Sabtu, Juli 13, 2024

Dinamika Status Negara di Kawasan Pasifik Barat Daya

Fitri Rahmawati
Fitri Rahmawati
Mahasiswi jurusan Hukum Tata Negara di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu Fitri juga mitra komunitas di Share and Shine dan relawan digital Palang Merah Indonesia.

Oseania atau Kawasan Pasifik Barat Daya terletak di sekitar Samudera Pasifik. Berada di antara tiga benua yaitu Asia, Australia bagian timur dan Amerika sebelah barat. Membentang dari Papua New Guenia hingga New Zealand. Negara-negara yang berada di Kawasan Pasifik Barat di antaranya: Vanuatu, Fiji, Tuvalu, Kepulauan Solomon, New Caledonia, dan Kiribati.

Kawasan Pasifik Barat Daya berbentuk kepulauan-kepulaun kecil dan daratan rendah. Bahkan negara di Kawasan Pasifik Barat Daya memiliki ketinggian rata-rata yang rendah. Vanuatu dengan ketinggian rata-rata 398 m, Fiji 662 m, Kepulauan Solomon 1.166 m, New Caledonia 814 m, Tuvalu 1,83 m dan Kiribati yang hanya1,8 m atau 180 cm.

Kawasan Pasifik Barat Daya  terletak di Samudera Pasifik  memiliki pulau-pulau kecil yang dikelilingi laut dalam dan memiliki dinamika kelautan yang terjam seperti memiliki banyak arus, adanya gunung api bawah laut dan pusat badai tropis. Hal tersebut membuat kepulaun atau negara- negara yang berada di sana tidak stabil dan rentan terhadap bencana. Selain itu perubahan iklim juga menjadi masalah yang harus dihadapi negara-negara di Kawasan Pasifik Barat Daya.

Seperti yang diketahui, perubahan iklim membuat permukaan es di bumi mencair, dan mengakibatkan naiknya permukaan air laut serta mengakibatkan tenggelamnya daratan-daratan rendah di pesisir pantai dan kepulaun-kepulauan kecil.

Krisis wilayah

Letaknya yang berada di sekitar Samudera Pasifik membuat wilayah negara-negara yang berada di Kawasan Pasifik Barat Daya tersebut tidak stabil karena harus berhadapan dengan potensi bencana alam.

Perubahan Iklim menjadi ancaman bagi penduduk yang tinggal di Kawasan Pasifik Barat Daya. Perubahan iklim memunculkan isu pulau tenggelam akibat naiknya permukaan air laut. Bahkan banyak penelitian yang menyatakan bahwa negara-negara di Kawasan Pasifik Barat Daya akan tenggelam di abad ini.

Sebagai contoh, negara Tuvalu, ketinggian rata-ratanya hanya 1,83 m, titik tertinggi negaranya di Niulakita yaitu hanya setinggi 5 mdpl. Dalam UN Climate Change Conference, Tuvalu dinyatakan dalam kegawatan perubahan iklim. Tuvalu tenggelam 4,6 mm per tahunnya dan diperkirakan tenggelam 20 – 40 cm seratus tahun ke depan.

Adapun negara Kiribati, negara yang hanya seluas 811 km2. Sebagian wilayahnya sudah tenggelam. Air laut mulai meluap menutupi desa pesisir luar Kiribati, sampai tinggal menyisikan garis pantai panjang yang merupakan titik tertinggi negara itu. Titik itu berada di selatan Kota Tarawa yang hanya 3 mdpl. Setiap tahun pun wilayah Kiribati turun satu cm. Bahkan, melansir dari laman resmi PBB, sebagian besar penelitian menunjukkan Kiribati berisiko tenggelam pada abad ini.

Dalam menyikapi krisis wilayah tersebut, pemerintah Kiribati juga telah membeli lahan di Fiji untuk mempersiapkan ketahanan pangan mereka dan tempat tinggal cadangan warga Kiribati. Namun, Fiji juga terletak di Kawasan Pasifik Barat Daya, sehingga itu juga bukan solusi jangka panjang mereka dalam mengatasi krisis wilayah tersebut, karena kemungkinan besar Fiji juga akan mengalami hal yang sama seperti Kiribati.

Sama halnya dengan Kiribati, Fiji juga mengalami krisis wilayah. Letaknya yang sama dengan Kiribati membuat Fiji mengalami hal yang sama seperti Kiribati. Permukaan air laut naik dan El Nino yang kuat membuat wilayah negaranya terancam tenggelam. Bahkan menurut Kebijakan Perubahan Iklim Nasional Fiji, sejak tahun 1993 permukaan laut Fiji naik 6mm per tahun, lebih besar dari rata-rata global dan meningkat dua kali lipat di abad ini. Hal tersebut telah meneggelamkan desa pesisir pantai yang wilayahmya rendah.

Perubahan iklim memang menjadi ancaman terbesar bagi negara-negara yang berada di Kawasan Pasifik Barat Daya karena wilayahnya menjadi rentan untuk tenggelam.

Status “Negara” di Kawasan Pasifik Barat Daya

Melihat dari krisis wilayah yang melanda negara-negara di Kawasan Pasifik Barat Daya, memunculkan pertanyaan, bagaimana nasib status negara di Kawasan Pasifik Barat Daya tersebut.

Wilayah negara-negara di Kawasan Pasifik Barat Daya perlahan tenggelam akibat perubahan iklim dan warga negaranya ikut meninggalkan negaranya untuk mencari wilayah baru yang lebih baik untuk ditinggali.

Ditinjau dari teori mati tuanya negara, banyak faktor dari muncul dan hilangnya suatu negara. Negara bisa hilang karena faktor sosial seperti peperangan, penaklukan, penggabungan, pemisahan maupun perjanjian. Selain itu, faktor alam seperti bencana alam dan perubahan iklim juga merupakan faktor yang dapat membuat hilangnya suatu negara seperti yang tengah terjadi di negara Kawasan Pasifik Barat Daya ini.

Pada hakikatnya, sebuah negara harus memenuhi unsur-unsur dari negara, yaitu: wilayah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat. Jika unsur tersebut tidak terpenuhi, sulit untuk mengakui bahwa suatu negara sebagai negara.

Dari apa yang terjadi pada negara-negara di Kawasan Pasifik Barat Daya, apabila perubahan iklim terus berlanjut dan mereka tidak bisa menemukan solusi, lalu kehilangan semua bagian negaranya dan rakyatnya meninggalkan negaranya, sehingga pemerintah pun juga tidak bisa menjalankan fungsinya, maka negara-negara tersebut tidak memenuhi unsur negara dan hilang status diakui sebagai negara, sehingga tidak bisa bergabung dalam percaturan global.

Oleh sebab itu, perlu adanya upaya penyelesaian masalah perubahan iklim global agar setiap negara terutama negara yang berada di Kawasan Pasifik Barat Daya tetap bisa mempertahankan negaranya.

Fitri Rahmawati
Fitri Rahmawati
Mahasiswi jurusan Hukum Tata Negara di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu Fitri juga mitra komunitas di Share and Shine dan relawan digital Palang Merah Indonesia.
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.