Selasa, Januari 13, 2026

Fleksibilitas Ketidakpastian:Realitas Kerja di Ekonomi Digital

Shintia Fingky
Shintia Fingky
Sebagai seorang pengamat perkembangan teknologi digital, memiliki ketertarikan pada bagaimana sistem informasi membentuk pola interaksi masyarakat, memengaruhi keputusan ekonomi, serta menantang landasan etika dan hukum di era modern. Fokus utama berada pada analisis perubahan perilaku pengguna, munculnya inovasi baru, dan dampaknya terhadap budaya serta kehidupan sehari-hari. Ketertarikan ini mendorong eksplorasi berkelanjutan terhadap tren digital agar setiap pandangan yang disampaikan tetap relevan, kritis, dan dekat dengan realitas transformasi teknologi saat ini.
- Advertisement -

Bekerja tanpa terikat ruang dan waktu kerap dipersepsikan sebagai simbol kebebasan di era digital. Platform berbasis aplikasi menawarkan peluang kerja yang tampak fleksibel, cepat, dan mudah diakses. Bagi sebagian masyarakat, terutama di tengah keterbatasan lapangan kerja formal, ekonomi digital menjadi pintu alternatif untuk memperoleh penghasilan dan bertahan secara ekonomi.

Namun, di balik narasi fleksibilitas tersebut, muncul realitas lain yang jarang disorot secara mendalam. Sistem kerja digital tidak hanya memberi kebebasan, tetapi juga membawa ketidakpastian yang memengaruhi kehidupan banyak pekerja. Relasi kerja yang sebelumnya jelas kini berubah menjadi hubungan yang dikendalikan oleh sistem dan algoritma.

Memahami Kerja dalam Ekonomi Digital

Ekonomi digital merujuk pada aktivitas ekonomi yang bergantung pada platform teknologi dan sistem informasi. Dalam model ini, pekerjaan dikelola melalui aplikasi yang mengatur pembagian tugas, penilaian kinerja, hingga perhitungan pendapatan secara otomatis. Algoritma menjadi pengambil keputusan utama, menggantikan peran manajer atau atasan manusia dalam sistem kerja konvensional.

Pekerja digital, baik sebagai pengemudi, kurir, kreator, maupun penyedia jasa daring, menjalankan tugas berdasarkan perintah sistem. Mereka dihadapkan pada mekanisme kerja yang cepat dan efisien, tetapi sering kali tanpa kejelasan tentang bagaimana keputusan diambil atau kriteria yang digunakan.

Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja

Bagi masyarakat, ekonomi digital menghadirkan dua sisi yang saling bertentangan. Di satu sisi, ia membuka akses kerja yang lebih luas dan inklusif. Individu dapat bekerja dari berbagai lokasi, menyesuaikan jam kerja, dan memanfaatkan teknologi untuk memperoleh penghasilan.

Di sisi lain, ketidakpastian menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pendapatan pekerja sangat bergantung pada permintaan pasar dan kebijakan platform yang dapat berubah sewaktu-waktu. Tidak adanya standar penghasilan minimum serta perlindungan sosial membuat banyak pekerja berada dalam posisi rentan.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada struktur sosial yang lebih luas. Ketika pekerjaan semakin tidak stabil, kesejahteraan dan keamanan ekonomi masyarakat ikut terpengaruh. Dalam jangka panjang, ketidakpastian kerja dapat memperlebar kesenjangan sosial di era digital.

Tantangan Transparansi dan Keadilan Sistem

Salah satu kritik utama terhadap ekonomi digital terletak pada minimnya transparansi. Banyak pekerja tidak mengetahui bagaimana algoritma menilai kinerja mereka atau menentukan pembagian pekerjaan. Ketika pendapatan menurun atau akses kerja dibatasi, sering kali tidak ada penjelasan yang jelas dari sistem.

Kondisi ini menimbulkan tekanan psikologis dan perasaan tidak berdaya. Algoritma berperan sebagai “atasan tak terlihat” yang sulit dipahami dan tidak dapat diajak berdialog. Dalam situasi seperti ini, teknologi yang seharusnya membantu justru berpotensi menciptakan hubungan kerja yang timpang.

Selain itu, konsumen cenderung menikmati kemudahan layanan tanpa menyadari kondisi kerja di balik layar. Padahal, keberlanjutan ekonomi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesejahteraan manusia yang menjalankannya.

- Advertisement -

Menuju Ekonomi Digital yang Lebih Manusiawi

Perubahan cara kerja ini menuntut penyesuaian kebijakan dan regulasi. Perlindungan tenaga kerja, kejelasan status pekerjaan, serta transparansi sistem digital menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Regulasi perlu hadir bukan untuk menghambat inovasi, melainkan untuk memastikan bahwa transformasi digital berjalan secara adil.

Pada akhirnya, ekonomi digital seharusnya tidak hanya diukur dari efisiensi dan keuntungan. Fleksibilitas kerja akan bermakna jika disertai dengan kepastian dasar dan perlindungan yang layak bagi pekerja. Tantangan utama ke depan bukanlah menolak teknologi, melainkan bagaimana mengelolanya agar tetap menempatkan manusia sebagai pusat dari sistem kerja digital.

Shintia Fingky
Shintia Fingky
Sebagai seorang pengamat perkembangan teknologi digital, memiliki ketertarikan pada bagaimana sistem informasi membentuk pola interaksi masyarakat, memengaruhi keputusan ekonomi, serta menantang landasan etika dan hukum di era modern. Fokus utama berada pada analisis perubahan perilaku pengguna, munculnya inovasi baru, dan dampaknya terhadap budaya serta kehidupan sehari-hari. Ketertarikan ini mendorong eksplorasi berkelanjutan terhadap tren digital agar setiap pandangan yang disampaikan tetap relevan, kritis, dan dekat dengan realitas transformasi teknologi saat ini.
Facebook Comment
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.