Senin, Juli 15, 2024

Duka Nduga, Duka Pembangunan Indonesia

Herlina Butar-Butar
Herlina Butar-Butar
Laboratorium Medis, Manajer di Alkes, Owner Laboratorium, Wartawan, NGO, Mendirikan BUMDES pertambangan (Non-Mercurial Gold Mining Project)

Selasa, 4 Desember 2018 Indonesia mendapat kabar tentang penembakan pekerja PT. Istaka Karya yang sedang membangun jembatan. Beberapa sumber mengatakan 31 pekerja gugur dibunuh, yang kemudian diralat bahwa 24 pekerja gugur dan 7 pekerjaan lainnya luka-luka.

Sebelumnya sekitar Maret 2018, beberapa tayangan you tube, Presiden Joko Widodo pernah bercerita tentang keinginannya ke Nduga hingga perjalannya menuju ke Nduga Papua. Ada beberapa informasi yang menyuruh beliau ke sana.“Pak, coba bapak ke Nduga, nanti bapak akan kaget”

Jokowi memberi perintah, “Saya mau ke Nduga”.

Kapolri dan Panglima TNI tidak memperbolehkan. “Bapak jangan ke sana, karena itu daerah berbahaya, daerah rawan, daerah yang paling rawan”

Seperti biasa, Jokowi dengan keras kepala mengatakan, “Saya gak mau tahu, pokoknya dua hari lagi, saya akan ke Nduga, urusan keamanan, itu urusanmu…”

Jokowi bercerita, bahwa dari Wamena menuju ke Nduga membutuhkan waktu empat hari empat malam berjalan di tengah hutan.

Jokowipun berangkat ke Jayapura. DariJayapura ke Wamena, dari Wamena lalu ke Nduga dengan helikopter. Beliau berangkat bersama bu Jokowi.

Jokowi sangat sedih menemui kenyataan bahwa, selama 70 tahun, Indonesia merdeka, bahkan aspal 1 meterpun tidak ada. Saat itu Jokowi memerintahkan agar jalan dari Wamena ke Nduga agar segera dibangun, demi membuka isolasi masyarakat yang ada di sana.

Jokowi mengatakan bahwa saat ini,jalan sudah dibangun. Sebagian sudah diaspal, sebagian belum. Akses sudah mulai terbuka, mobil sudah bisa lewat, trailpun sudah bisa lewat di sana.

Saat ini, saat mendengar kabar tentang penembakan karyawan PT. Istaka, mungkin barulah mata kita terbuka bahwa betapa masih ada bagian lain di belahan bumi Indonesia yang masih sangat terbelakang. Ada bagian lain dari pertiwi kita belum ada jalan dan jembatan,dan bahkan masih ada kelompok-kelompok yang menguasai daerah terpencil menggunakan senjata.

Jangankan untuk mendatangi daerah terpencil itu, bahkan untuk membangun dengan niat baikpun, masih dihadang dengan senjata dan nyawa menjadi taruhannya. Daerah hutan rimba lebat, dengan ular besar yang siap melahap, buaya yang akan menyerang, bahkan gigitan nyamuk malaria yang bisa menghilangkan nyawa. Bahkan, sekelompok orang yang sedang membangun jembatan bagi daerahnya, justru disambut dengan peluru dengan bayaran nyawa.

Saat ini, baru saya menyadari, bahwa benar apa yang dikatakan oleh Kapolri dan Panglima TNI bahwa daerah tersebut sangat rawan. Diluar pemikiran kita, bahwa kekhawatiran Kapolri dan Panglima TNI adalah benar-benar sebuah kekhawatiran akan keselamatan seorang Kepala Negara.

Seorang Kepala Negara yang luar biasa. Presiden keras kepala yang berani mendatangi daerah rawan konflik dengan ancaman nyawa demi pembangunan yang adil dan merata.

Kita berhak curiga, mengapa dit engah hutan belantara ada kelompok bersenjata. Kita berhak bertanya, mengapa ada kelompok orang menggunakan senjata standar NATO? Mengapa ada penduduk sipil di tengah hutan terpencil memiliki senjata canggih.

Jika Kapolri mengatakan bahwa senjata tersebut berasal dari senjata rampasan dan konflik Ambon, sebagai bangsa Indonesia, saya patut curiga, siapa dibelakang mereka?

Gugurnya para pekerja PT. Istaka Karya adalah sebuah pengorbanan atas nama pembangunan. Pembangunan Indonesia demi mewujudkan Keadilan Sosial.

Bagaimanapun kejadiannya, mereka layak disebut pahlawan. Keadilan sosial bagi seluruhrakyat Indonesia, jelas bukan bagi pulau Jawa saja.

Papua juga berhak menikmati manisnya merdeka dan lezatnya kue pembangunan. Keadilan sosial adalah milik seluruh rakyat Indonesia.

Herlina Butar-Butar
Herlina Butar-Butar
Laboratorium Medis, Manajer di Alkes, Owner Laboratorium, Wartawan, NGO, Mendirikan BUMDES pertambangan (Non-Mercurial Gold Mining Project)
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.