Apa yang kalian rasakan ketika melihat drama atau film Korea atau Jepang saat ada scane minum air langsung dari keran. Shok? Kaget? Kok bisa? Atau bahkan menginginkan hal yang sama, minum air langsung dari keran. Iri gak si? Sementara kita? Jangankan minum langsung, untuk masak saja masih ragu.
Padahal Indonesia memiliki 6 persen cadangan air dunia, tapi hanya 11,9 persen masyarakat yang bisa mengakses air minum aman. Bahkan di Jakarta hampir 80 persen rumah tangga harus meminum air kemasan. Disusul provinsi lain seperti Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara. Dari 38 provinsi di Indonesia, ada10 provinsi yang 50 persen penduduknya mengkonsumsi air kemasan. Hal tersebut melebihi separuh populasi nasional.
Indonesia sebagai negara kepulauan maritim yang memiliki curah hujan yang tinggi, menyimpan kekayaan sumber daya air yang banyak. Dikutip dari CNBC, Indonesia diperkirakan memiliki kurang lebih 70.000 batang Sungai yang terbagi dalam 42.210 Daerah Aliran Sungai (DAS). Sungai tersebut dimanfaatkan untuk banyak hal mulai dari irigasi, kebutuhan rumah tangga, industri, hingga sebagai sumber listrik.
Tapi, ada satu fakta yang sangat memprihatinkan. Yaitu jumlah air Sungai yang tercemar, dikutip dari buku Reset Indonesia, penulis memaparkan lewat ekspedisi Sungai Nusantara tahun 2021-2023 bersama Ecoton (Ecological Observation and Wetland Conservation), tahun 2021 menujukan bahwa mayoritas Sungai di Indonesia tercemar logam berat berupa tembaga, timbal, kadmium hingga seng.
Sungai Berantas menjadi Sungai yang paling tercemar microplastic dengan kontaminan 636 partikel per-100 liter air. Miksroplastik adalah serpihan plastik yang ukurannya kurang dari 5 milimeter, dan salah satu sumbernya adalah limbah popok.
Popok mengandung 55 persen plastik jika terpapar panas matahari dan aliran air, akan terurai menjadi serpihan plastik kecil atau microplastic. Padahal setiap harinya ada 6 miliar popok yang di produksi setiap harinya di Indonesia. Tapi, hal demikian adalah fenomena global orang Australia memakai 5,6 juta popok setiap harinya, sementara Inggris dan Amerika membuang 3 milyar popok setiap tahun. Yang membedakan, di Indonesia semuanya berakhir di Sungai dan sumber air baku kita setiap hari.
Jika di bandingkan dengan Singapura, menginvestasikan US$ 10 milliar (sekitar Rp. 150 triliun) untuk membangun sistem saluran air limbah bawah tanah sepanjang 200 kilometer menuju instalasi pengolahan. Hal demikian yang menaikan skor air di Singapura tertinggi di Asia Tenggara dan air kerannya langsung bisa diminum.
Sementara, di Jepang standar kualitas air super ketat dengan di uji kurang lebih 50 parameter. insfraktuktur pipa yang terawat dengan sempurna. Orang Jepang juga disiplin dalam menjaga kebersihan sungai. Tidak hanya sungai tetapi juga lingkungan, alam,dan hutan.
Dampak Pencemaran Air Bagi Kesehatan
Dikutip dari alodokter, dampak pencemaran air bagi Kesehatan menyebabkkan baerbagai penyakit. Karena air yanng tercemar tidak hanya enagndung zat yang berbahaya, tetapi juga mengadung bakteri dan parasite.
1. Diare
Dampak Kesehatan dari pencemaran air yang paling sering terjadi adalah diare, terutama pada balita. Tidak hanya karena air minum yang tercemara,diare juga bisa terjadi karena kekuranagan akses air bersih untuk mandi, cuci tangan, atau masak.
2. Kolera.
Kolera adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Vibrio Cholerea bakteri tersebut ditularkan melaui kansumsi air yang tercemar. Kolere termasuk dalam penyakit endemic terutama di lingkungan yang kotor, Dimana Tingkat pencemaran yang sangat tinggi dan kekurangan air bersih.
3. Tipes.
Tipes atau demam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri tersebut ditularkan melalui pencemaran air. Akses air bersih yang kurang, baik untuk diminum mauapun untuk membersihkan diri, diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi tipes.
4. Hepatitis A.
Hepatitis A adalah peradangan pada organ hati akibta inveksi virus hepatitis A. virus tersebut ditularkan melalui makanan atau air yang tercemar,termasuk kebiasaan mejaga kebersihan diri dan lingkungan yang kurang bbaik. Meskipun jarang menyebabkan penyakit hati kronis, hepatitis A akibat pencemaran air dapat meningkatkan risiko gagal hati akut.
5. Iritasi kulit.
Pencemaran air juga memicu penyakit kulit,misalnya setelah mandi, mencuci pakaian, berenang disumber airyang tercemar. Bakteri dan parasite dalam air yang tercemar akan membuat kulit iritasi, bahkan memicu skabies, keracunan arsenic, hinngga kanker kulit.
6. Kanker.
Pencemaran air juga bisa memicu kanker, terutama pada airyang tercear zat arsenic, nitrat, ataukromium. Minum air yang tercemar dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker lambung, ginjal, dan usus. Pencemaran air oleh kandungan BPA pada kemasan minuman juga diyakini meningkatkan risiko terjadinya kanker.
Solusi Pencegahan Pencemaran Air
Dikutip dari IEC (Indonesia Environment & Energy Center) Untuk mengatasi masalah pencemaran air, berbagai Solusi yanng dapat di wujudkan adalah sebagai berikut:
1. Pengolahan Air Limbah:
- Meningkatkan sistem pengolahan air limbah untuk memastikan abahwa limbah domestic dan isndustri dioolah dengan benar sebelum dilepaskan ke lingkunagan.
- Investasi dalam teknologi pengolahan air yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
2. Pengurangan Penggunaan Pestisida Dan Pupuk Kimia:
- Mendorong pertanian berkelanjutan dengan praktik penggunaan pestisida yang lebih bijjak dan pemilihan pupuk organic.
- Edukasi petani tentang cara yang lebih ramah lingkungan untuk mengendalikan hama dan meningkatkan produktivitas tanaman.
3. Pengelolaan Sampah Dan Plastic:
- Mendorong sistem daur ulang dan pengelolaan sampah untuk mengurangi jumlah sampah yang mencemari air.
- Kampanye kesadaran Masyarakat tentang pengurangan penggunaan plastic dan praktik daur ulang.
4. Penegakan Hukum Dan Regulasi:
- Memperkuat hukum dan regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan limbah dan kebrsihan air.
- Memastikan penegakan hukum yang ketat terhadapp pelanggaran terkait pencemaran air dan melibatkan sanksi yang tegas.
5. Peningkatan Kesadaran Masyarakat:
- Melakukan kampanye penyuluhan Masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan air dan dampak negatf pencemaran.
- Mendorong partisipasi Masyarakat dalam program-program kebersihan air dan Pendidikan lingkungan.
6. Inovasi Teknologi:
- Mendorong pengembangan dan implementasi teknologi inovatif yang dapat membantu mengurangi pencemaran air.
- Memperkenalkan solusi teknologi yang ramah ligkungan untuk industry dan pertanian.
7. Kolaborasi Antar Sektor:
- Mendorong kerja sama anatar pemerintah, industry, Masyarakat, dan organisasi non-pemerintah untuk mengatasi masalah pencemaran air secara menyeluruh.
- Menyusun kemitraan untuk proyek-proyek penelitian dan penerpan solusi Bersama.
Sebuah mimpi minum air keran seperti di Drama Korea bukan hal mustahil. Singapura membuktikan negara tropis bisa mempunyai air bersih. Kuncinya adalah investasi infrastruktur dan kesadaran masyarakat. Pertanyaan besar sekarang adalah, kapan Indonesia mau mulai?
