNI harus manunggal bersama rakyat.  Peran serta masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanaan sangatlah diinginkan.  Sehingga lebih bisa mendekteksi terjadi gejala-gejala negatif dimasyarakat.

Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Albino: Mistik dan Ide Kuno

Pada tahun 2018, National Geographic mengeluarkan laporan yang menyuarakan adanya sikap diskriminasi terhadap Albinisme. Sejatinya, Albino merupakan sebutan kepada orang-orang yang memiliki perbedaan genetik...

Mudik: Tradisi Nasional Indonesia

Aktivitas masyarakat di Indonesia yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan selain menjalankan puasa adalah melakukan perjalanan mudik dan kemudian berlebaran di kampung halaman. Puasa...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.