Sabtu, Mei 8, 2021

Etika dan Bisnis dalam Dunia Modern

Tak Ada Indonesia Tanpa Karya Persatuan

Salah satu—dan bahkan boleh jadi satu-satunya—kekuatan “magis” teramat penting dan berharga ialah gagasan persatuan dan kesatuan. Berangkat dari gagasan inilah The Founding Fathers kita...

Memakan “nasionalisme”

Semua manusia di muka bumi ini pasti memiliki makanan kesukaannya. Misalnya gado-gado, orang tertentu mempunyai alasan pribadi mengenai makanan ini. Dari segi kerenyahannya sebagai...

Problematika Beragama di Era Sekarang

Mendekati kemerdekaan Indonesia yang ke 75, kebebasan beragama nampaknya belum bisa ikut merasakan kemerdekaan. Kemunduran kebebasan beragama masih sering kita lihat dalam lingkungan bermasyarakat...

Mengapa Perempuan Terkena Toxic Financial di Era New Normal?

Berbicara soal cinta memang tidak ada batasnya. Cinta memiliki dimensi yang berbeda. Rahasia-rahasia dibaliknya seperti petak-petak misteri di dalam suatu box. Kita hanya bisa...
Khoirul Anhar
Mahasiswa IAIN Jember

Etika dan Bisnis dalam Dunia Modern

            Dari waktu ke waktu cara seorang bussines dalam berbisnis telah begitu cepat mengalami banyak perubahan, baik dalam hal promosi, pemasaran, dan juga etika yang di pakai seorang pembisnis untuk menarik seseorang (mitra) yang mau bekerja sama dengannya. Dalam pembahasan kali ini saya ingin membicarakan terkait Bisnis dan Etika dalam Dunia Modern, sebelum saya membahas terkait judul ini, saya ingin mengenalkan beberapa pengertian :

  • Bisnis

Bisnis secara bahasa adalah organisasi yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa, atau keduanya dengan pelanggan. Dalam imu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa inggris “Business”, dari kata busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengajarkan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

  • Etika 

Etika berasal dari bahasa (Yunani kuno) “ethikos” yang berarti “timbul dari kebiasaan” adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti Benar, Salah, Baik, Buruk dan Tanggung Jawab. Dari pengertian diatas dapat saya ambil kesimpulan bahwa “etika adalah suatu bentuk sikap, tindakan, atau perbuatan dari diri seseorang terhadap sesuatu. Timbulnya suatu etika seseorang bisa saja berasal dari sikap, kebiasaan, dan juga lingkungan.”

            untuk membentuk suatu etika yang baik dalam diri seseorang, perlu adanya pembelajaran atau penanaman etika mulai dari usia dini. Fungsi dari penanaman etika itu sendiri adalah supaya seseorang dapat berperilaku yang baik kepada seseorang yang ada di sekelilingnya baik dalam hal bersosialisasi maupun berbisnis.

  • Dunia Modern (Zaman Modern)

Zaman modern atau zaman kiwari biasanya merujuk pada tahun-tahun setelah 1500. Tahun tersebut ditandai dengan runtuhnya kekaisaran romawi timur, penemuan amerika oleh christopher columbus, dimulainya zeithgeist dan reformasi gereja oleh martin luther. Masa modern ditandai dengan perkembangan pesat dibidang ilmu pengetahuan, politik, dan teknologi.

Aapakah Etika itu Penting dalam Sebuah Bisnis di Zaman Modern ini ?

Dari ketiga pengertian diatas dapat saya simpulkan bahwasannya etika dalam sebuah bisnis adalah termasuk suatu hal yang penting, karena “seorang business yang punya banyak mitra tidak terlepas dari etika yang baik”. Maksudnya adalah jika kita ingin mendapatkan seorang mitra dalam suatu hal bisnis, maka kita harus beretika yang baik agar seorang mitra tertarik untuk berbisnis dengan kita. Salah satu hal yang perlu kita tanamkan agar kita mempunyai etika yang baik adalah :

  • Kejujuran. Kejujuran merupakan suatu poin yang terpenting dalam sebuah bisnis, karena jika kita mempunyai sifat jujur dan menanamkan kejujuran kita kepada orang lain, maka kita akan mendapatkan trust (kepercayaan) dari orang yg kita tanami kejujuran.
  • Integritas. Seseorang yang mempunyai integritas yang baik maka dia akan mudah mendapatkan mitra, karena bentuk dari sifat integritas sendiri adalah konsisten, dan kesinkronan antara perkataan dan perbuatan.
  • Memenuhi janji serta komitmen yang dibuat. Seorang pembisnis dapat dipercaya karena ia mau dan mampu memenuhi segala janji dan komitmen yang pernah dibuat.
  • Loyalitas. Loyalitas dapat ditunjukkan dengan bekerja sesuai dengan visi dan misi perusahaan serta tidak mencampurkan urusan kantor dengan masalah pribadi.
  • Keadilan. Keadilan adalah bentuk sikap yang tidak pilih kasih terhadap apa yang ingin di bebankan pada sesuatu, yakni tidak memandang kedudukan atau kekuatan yang dimiliki, untuk bersifat otoriter.
  • Kepedulian. Sebagai seorang pembisnis kita harus menjadi pribadi yang menunjukkan kepedulian, simpatik, dan baik hati.
  • Penghargaan. Maksudnya penghargaan disini adalah bentuk sifat menghargai antar sesama, dengan tidak membedakan perlakuan kepada orang lain berdasarkan jenis kelamin, ras, budaya, dan agama.
  • Memenuhi Aturan. Dalam dunia bisnis pasti terdapat berbagai aturan, baik aturan yang tidak tertulis maupun aturan yang tertulis. Patuhilah aturan tersebut agar menjadi pembisnis yang disegani banyak pihak.
  • Jiwa Kepemimpinan. Seorang pembisnis harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik dengan menyadari adanya tanggung jawab yang dipikul.
  • Menjaga Reputasi. Menjaga reputasi disini contohnya kita harus bisa menjaga nama baik dari perusahaan kita dan seluruh hal yang ada di dalamnya. Hal inilah yang akan memicu datangnya konsumen, karena percaya bahwa perusahaan anda dapat memenuhi segala kebutuhannya.

Apa saja bentuk dari etika yang buruk dalam dunia modern saat ini?

            Dari berkembangnya teknologi saat ini membuat orang semakin mudah untuk melakukan apa yang di inginkannya, terutama untuk mendapatkan suatu keuntungan, seseorang rela untuk berbuat yang tidak sesuai dengan etika, dan moral. Contohnya dalam hal bisnis saat ini banyak terjadi penipuan dalam jual beli online, dan hal-hal lainnya yang bisa merugikan orang lain. Berikut ini adalah bentuk contoh etika buruk yang dilakukan dalam sebuah bisnis di zaman modern saat ini :

  • Memproduksi barang-barang yang merugikan orang lain.
  • Melakukan penimbunan barang, sehingga menjadikan orang lain sulit untuk mendapatkan suatu barang itu sendiri.
  • Memberikan produk yang tidak sesuai dengan apa yang di pesan seorang konsumen.
  • Menutupi kecacatan dari barang-barang yang di produksinya.
  • Melakukan penipuan dalam jual beli online.

Kesimpulannya, sebagai seorang muslim untuk menjadi seorang pembisnis yang beretika baik, kita harus mengikuti aturan-aturan dalam islam, dan kita harus menekankan bahwasannya keuntungan yang sebenarnya itu bukan keuntungan yang kita dapat ketika berbisnis, tapi keuntungan yang sebenarnya adalah keuntungan yang besok kita rasakan di akhirat kelak, dengan itu kita tidak akan melakukan penipuan dan kecurangan, yang bisa mengakibatkan orang lain rugi.

Sekian penjelasan dari pembahasan tentang bisnis dan etika dalam dunia modern, kurang lebinya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya wassalamualaikum wr. wb.

Khoirul Anhar
Mahasiswa IAIN Jember
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Pembelajaran Jarak Jauh, Efektifkah?

Sejak ditetapkannya pandemi Covid-19 di Indonesia, banyak sektor yang terdampak, mulai dari ekonomi, pariwisata, sosial dan budaya termasuk sektor pendidikan. Pembelajaran tatap muka (offline) yang selama...

Memperkuat Proteksi Konstitusi

Akhir-akhir ini, diskursus mengenai perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode semakin menguat. Untuk masa sekarang, Pasal 7 UUD NRI 1945 menegaskan pembatasan masa...

Orientalisme, Prancis, dan Kita

Kita tentu masih ingat beberapa bulan lalu hebohnya sebuah kasus di Prancis mengenai gambar Nabi Muhammad yang dianggap melecehkan Islam, yang menuai reaksi keras. Dalam...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Menjawab Ahmad Daryoko, Parasit 212

Sudah sejak lama orang ini kerap menyebarkan kabar bohong. Motif di balik itu sebenarnya karena sakit hati. Orang ini pernah jadi Ketua Serikat Pekerja...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Kartini-Kartini 4.0

“Habis bikin kopi, sachet nya jangan dibuang sembarangan, pilah ke tempat sampah plastik!” begitu kata istri. Alhasil, saya harus memungut ulang sachet plastik kopi...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.