Rabu, Juni 16, 2021

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Sebuah Problem Perdesaan : Lahan Pertanian Terbatas, Kemiskinan Meningkat

Keterbatasan akses lahan menjadi problem utama peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Pada tahun 2016, hanya ada 33 persen wilayah Indonesia yang dapat digunakan untuk pertanian,...

Si Fasik yang Terbaptis

Didalam Dunia Postmodern Kristen ini, Harus menjadi awasan bagi Para Peminpin Gereja untuk terus tegak Berdiri mengajarkan Apa artinya Menjadi "Kristen Sejati" Kelahiran Kembalai, Pembaharuan,...

Capres 2024: Anies atau Prabowo?

Beberapa lembaga survei di awal 2020 berlomba-lomba mengeluarkan hasil survei Pilpres 2024 tentang siapa nama-nama yang bakal maju sebagai capres. Nama Prabowo Subianto dan...

Seni Teater dalam Lingkup Masyarakat

Perlu kita ketahui bahwa kegiatan berteater dalam kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia bukan merupakan sesuatu yang asing, bahkan teater ini sudah menjadi bagian yang...
Pdt. Musa Haisoo
El Roi Israel Sipahelut I Know God And Make Him Known

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus memotong seluruh porsi-porsi kitab suci (membuang dan atau menambal sulam firman Allah) Itu adalah campuran (tidak murni lagi)anugerah yang telah dipolusi (bagi pernafasan rohani) dan telah di-distorsi (bagi pendengaran rohani)  Efesus 5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.  Pesan sesungguhnya dari ajaran Hyper Grace ialah:  1. Anti-Kekudusan

2. Melawan kelaparan dan kehausan akan Allah, 

3. Tidak ada sesuatu yang orang percaya perlukan sebab Kristus telah melakukan semuanya pada kayu salib, di Golgota.

4. Menentang pertobatan

5. Menentang penemplakkan akan dosa

6. Pengakuan dosa (kepada Allah) tidak diperlukan lagi / menentang tanggung jawab diri sendiri yang sesungguhnya.Ajaran hyper grace ini menuduh ajaran hidup kudus dan orang-orang yang mengajarkan, perlunya hidup kudus sesuai Alkitab dengan label-label: legalisme, perintah-perintah, pembenci anugerah, guru hukum Taurat & orang Farisi.  

Khotbah dari Hyper Grace memberikan surat ijin untuk berdosa dan mencabut diri dari hal-hal yang Allah ingin berurusan di dalam hidupnya.  Sangat menyedihkan, banyak orang yang sebelumnya berjalan di dalam kemurnian dan kesucian yang benar, ketika mereka diexpos kepada ajaran (beracun) ini, mereka mulai  hal-hal (buruk) yang bahkan sebelumnya mereka tidak pernah lakukan … dan mereka bahkan tidak merasa perlu untuk bertobat.Konsep besar dari pengajaran seperti ini sangatlah berbahaya, penyesatan fundamentalnya ialah: ”Semua dosa-dosa masa depanmu telah diampuni sebelumnya. ”Itu berarti, jika kamu besok melakukan dosa, maka kamu tidak perlu mengatakan ”Tuhan, ampuni saya, saya telah berdosa, bersihkan saya dan ampunilah saya” sebab kamu telah diampuni (dari kesalahan yang lalu, sekarang dan akan datang), dengan kata lain itu berarti Roh Kudus tidaklah akan pernah menyatakan kamu berdosa sebab Allah telah mengampuni dosamu. Artinya apapun yang kamu lakukan itu semua tidak akan mempengaruhi hubungan intimmu dengan Allah, itu bahkan tidak akan menyedihkan Dia sebab Dia tidak melihat dosa tersebut, Dia hanya melihat kamu sebagai orang benar yang sempurna, karenanya, kamu tidak akan pernah, tidak akan pernah berurusan dengan dosa.”

Mereka berkata bahwa “Allah tidak memberi pengampunan dalam bentuk angsuran. Jadi saat kamu diselamatkan, semua dosamu termasuk dosa masa depanmu pun sudah dinyatakan diampuni.” Bahkan mereka mengajar: ”Sebab rohku adalah sempurna pada pandangan Allah dan rohku tidak melakukan dosa, maka aku tidak sungguh-sungguh melakukan dosa ketika aku berdosa. Itu hanyalah tubuhku dan aku bukanlah tubuhku. Ajaran hyper grace menyangkal puluhan ayat yang menyatakan bahwa di Sorga kita juga memiliki tubuh, dan Firman-Nya memerintahkan kita untuk menguduskan tubuh kita, bait Allah tersebut untuk tidak bercacat  Allah melihat kita sebagai pribadi secara keseluruhan, jika dosa bukanlah suatu masalah, mengapa hampir setiap surat di Perjanjian Baru berurusan dengan dosa?   Titus 2:11-12   Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.  Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini  2 Korintus 7:1   Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.Pengajar2 Hyper Grace berkata, ”jika kalian mencoba menyenangkan Allah, kalian tidak akan pernah  melakukannya, jadi keluarlah dari mentalitas menyenangkan Allah.” 

Inilah goal akhir dari pekerjaan Setan melalui hyper grace teaching yaitu: menghentikan orang Kristen untuk menyenangkan Allah, berontak dari perintah dan ketetapannya; yang ujungnya menceburkan diri mereka sendiri ke dalam danau api Neraka yang sesungguhnya itu hanya untuk Setan dan nabi palsunya.  Ada buku-buku yang ditulis oleh yang disebut ’penulis-penulis Kristen’ yang berkata anugerah yang benar berarti setiap orang akan selamat (termasuk para atheis) tidak ada Neraka bahkan Setan juga dapat diselamatkan (Doktrin ini berasal dari aliran Unitarian, Universalism atau Unitarianism, campuran agama yang tidak berdasarkan ajaran Alkitab namun bermantelkan kekristenan Unitarianism adalah filsafat humanism, atheism dicampur denganPantheism (percaya banyak illah / dewa) seperti agama-agama Timur kuno. Doktrin seperti ini adalah inti dari agamanya si AntiKristus, the one-world-religion, yakni “all believes and philosophies are OK, but except Christianity”)Ajaran Hyper Grace menolak isi Perjanjian Lama, dengan ekstrim menyatakan semua pengajaran Kristus kepada para pengikutnya sebelum Dia tersalib hanyalah untuk orang-orang Yahudi, tidak berlaku untuk orang Kristen non Yahudi. Itu berarti mereka telah membuang perkataan Kristus spt dlm Yoh 15:7; Mat 28:19-20; Yoh 14:26).  Jika pengajar sesat itu memang benar, mengapa pada kenyataanya perkataan-perkataan (pengajaran) Kristus malah dihargai oleh jemaat mula-mula (yang ada di Yerusalem, Yudea, sampai Samaria bahkan tersebar di seluruh wilayah jajahan Romawi, yang meliputi berbagai bangsa termasuk orang Aram, Arab, Yunani dan Romawi).  

Motif dari para pengajar Hyper Grace: 1. Mereka terperangkap di dalam kemuliaan anugerah Allah

 2. Mereka mengembangkan sikap tidak menghargai Perjanjian Lama dan perkataan-perkataan Kristus 

3. Mereka bahkan menyunat pengajaran rasul Paulus  Jika kita mempelajari Alkitab, maka kita bisa melihat dengan jelas perbedaan antara pengajaran Kristen yang benar dan pengajaran yang salah di akhir jaman; perbedaanya begitu jelas seperti antara domba dengan serigala, atau burung merpati dengan ular atau pohon anggur dengan semak berduri

By : El Roi Israel Sipahelut Dapat Ditemui Youtube Channel Sipahelut1978 – Kunjungi Blogku di http://gbikapernaumjembrana.blogspot.co.id/

Pdt. Musa Haisoo
El Roi Israel Sipahelut I Know God And Make Him Known
Berita sebelumnyaMenalar Nikah Siri
Berita berikutnyaKekuatan Literatur
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Koperasi, Keadilan Ekonomi, Pancasila

Setiap negara pada hakikatnya menganut sebuah ideologi yang menjadi dasar bagi bangsanya dalam kehidupan bernegara. Seandainya suatu negara tidak memiliki sebuah ideologi yang dianut,...

Karya, Nama, Media: Tentang Kehebohan A.S. Laksana

Tahun 2001 saya bertemu dengan seorang pelukis dari negeri Tiongkok yang namanya belum terlalu tenar. Karya-karyanya dapat digolongkan sebagai lukisan realistik, dalam arti mengambil...

Distribusi Resiko untuk Keadilan Iklim

Saat ini, daya dukung lingkungan hidup mengalami keterbatasan di tengah kondisi iklim yang menyebabkan peningkatan potensi dan intensitas kejadian bencana. Indonesia merupakan salah satu...

Tiga Tahun Zonasi, Sudahkah Memberi Solusi?

Sistem zonasi dalam perekrutan peserta didik baru untuk semua jenjang telah berlangsung selama tiga tahun. Dan jika untuk tahun ajaran baru kelak sistem ini...

Kepalsuan Gelar Duta

Salah satu karakteristik dari masyarakat modern yang paling menonjol adalah keinginannya untuk memperoleh nilai prestise. Tentu saja, keinginan tersebut bukan hal yang berlebihan. Saat...

ARTIKEL TERPOPULER