Jumat, April 23, 2021

Dampak Video Asusila yang Beredar bagi Remaja

Pesta Demokrasi Bukan Pesta Koruptor

"Memang masih bisa maju, tapi kan pasti kalah," begitu Sekjen PAN Eddy Soeparno mengomentari peluang Asrun dalam pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara (Koran Tempo 2/3/2018)....

Menulis di Kertas Masih Menjadi Pilihan

Menulis adalah salah satu cara merekam informasi  untuk suatu saat diingat (dibaca) kembali. Meski kini perkembangan teknologi informasi menawarkan alat dan media yang canggih...

Solidaritas Ekologis

Dalam kontestasi politik, perdebatan yang dihadirkan kelompok masyarakat pada akar rumput terkonsentrasi mengenai pilihan politik dengan debat yang tidak berkesudahan. Sementara di saat yang bersamaan,...

Savage, Booyah, Chicken Dinner, Lalu Apa?

Akhir-akhir ini sering sekali kita melihat orang mabar. Di warung kopi sampai cafe-cafe kekinian banyak sekali gamers yang lagi mabar. Mereka berdalih bahwa itu...
muthie ananda
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Peristiwa penyebaran video asusila di media sosial masih seringkali terjadi, pemeran dalam video tersebut tidak hanya orang dewasa saja bahkan dikalangan remaja juga banyak yang beredar. Salah satu kejadian yang sedang terjadi belakangan ini, maraknya penyebaran video yang diduga mirip banyak artis indonesia yang trending di berbagai aplikasi media sosial.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Asusila dimaknai sebagai tak susila atau tidak baik tingkah lakunya. Asusila sendiri dapat dicontohkan seperti berbuat cabul, berbuat kasar terhadap orang tua dan sebagainya.

Di zaman sekarang yang semakin modern, tentunya banyak masyarakat baik itu orang dewasa, anak-anak , dan remaja sangat aktif dalam menggunakan media sosial. Sehingga dengan beredarnya video-video asusila sangat meresahkan untuk kalangan masyarakat.

Video asusila dapat mengakibatkan pengaruh buruk kepada semua kalangan umur, terlebih kepada anak-anak dan remaja yang masih belum bisa melawan rasa penasaran. Maka, tak jarang menimbulkan perilaku seks pranikah yang dapat mengakibatkan masa depan yang suram. Hal ini juga bisa berdampak terhadap prestasi akademik, jika remaja yang terpengaruhi maka akan melakukan penyimpangan dan kenakalan diantaranya seperti tidak kesanggupan mengikuti pembelajaran, hilangnya kemampuan konsentrasi dan malas belajar.

Berdasarkan riset yang dilakukan CyberPyschology and Behaviour di Skotlandia bahwa remaja pria dari berumur 12 sampai 17 tahun yang secara rutin membuka konten porno di media internet menjadikannya berkeinginan besar seks pada usia dini untuk meniru dari apa yang dilihatnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20-30% remaja pernah melakukan hubungan seks pranikah. Menurut Boyke Dian Nugraha juga bahwa dari setiap tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks pranikah semakin meningkat. Perilaku ini salah satunya disebabkan oleh lingkungan dengan bermacam variasi seperti pengaruh media sosial dan televisi, teman sepermainan, dan bisa juga faktor dari orang tua. Lantas bagaimana tanggapan dari psikolog dan masyarakat terhadap video asusila bagi anak-anak dan remaja ?

Berdasarkan hasil wawancara dengan seorang Psikolog anak dan remaja yang bernama Ratih Zulhaqqi, “ Saat memberikan akses media sosial kepada anak, orang tua harus mendampingi anaknya dikarenakan terjadinya di beberapa orang tua yang mudah percaya terhadap anaknya. Padahal, kalau anak tersebut mengakses konten yang pornografi terus menerus maka dapat merusak pikiran anak” ujar Ratih diwawancarai dan dilansir Republika.co.id pada Senin ( 9/11/2020 ).

Ratih Zulhaqqi menegaskan kepada orang tua supaya mendampingi anaknya saat mengakses media sosial agar dapat mencegah pengaruh konten-konten yang merusak pemikiran mereka seperti konten pornografi baik foto maupun video.

“Video asusila itu sangat berbahaya karena akan mengakibatkan si penonton tersebut merasa penasaran dan ingin mencobanya. Sekarang itu saya sering melihat remaja pada nonton hal-hal yang berhubungan dengan asusila/porno, dan seharusnya Kominfo memblokir apapun itu yang berhubungan dengan video ataupun foto-foto asusila.

Di jaman sekarang ini kita sebagai orang tua harus memantau terus menerus perilaku anak kita, apa yang dilihat dan dilakukan oleh anak dan memberikan perhatian khusus serta edukasi bagaimana menyikapi media sosial.” Kata seorang ibu rumah tangga bernama halimah yang diwawancarai pada hari Rabu ( 12/11/2020)

Halimah menegaskan bahwa hal-hal yang berhubungan dengan asusila memang banyak berdampak negatif untuk masyarakat. Sehingga pihak kominfo harus lebih bertindak tegas menyaring dan memblokir hal-hal yang tidak pantas di konsumsi oleh publik.

Untuk itu pentingnya ada pemberian edukasi dan sanksi terhadap hal-hal yang berhubungan dengan asusila/porno baik yang melakukan maupun yang menyebarkan. Terjadinya perilaku menyimpang ini ketika sang anak menonton konten tersebut tanpa sepengatahuan orang tua dikarenakan kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak, maka para orang tua harus mengawasi apa yang dilihat di media sosial dan menyita alat elektronik yang digunakan apabila terdapat hal yang tidak pantas. Dan penyuluhan dengan memberikannya ilmu pengetahuan beragama yang melarang melakukan tindakan asusila ini harus senantiasa diberikan baik dirumah maupun disekolah.

Sumber

Almurhan,dan Yuliati Amperaningsih. 2012. Fenomena Perilaku Seks Remaja SMP di Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. http://www.ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/. Di akses pada tanggal 11 November 2020

muthie ananda
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.