Jumat, April 23, 2021

George Floyd: Rasisme Yang Menimbulkan Pelanggaran HAM

Mewaspadai dan Mengatasi “Post Truth”

Kemenangan Jokowi kalau menurut hasil Quick Count itu di luar prediksi. Hanya selisih 10% dari kandidat lawannya Prabowo. Angka itu tidak jauh berbeda dari...

Perempuan Dalam Cengkraman Kapitalisme-Patriarki

Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women Day. Sebuah Hari besar yang dirayakan di seluruh dunia untuk memperingatu keberhasilan...

Demokratisasi Myanmar, Kemajuan atau Ancaman?

Awal tahun 2021 ini tepatnya pada bulan februari, dunia internasional kembali panas dengan konflik politik internal di Myanmar. Negara yang pada awalnya bernama Burma...

Surga Di Bulan Ramadhan

Ramadan kembali menyapa. Ada rasa haru sekaligus sendu. Haru karena Tuhan masih berbaik hati memberikan umur untuk menjalani puasa. Sendu karena tahun ini harus...
Satrya Akbar
Mahasiswa UII Hubungan internasional

Sebanyak 30 negara bagian amerika serikat diguncang protes setelagseorang warga kulit hitam keturunan afrika-amerika bernama George Floyd meninggal secara tragis di kaki seorang polisi yang ditekuk.

Para demonstran mengatakan itu adalah kekerasan berbasi diskriminasi rasial. Diskriminasi, rasisme dan kekerasan terhadap warga kulit berwarna, khususnya warga kulit hitam di AS, seumur dengan sejarah negara ini selalu menjadi salah satu hal yang dibenci oleh masyarakat Amerika bahkan sudah melekat dalam masyarakat berkulit putih yang dimana kata “diskriminasi” tidak hilang dan perbudakan punjuga tidak hilang.

Kepala hak asasi manusia PBB Michhelle Bachelet bersikeras bahwa tuntutan tersebut meletus di AS bahkan dia menyerukan suara-suara yang diakhirinya tindakan kekerasan polisi terhadap wartawan dan demonstran perlu didengar dan harus mengakhiri rasisme sistematik yang dapat merusak masyarakat AS Warga kulit hitam bersusah payah dan melakukannya agar hak-haknya dan memerangi rasis tersebut akan tercapai.

Namun masih belum ada hasil dan kami (warga kulit hitam) masih menjadi korban diskriminasi dan rasialisme. Gejolak rasime di Amerika dengan negara sistem demokrasi tertua di dunia dan yang menganggap dirinya sebagai pemimpin dunia membuat banyak pihak melihat Amerika sebagai yang munafik.

Terkait pembunuhan George Floyd pelaku tersebut dituntun atas pembunuhan Floyd akan tetapi pada saat ini pelaku tersebut didengar akan dapat uang pensiunannya dan tidak dipenjara dan disisi lain kabarnya masyarakat melihat pelaku (Chauvin) berbelanja kebutuhan pokok layaknya tidak memiliki kesalahan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, banyak masyarakat geram atas kelakuan terhadap pelaku tersebut. Orang berkulit hitam sangat mudah dikriminalisasi.

Bahkan orang kulit hitam yang baik saja merasa tidak tenang ketika keluar rumah tanpa ditanyai oleh polisi. Kebrutalan polisi tersebut terhadap orang kulit hitam sangat tinggi intensitasnya. Sebagian besar banyak penduduk kulit hitam jauh lebih mudah masuk penjara dibandingkan kulit putih. Penyebabnya? karena adanya rasisme sistematik yang sudah ada di dalam sistem masyarakat dan kenegaraan Amerika

Warga kulit putih memandang mereka yang berkulit hitam dalam sejarah AS menjadi ciri utama masyarakat AS bahwa warga kulit hitam selalu menjadi sasaran perbudakan, pelecehan, pembunuhan dan kekerasan tanpa batas sepanjang tiga abad sejarah Amerika. Terkait kondisi warga kulit hitam dari sisi ekonomi dan sosial semakin memburuk bahkan kekerasan di Amerika meningkat dalam tahun terakhir.

Dapat kita lihat data pendapatan rata-rata warga berkulit hitam dan putih. Kebanyakan warga kulit putih memiliki pendapatan yang sangat tinggi dari pada warga kulit hitam. (Black people) 41 Ribu Dollar Amerika dan (White people) 71 Ribu Dollar Amerika bahkan lebih banyak warga kulit hitam yang pengangguran sekitar 16.7% dibandingkan warga kulit putih. Dapat dilihat kebijakan yang dibuat Trump membuat masyarakat kulit hitamtetap miskin dan mati secara perlahan.

Dari laporan Boston Review menegaskan bahwa masih banyak kecenderungan rasisme di masyarakat AS. Lebih dari dua juta warag amerika keturunan afrika mengalami pembatasan dalam pemilu dan disisi lain juga dibatasi dalam pekerjaan atas perlakuan diskriminatif kulit hitam yang membuat hal tersebut dalam tenaga kerja menjadi hal yang biasa.

Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal (4/06/2020) mengecam rasisme struktural di AS dan menyuarakan atas serangan terhadap wartawan yang meliput aksi protes kematian George Floyd tersebut. PBB mengatakan apa yang terjadi adalah serangan tak terduga terhadap jurnalis bahkan menurutnya tindakan tersebut mengejutkan bahwa kebebasan berekspresi dan media adalah prinsip dasar AS karena seharusnya wartawan harus melakukan pekerjaan mereka yang bebas dari serangan atau penindasan.

Kemudian dalam beberapa kasus tersebut ada yang ditangkap saat siaran. Sekitar 13 persen dari penduduk Amerika serikat adalah warga kulit hitam yang dimana hak-hak mendasar mereka tidak terpenuhi bahkan warga kulit hitam menahan diri mereka yang sering diperlakukan tidak adil terhadap kehidupan mereka.

Meski ada peringatan dan kecaman dari PBB, Trump justru akan menggunakan kekerasan untuk menumpas demonstran dan dia menolak peran presidensial tradisional dalam kerusuhan tersebut. Trump akan melakukan segala cara untuk menumpaskan demonstrasi bahka dengan pasukan militer pun. Sayangnya Dewan perwakilan PBB tidak mengambil langkah terhadap pelanggaran HAM di Amerika, karena lembaga ini hanya cukup mengecam dan memprotes kekerasan yang terjadi dari pelanggaran HAM yang dilakukan tersebut.

References

Amandar, I. (n.d.). Sejarah Rasisme Di Amerika. Retrieved from BOBOBOX:

https://www.bobobox.co.id/blog/sejarah-rasisme-di-amerika/

ichsan, s. (2020, june 19). Antara Rasisme di Amerika dan Kasus Rasisme di Indonesia. Retrieved from

Republika: https://republika.co.id/berita/qc5kcj483/antara-rasisme-di-amerika-dan-kasus-

rasisme-di-indonesia

ParsToday. (2020, june 04). Rasisme Struktural di Amerika dan Kecaman PBB. Retrieved from ParsToday:

https://parstoday.com/id/news/world-i81996-

rasisme_struktural_di_amerika_dan_kecaman_pbb

Sari, A. C. (2020, June 29). Kredibilitas Amerika di panggung dunia meredup akibat kisruh rasisme.

Namun, aktivisme warga Amerika melawan rasisme menjadi inspirasi. Retrieved from The

Conversation: https://theconversation.com/kredibilitas-amerika-di-panggung-dunia-meredup-

akibat-kisruh-rasisme-namun-aktivisme-warga-amerika-melawan-rasisme-menjadi-inspirasi-

141603

Tempo.co. (2020, june 15). 54 negara afrika desak dewan ham pbb bahas kasus george floyd. Retrieved

from Tempo.co: https://dunia.tempo.co/read/1353436/54-negara-afrika-desak-dewan-ham-

pbb-bahas-kasus-george-floyd/full&view=ok

Satrya Akbar
Mahasiswa UII Hubungan internasional
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.