Minggu, April 18, 2021

Delegitimasi KPU, Jurus Pamungkas yang Tak Ampuh

Sengkarut Rancangan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Eskalasi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja dalam format Omnibus Law kian meningkat, utamanya dari kalangan buruh. Sejatinya, substansi penolakan ini tidak berbeda...

Pemilu, Ambisi, dan Persekusi

Setiap negara di seluruh belahan dunia tentunya membutuhkan sosok seorang pemimpin yang bertujuan untuk membawa negara tersebut menuju kemakmuran dan mencapai tujuan bangsa. Pemimpin merupakan...

Sebelum Puasa Ramadhan Berakhir

Ramadhan adalah bulan yang paling istimewa di antara 12 bulan lainnya didalam islam. Keistimewaan ramadhan adalah karena di dalamnya bulan yang penuh berkah dan...

Tragedi Asmat dan Peran Aisyiyah Mewujudkan Indonesia Sehat

Baru-baru ini Harian Kompas melaporkan kondisi kesehatan anak-anak di Kabupaten Asmat, Papua. Masalah kesehatan yang membelit di Asmat adalah wabah campak dan gizi buruk...
Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi

Layak muncul pertanyaan tersebut, karena selama proses kampanye berjalan tidak ada sesuatu yang signifikan. Soal DPT (Daftar Pemilih Tetap) pun, telah diklarifikasi. Jumlah warga negara asing (WNA) yang terdaftar di DPT. Jumlahnya juga signifikan.

Lalu, apa yang sebenarnya diinginkan kubu pasangan 02. Sampai Amien Rais mengeluarkan ultimatum akan mengepung kantor KPU. Karena KPU dianggap tidak netral.

Yang tidak netral dan berpihak yang mana? Ini juga jadi pertanyaan. Protes tersebut akan jadi lumrah dan wajar. Apabila pelaksaan coblosan sudah berlangsung. Sehingga banyak ditemukan pelanggaran di lapangan. Lalu, pihak 02 memprotes ketidak netralan tersebut.

Lah, yang terjadi kubu 02 protes saat proses kampanye berjalan. Kendati panas, namun semua berjalan dengan aturan KPU.

Mengutip pernyataan aktivis 98 Adian Napitulu saat dialog di sebuah televisi swasta. Dialog menyikapi pernyataan Wakil Sekretaris Partai Demokrat Andi Arief tentang pencoblosan kertas suara 7 konteiner di Tanjung Priok. Yang itu semua ternyata Hoaks.

Menyikapi hal tersebut, Adian mengatakan, bahwa pihak 02 mengiring opini bahwa pemilu capres tidak demokratis. KPU tidak netral. Artinya, kemenangan Jokowi tidaklah sah.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, pihak oposisi menciptakan kesan bahwa KPU tidak netral. Karena, mereka sudah tahu kalau Prabowo-Sandi bakal kalah.

Jurus Terakhir Pasangan 02

Kasus 7 konteiner adalah kotak pandora menuju kontruksi narasi pemilu ini tidak sah. Terjadi banyak kecurangan yang dilakukan KPU untuk memenangkan petahana. Namun pada ahkirnya terbukti Hoax.

Upaya lain yang dilakukan. Dengan mendatangi kantor KPU. Pimpinan Demo Amien Rais terlihat sangat tendensius mengeluarkan ancaman. Agar KPU tidak main-main dalam Pilpres mendatang.

Diskursus yang dibuat kubu 02. Sangatlah tidak logis dan rasional. Malah kelihatan nampak kepaninakan mereka menghadapi kenyataan kekalahaan saat coblosan 17 April mendatang.

Waktu mendekati 30 hari pencoblosan. Sangatlah sulit mengejar ketinggalan. Selilisih 20 % dalam survey, sangat mustahil dikejar. Apalagi tidak ada satu momen yang tepat mengangkat elektabilitas pasangan 02.

Memang survey bukan menjadi takaran mutlak kemenangan. Namun menjadi asumsi dasar potensi kandidat. Apakah masih mampu memenangkan atau sudah harus menerima kekalahan. Di sanalah, konsultan memberikan masukan kepada kandidat.

Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi sebenarnya telah mengetahui hal tersebut.  Sehingga kalaupun mengunakan strategi linear kampanye tidak akan berhasil.  Maka upaya lain yang digunakan. Keluar dari rumus-rumus akademis kampanye.

Caranya, meninggalkan sentimen kemarahaan kepada publik. Bahwa pemilu 2014 berlangsung tidak netral. Sehingga Prabowo-Sandi kalah.

Pertanyaannya, ampuhkan narasi tersebut mengiring opini masyarakat? Melihat perjalanan kampanye hingga saat ini.  Apa yang dilakukan Amien Rais tidaklah mempan.  Menginggat kubu 01 juga tidak tinggal diam terhadap gorengan ini.  Gorengan Amin Rais hanya menciptakan kegaduhan.

Efek balik serangan kepada KPU ini telah dibaca juga dikubu Partai Amanat Nasional.  Wakil Ketua Umum DPP PAN,  Bara Hasibuan, mengatakan bahwa aksi yang dilakukan Amien Rais sangat berbahaya bagi proses demokrasi di Indonesia.

Sikap berbeda Bara Hasibuan dengan pendiri PAN ini.  Sebenarnya, mengkhawatirkan efek yang akan ditimbulkan terhadap PAN.  Akan menimbulkan antipati warga kepada PAN di pileg nanti. Bara Hasibuan lebih berpikir realistis tentang kondisi Pilpres nanti.  Sehingga perlu menyelamatkan PAN dari batas ambang partai

Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terorisme Akan Selalu Dapat Tempat Jika Tokoh Islam Masih Ada yang Denial

Berkali-kali sudah esktremisme kekerasan dan kejahatan terorisme terjadi di negeri kita, sejak Bom Bali yang terjadi pada tahuan 2000an sampai tahun ini. Namun sikap...

Kubur Kosong (Refleksi Iman atas Banjir Bandang di Leuwayan)

Minggu, 04 April 2021, umat Katolik sejagat merayakan hari raya Paskah. Paskah adalah peristiwa kebangkitan. Karena itu merayakan Paskah berarti merayakan kemenangan Kristus atas...

Simbol Agama dalam Aksi Teroris

Di Indonesia dalam beberapa hari ini marak terjadi penyerangan oknum yang tidak bertanggung jawab pada wilayah agama dan kepolisian. Agama merupakan simbol kolektif dari...

Menanti Istana Ibu Kota Baru

Dalam pekan kemarin virtual rencana desain Istana di ibu kota baru di Kalimantan Timur. Rencana pemerintahan Joko Widdo memindahkan dari DKI Jakarta ke Kalimantan...

Upaya Normalisasi Hubungan Irak-Arab Saudi

Pada 2 April 2021, kantor berita Irak, INA, menyampaikan bahwa Perdana Menteri (PM) Irak, Mustafa Al-Kadhimi telah kembali ke tanah air setelah mengakhiri kunjungannya...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Masa Depan Peradaban Islam dalam Pandangan Ziauddin Sardar

Masa depan peradaban Islam dalam banyak tulisan selalu dikaitkan dengan ide kebangkitan Islam yang telah dimulai sejak abad ke-18 yang lalu. Meskipun sudah kurang lebih...

Banyak Baca Buku Jadi Pintar, Sedikit Baca Jadi Orba

Minggu lalu, akun twitter Presiden Jokowi @jokowi menggunggah kegiatan membagi-bagi buku. "Membagi buku untuk anak selepas Jumatan bersama masyarakat di Masjid Jami Annur, Johar...

Perlukah Produk Riset Perguruan Tinggi Dipatenkan?

Salah satu tugas perguruan tinggi (PT) adalah melaksanakan penelitian atau riset sebagai bagian dari Tri Dharma PT. Produk-produk riset yang dihasilkan tentu saja berpotensi...

Definisi Kekuatan: Hard Power dan Soft Power

Konsep Dasar Power Kekuatan atau power dalam ilmu Hubungan Internasional adalah elemen utama, terutama dalam kaca mata realisme, Morgenthau menjelaskan bahwa perilaku negara pada dasarnya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.