Rabu, Juni 16, 2021

Injil yang Berkeadilan Sosial

Getir Realitas Pendidikan Di Toli-Toli Sulawesi

Cerita tentang sebuah lembaga pendidikan sekolah dasar di tempat terpencil yang sangat minim tenaga pendidiknya, jumlah pendidik dalam satu sekolah dasar bisa dihitung dengan...

Negara yang Memelihara Kuntilanak

Ada hubungannya antara hantu-hantu perempuan dan rancangan Undang-undang penghapusan kekerasan seksual yang diinisiasi oleh LBH Apik. Indonesia adalah sebuah negara yang menyimpan sebuah rahasia...

Melawan Politik Uang

Ekonom Milton Freedman  menulis salah satu judul bukunya There’s No Such Thing as a Free Lunch. Frase yang populer di era 1950-an ini digunakan...

Diplomasi, Lobi, dan Perundingan Adalah Cara Sah Merdeka

Di masa diktator Suharto, sang Menteri Luar Negeri andalannya Ali Alatas, satu tempo pernah mengeluarkan statement tentang Timor Timur (sekarang Timor Leste) bahwa Timor...
Pdt. Musa Haisoo
El Roi Israel Sipahelut I Know God And Make Him Known

Penyaliban adalah hukuman yang paling tragis di dalam sejarah. Setiap pemerintahan pasti memikirkan cara-cara untuk menakuti rakyatnya.

Sejak dahulu kala hingga saat ini, hal seperti ini tidak pernah berubah. Ini merupakan kuasa yang Allah berikan kepada pemerintah, yaitu memberi hadiah kepada mereka yang melakukan kebajikan dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan.

Setiap manusia memiliki kemungkinan berbuat salah, setiap manusia memiliki kemungkinan untuk hidupnya kacau, maka mereka yang tidak hidup seturut dengan hukum pasti harus dihukum.

Dibutuhkan penghakiman dan hukuman yang benar agar masyarakat bisa kembali hidup tenteram, dan mereka yang berambisi liar tidak bisa terlalu sembarangan.

Roma 13 berkata, “Siapa yang melakukan kebajikan akan mendapat hadiah, siapa yang melakukan kejahatan pasti akan dihakimi, karena ini merupakan kuasa yang Allah berikan kepada pemerintah.”

Tetapi pemerintah sendiri bisa melakukan kesalahan. Ketika melaksanakan keadilan, sering kali kita melakukan kesalahan. Yang salah kita anggap benar, yang benar kita anggap salah.

Maka, di pengadilan banyak kejadian peradilan yang salah. Pengadilan merupakan tempat yang terpenting untuk kita menuntut keadilan, tetapi hal yang paling tidak adil sering kali terjadi di pengadilan.

Maka, kita melihat banyak sekali kasus salah vonis terhadap seseorang dan mereka ini mustahil mempunyai kekuatan untuk membela diri.

 

Pdt. Musa Haisoo
El Roi Israel Sipahelut I Know God And Make Him Known
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Koperasi, Keadilan Ekonomi, Pancasila

Setiap negara pada hakikatnya menganut sebuah ideologi yang menjadi dasar bagi bangsanya dalam kehidupan bernegara. Seandainya suatu negara tidak memiliki sebuah ideologi yang dianut,...

Karya, Nama, Media: Tentang Kehebohan A.S. Laksana

Tahun 2001 saya bertemu dengan seorang pelukis dari negeri Tiongkok yang namanya belum terlalu tenar. Karya-karyanya dapat digolongkan sebagai lukisan realistik, dalam arti mengambil...

Distribusi Resiko untuk Keadilan Iklim

Saat ini, daya dukung lingkungan hidup mengalami keterbatasan di tengah kondisi iklim yang menyebabkan peningkatan potensi dan intensitas kejadian bencana. Indonesia merupakan salah satu...

Tiga Tahun Zonasi, Sudahkah Memberi Solusi?

Sistem zonasi dalam perekrutan peserta didik baru untuk semua jenjang telah berlangsung selama tiga tahun. Dan jika untuk tahun ajaran baru kelak sistem ini...

Kepalsuan Gelar Duta

Salah satu karakteristik dari masyarakat modern yang paling menonjol adalah keinginannya untuk memperoleh nilai prestise. Tentu saja, keinginan tersebut bukan hal yang berlebihan. Saat...

ARTIKEL TERPOPULER