Sabtu, April 24, 2021

Dialog Sang Penyemangat

Politik Persatuan Tanpa Hoaks

Tahun perpolitikan Indonesia sedang memasuki masa-masa yang rawan dan panas. Diawali dengan Pilkada dan Pileg 2018 serta dilanjutkan dengan Pilpres tahun 2019. Hak pilih...

Pendidikan Karakter: Nasihat Dedi Mulyadi Kepada Jokowi

Korupsi itu tidak memandang strata pendidikan. Beberapa oknum koruptor bahkan telah mengenyam pendidikan tinggi. Mengapa tingkat pendidikan tidak memiliki imbas terhadap perilaku koruptif? Karena...

Kejutan untuk Cebong dan Kampret

Pertemuan antara Megawati dan Prabowo pada 24 Juli 2019 menguatkan dominasi oligarki politik dalam dinamika saat dan setelah pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019. Hampir...

Harmonisasi Agama dan Sains, Pendidikan Islam Menuju Abad 21

Seorang guru yang merupakan produk lulusan pendidikan Belanda mengajar murid-murid generasi era ’90-an. Murid-murid generasi era ’90-an itu kemudian tumbuh menjadi para guru era...
Musthafa Muhammad Drehem
Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Ketika Sang Penyemangat datang kepadaku untuk memberikan tausiyah yang membarakan kalbu, Jiwaku begitu menggebu-gebu. Setiap kudengar tausiyah suci itu rangkai katanya merona dikalbu dan alur ritmiknya memerah telingaku.

Jiwaku menggebu haru bertalu. Setiap derap pergerakan dihentakkan menyentak rasa lengang sanubari menggetar senyap keterlenaanku. Dan aku mulai berdialog dan memohon dengan sang penyemangat “Wahai geloraku, jangan tenggelamkan rasa cintaku pada perjuangan ini hanya karena tak bertemu sang guru,yang selalu mengetuk pintu hatimu”.

Kemudian sang penyemangat membalas perkataanku dengan lantunan suci, “Sematkan dalam ingatanmu, pandangan optimis penuh harapan, Seperti menatap indahnya langit biru yang penuh cahaya, sangat menghangatkan hati”. Agar kusambut langkah perjuangan itu bersama kalam dan sabda yang tlah terpatri.

Kemudian sang penyemangat menyerukan dengan menggebu “Buktikan rasa peduli, simbol pemberani agar sinarnya terangi persada ini. Jadilah bunga yang harum di persada ini, menebar wangi, pesona alami. Bangkit dan melangkahlah dengan pasti, peradaban di negeri ini harus tegak berdiri.

Ketika itu aku memiliki banyak cobaan yang diberikan tuhan berupa banyak sekali permasalahan yang ada di negeri ini. Aku pun telah lama mencari suatu jawaban atas permasalahan ini.

Dimana sang penyemangat pun memberikan nasihat terhadap masalah yang ada, “Setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya.Tapi yakinlah bahwa tuhan tidak akan memberikan cobaan di atas kemampuan hambanya.

Mungkin masalah itu sudah Allah tentukan, untuk belajar tegar dalam menghadapi hidup.” Kemudian aku masih berkeluh kesah atas banyaknya cobaan yang diberikan Allah yang membuat jiwaku tidak mampu mengatasi banyaknya cobaan itu.

Tetapi sang penyemangat pun tetap tersenyum kepadaku dan memberiku suatu jawaban yang bijak, “Janganlah mengeluh dengan masalah yang dihadapi, karna mengeluh itu hanya akan membuat hambanya semakin terpuruk.

Belajarlah mencari solusinya dan tentukan mana yg baik untuk umat dan mana yg tidak baik untuk Umat, dan belajarlah memecahkan masalah dengan kalbu yg penuh ketenangan. karena apabila kalbu dalam batin yang tenang maka pikiran pun jernih, dan apabila pikiran jernih maka tutur kata pun akan baik dan sopan. Tuk itu jangan larilah dari masalah dan cari solusinya, pecahkan masalahnya dengan penuh kebijakan, itu akan menjadikan hidup lebih baik”. Akupun bergetar atas jawaban itu.

Dengan keyakinan penuh untuk mencari solusi yang bijak untuk negeriku agar berbagai cobaan menjadi sesuatu pembelajaran baru buatku. Sang Penyamangat pun berbisik kepadaku “Jangan pernah takut jika hari ini air mata yang ada, karena mungkin semua ini sebagian dari cara tuhan untuk membentuk pribadi hambanya, untuk jadi pribadi yang kuat di saat semua cobaan dan kesedihan itu datang menghampiri hambanya”.

Hidup itu misteri, terkadang apa yang diinginkan terkadang tidak sesuai dengan harapan dihari ini manusia bisa tertawa lepas, dengan sekejap tuhan bisa memberikan kita air mata. Dari bisikan sang penyemangat kepadaku aku mendapatkan Pembelajaran bahwa dari berbagai cobaan maka hadapi semua nya, buang semua rasa takut kita terhadap dunia dan buang semua nya jauh-jauh. Rasa takut hanya akan membuat jiwa semakin terjatuh.

Pesan dari sang penyemangat untuk jiwa-jiwa yang ingin membangun negeri di bumi persada ini bagaimana kita harus gantungkan semua impian, yakin kan kalbu, Mari wujudkan semua impian. Dan buktikan kepada dunia jiwa lah pemenang nya, bukan dunia yang akan pecundangi diri tetapi diri yang kan pecundangi dunia.

Ikhlaskan air mata yang mengalir hari ini, dan yakinlah air mata yang keluar di hari ini esok akan menjadi permata. Akan menjadi sesuatu yang indah seperti pelangi yang muncul setelah turun hujan, dan mentari yang terbit setalah malam meninggalkan ceritanya.

Musthafa Muhammad Drehem
Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.