Minggu, Mei 26, 2024

Cawapres Pilihan Jokowi

Fadel Basrianto
Fadel Basrianto
Penulis merupakan Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII) yang juga aktif di Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM)

Sebentar lagi Jokowi akan menemui batas akhir untuk memutuskan siapa cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019 mendatang. Kabar yang beredar, Jokowi telah mengantongi sejumlah nama cawapres yang akan mendampinginya dalam Pilpres 2019. Dari yang awalnya 10 orang, sekarang telah mengerecut menjadi 5 orang. Tetapi hingga kini Jokowi masih belum menentukan cawapresnya.

Memang tidak mudah bagi Jokowi untuk segera menetapkan pilihan cawapresnya. Sekalipun ia merupakan kandidat yang paling diunggulkan oleh sejumlah lembaga survei, bukan berarti Jokowi dengan mudah menetapkan cawapresnya. Banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh Jokowi. Saya menyebutkan tiga faktor utama yang membuat Jokowi tidak segera memutuskan cawapresnya.

Pertama, masih belum solidnya kekuatan dilingkaran politik Jokowi. Para ketua umum partai pendukung menginginkan posisi cawapres Jokowi. Sudah jauh-jauh hari para ketua umum tersebut telah menjalankan berbagai strategi untuk meningkatkan bargaining position di hadapan Jokowi.

Mulai dengan lobi-lobi di tingkat elit hingga memobilisasi kekuatan masyarakat. Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB secara percaya diri telah membentuk posko kemenanngan JOIN (Jokowi-Imin). Ia juga telah memasang iklan di berbagai kota sebagai cawapres milenial. Hal yang sama juga diikuti oleh Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar dengan membentuk relawan Gojo (Golkar-Jokowi). Serta Romahurmuzy yang tidak ingin ketinggalan sebagai kandidat yang ingin dinominasikan sebagai cawapres Jokowi.

Kedua, faktor lain yang perlu diperhitungkan oleh Jokowi ialah adanya tren menguatnya populisme Islam di Indonesia. Aksi Bela Islam Gerakan 212 yang berlangsung pada tahun 2016 silam, menjadi simbol kebangkitan populisme Islam di Indonesia. Seperti pendapat Vedi Hadiz yang menyatakan populisme Islam muncul karena adanya ketidak percayaan massa terhadap elit. Hal ini yang nampaknya perlu diperhitungkan secara serius oleh Jokowi. Mengingat, Jokowi selama ini direpresentasikan sebagai bagian dari kelompok nasionalis. Selain itu, selama ini Ia juga sering diserang dengan isu-isu SARA.

Strategi Jokowi

Dengan melihat dinamika di internal dan eksternal kekuatan politiknya, pilihan terbaik ialah memilih tokoh Islam di luar partai pendukungnya. Sebelumnya, Jokowi telah melakukan uji publik atas ketua umum partai pendukungnya. Dimulai dengan Jokowi mengajak Cak Imin ikut meresmikan Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Kedua, Jokowi mengajak Romahurmuziy dalam kegiatan kerjanya dalam meresmikan lapangan tenis di GBK dan mendampinginya untuk menghadiri Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo Jawa Timur. ia juga mengajak Airlangga Hartanto lari pagi di Kebun Raya Bogor sambil mengenakan kaos kuning. Hal ini Ia lakukan untuk mengenalkan mereka secara terpisah kepada publik sebagai bakal calon wakil presidennya. Dengan melakukan uji publik tersebut, Jokowi ingin melihat bagimana respon publik jika ia berpasangan dengan mereka.

Nampaknya, peta dukungan tidak banyak mengalami perubahan. Oleh karena itu, pilihan yang paling masuk akal untuk meningkatkan dukungan terhadap Jokowi ialah memilih cawapres yang berasal dari non-partai dan tokoh Islam. Tersedia nama seperti Mahfud MD, Din Syamsuddin, Tuan Guru Bajang, maupun Ma’ruf Amin. Memilih salah satu diantara mereka secara kalkulasi politik dapat meningkatkan suara Jokowi.

Selain itu dapat memecah dukungan dari pihak lawan yang akan menggunakan isu sentimen agama seperti pada Pilpres 2014 silam. Sekalipun selama ini kelompok Islam dikenal konfrontatif terhadap Jokowi, langkah mengajak mereka ke dalam lingkarannya sangat diperlukan saat ini. Seperti yang dikatakan oleh Sun Tzu, keep your friends close and your enemies closer.

Fadel Basrianto
Fadel Basrianto
Penulis merupakan Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII) yang juga aktif di Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM)
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.