Selasa, Mei 18, 2021

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

Agnez Mo dan Fenomena FOMO

Media sosial Indonesia kembali diramaikan oleh suatu isu yang sejatinya tidak bermutu namun memantik jiwa nasionalisme. Isu ini bermula dari statement seorang Agnez Mo yang...

May Day dan Pil Pahit Pandemi

Di masa pandemi yang sudah bulan ke-2 sejak diumumkan oleh Presiden Jokowi (2/3) di Indonesia, nyatanya seluruh lapisan tidak dapat menghindar. Bahkan pejabat publik...

Kim Ji Young, Perempuan Pekerja dan dan Pahitnya Kenyataan

Di tengah kultur patriaki yang kuat di negeri ginseng, sebuah film dengan nuansa feminis muncul ke permukaan. Film bertajuk Kim Ji Young: Born 1982...

TBM Ujung Tombak Majunya Literasi Daerah 3T

Saya masih ingat betul Sabtu 23 September 2017 untuk pertama kalinya saya sampai di Desa Widit tempat saya bertugas sebagai Guru Garis Depan (GGD)...
melkior sedek oddo
Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. IG: @ekki_sedek_oddo

 

Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia Kecil. Banyak wilayah sekitar Asia Kecil tercatat dalam Kitab Perjanjian Baru yang menjadi tujuan dan persinggahan murid-murid Yesus.

Tanpa bermaksud apapun, harus diakui wilayah-wilayah itu tidak lagi menjadi basis kekristenan. Selain itu, tanda yang paling jelas bahwa Yesus lahir, tumbuh dan berkembang dalam budaya dan peradapan Timur Tengah.

Pada awal Maret 2021, dunia tertuju pada kunjungan Paus Fransiskus ke Irak. Kunjugan yang berlangsung selama 4 hari itu menyita perhatian dunia apalagi di tengah situasi global yang masih dilanda Covid-19. Ini merupakan lawatan pertama Paus Fransiskus ke Irak yang disambut Presiden Irak, Barham Salih dengan pengamanan militer ketat.

Namun harus diingat, ini bukan yang pertama Paus Fransiskus mengunjungi Timur Tengah atau bertemu dengan para pemimpin negara-negara Timur Tengah. Pada awal febuari 2019, Paus Frasiskus mengunjungi Uni Emirat Arab dan mendandatangani dokumen tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Beragama.

Dokumen yang dikenal dengan The Document on Human Fraternity itu menjadi babak baru dalam menjalin hubungan baik antara Kristen dan Islam di mana Ahmed el-Tayeb (Imam Besar Al-Azhar Mesir) menjadi wakil dari Islam.

Bagi saya dan mungkin sebagian besar dari kita setuju bahwa gebrakan Paus Frasiskus benar-benar sesuatu yang patut diikuti oleh para pemimpin baik pemimpin agama maupun pemimpin negara. Pesan perdamaian tidak lagi sebatas hubungan Islam dan Kristen tetapi bagi perdamaian dunia secara luas.

Tentu masih kuat dalam ingatan kita, perang saudara yang menimpa saudara-saudara kita di Timur Tengah khususnya di Irak dan Suriah beberapa tahun silam.

Yang jelas kunjungan Paus Fransiskus ke Irak tidak semata untuk memberi perhatian khusus bagi umat kristiani di Irak yang mengalami persekusi dari kelompok ekstrimist. Tetapi benar-benar ingin membawa pesan perdamaian  bagi rakyat Irak secara keseluruhan seperti yang ditekankan Paus selama di Irak.

Beberapa hal menarik yang dilakukan Paus selama kunjungan di Irak sungguh terkesan dan penuh sikap kerendahan hati sebagai seorang Pemimpin Gereja Katolik dengan jumlah umat sekitar 1,3 miliar. Misalnya saja, Paus Fransiskus menyeruhkan Irak sebagai the land of Abraham or Ibrahim yang mana  diakui baik dalam Taurat, Alkitab maupun Al-Quran.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya untuk dilihat, di Uni Emirat Arab Paus menandantangani the document on fraternity bersama Ahmed el-Tayeb sebagai representasi kelompok Sunni sementara di Irak Paus bertemu dengan salah satu tokoh penting umat Syiah, Ayatollah Ali al-Sistani.

Selain itu, Paus juga mengunjungi wilayah otonomi Kurdi dan kiranya dapat dibaca sebagai upaya “mendamaikan” rakyat Kurdi yang mengalami penderitaan serupa dari serangan kelompok ekstrimis.

Membangun Persaudaran Universal 

Apa yang kita lihat dari fakta-fakta di atas, Paus Fransiskus telah menunjukkan niat baik dalam menjalin persaudaraan universal. Kiranya, hal ini dapat dilihat sebagai realisasi dari Ensiklik Paus Fransiskus, Fratelli Tutti, sebuah dokumen untuk seruan akan persaudaraan dan persahabatan sosial. Semua adalah saudara!

Sebagai sesama umat manusia, sudah saatnya kita menyelesaikan persoalan umat manusia secara bersama.

Persaudaraan tidak lagi dibatasi oleh sekat apapun sebagai sesama umat manusia. Inklusifitas Paus Fransiskus telah menggambarkan sikap Yesus (Isa Al-masih) selama masa hidup-Nya. Para petinggi agama Yahudi sering menjadi sasaran kritikan Yesus karena mereka selalu merasa diri paling benar dan seolah keselamatan Allah hanya berlaku bagi bangsanya saja.

Dalam perumpamaan tentang seorang Samaria yang baik hati (Lukas 10:25-37 ), Yesus membongkar paham eksklusif orang Yahudi pada zaman-Nya. Mereka menganggap bahwa orang Samaria sebagai orang kafir karena berbaur dengan bangsa lain sehingga tidak lagi murni sebagai orang Yahudi.

Yesus justru bersikap sebaliknya, sesama saudara tidak lagi hanya sebatas sesama Yahudi saja tetapi terhadap seluruh umat manusia.

Dalam pekan lalu, umat kristiani merayakan Pekan Suci yang puncaknya pada Perayaan Paskah. Kiranya, kebangkitan Yesus sungguh dapat memberi inspirasi bagi semua umat manusia untuk mampu membuka diri bagi sesama tanpa melihat sekat-sekat perbedaan.

Dan Paus Fransiskus, melalui lawatannya ke Uni Emirat Arab dan Irak, telah memberikan model bagi dunia dan tentunya bagi bangsa Indonesia dalam membangun persaudaraan universal.

Dan kiranya, siapapun kita baik sebagai pemimpin atau masyarakat biasa dapat mulai memikirkan tindakan praktis dalam membangun persaudaraan universal itu. Sudah saatnya kita untuk melihat nilai atau fakta yang dapat menyatukan sebagai sesama umat manusia.

melkior sedek oddo
Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. IG: @ekki_sedek_oddo
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.