Selasa, Juli 23, 2024

Indonesia Menuju Energi Terbarukan

Hufiyandita Felathi
Hufiyandita Felathi
I'm a undergraduate student at Mulawarman University with my major is International Relations. I'm active in various activities on campus.

Energi fosil saat ini merupakan penyumbang kedua terbesar emisi karbon yang dilepas ke udara, yang dimana apabila peningkatan emisi karbon yang dilepaskan ke udara terus terjadi bumi akan terus mengalami kenaikan suhu.

Apabila fenomena ini terus terjadi maka perubahan iklim akan sangat buruk, dimana perubahan iklim ini akan membawa dampak yang sangat buruk seperti kenaikan level air di permukaan laut, kebakaran hutan, hujan asam dan bencana-bencana lainnya. Maka dari itu memerlukan sebuah tindakan yang tepat seperti beralih dari energi fosil ke energi terbarukan.

Apa Itu Energi Baru dan Terbarukan (EBT)?

Energi terbarukan sendiri merupakan sumber energi yang tersedia oleh alam dan bisa dimanfaatkan secara terus menerus, seperti energi surya, air, angin, panas bumi, bio energi. saat ini sudah banyak negara-negara di dunia yang mencoba menerapkan energi terbarukan.

Misalnya negara Maroko, yang menargetkan 42% sumber energi mereka berasal dari energi terbarukan. Yang dimana saat ini Maroko mempunyai pembangkit consentrated solar power terbesar didunia. Kemudian upaya selanjutnya yang dilakukan oleh negara-negara didunia adalah penandatangani Paris Agreement untuk mencegah kenaikan suhu bumi lebih dari 1,5 derajat celcius.

Upaya Indonesia Dalam Menciptakan EBT

Dalam presidensi G20 kemarin salah satu topik utama yang diangkat adalah transisi energi. Hal ini menjadi kesempatan baik bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia peduli dan memberikan dukungan terhadap transisi energi.

Diketahui saat ini cadangan minyak bumi di Indonesia sudah sangat terbatas yang dimana Indonesia harus mengimpor minyak bumi setidaknya 50% untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jika kondisi ini terus dibiarkan maka Indonesia akan berpotensi mengalami krisis energi.

Pada periode pertama Indonesia dalam NDCnya berkomitmen mengurangi emisi sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% apabila ada kerja sama internasional dari kondisi tanpa ada aksi pada tahun 2030. Sektor pertanian, sektor kehutanan, limbah, energi termasuk transportasi, penggunaan produk dan penggunaan produk, merupakan hal yang akan dicapai dan komitmen ini diperkuat melalui Undang-undang nomor 16 tahun 2016 tentang pengesahan Paris Agreement atas konvensi kerangka kerja PBB mengenai perubahan iklim.

Target Energi Baru dan Terbarukan Indonesia

Indonesia telah mencanangkan target EBT(Energi Baru Terbarukan) dalam bauran energi nasional minimal sebesar 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050 untuk mencapai target, mengingat Indonesia memiliki semua sumber energi terbarukan seperti air, angin, tenaga surya, panas bumi dan bioenergi.

Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan energi terbarukan namun menurut sekretaris direktorat jenderal energi baru, terbarukan, dan konversi energi kementerian ESDM Sahid Junaidi, mengungkapkan dari potensi energi terbaru di Indonesia sebanyak 3.600 gigawatt pemanfaatannya baru 11,15 GW atau sebesar 3% dari total potensi ET.

Hufiyandita Felathi
Hufiyandita Felathi
I'm a undergraduate student at Mulawarman University with my major is International Relations. I'm active in various activities on campus.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.