Kamis, April 22, 2021

Berliterasi di Bulan Ramadan

Kabut Asap di Banjarmasin

Oksigen merupakan sumber kehidupan makhluk di dunia. Khususnya manusia yang memerlukan oksigen agar dapat memproses metabolisme dalam tubuh. Akan tetapi, saat ini oksigen yang...

Berlari di Atas Kursi Beroda

Bulan Karunia Rudianti, bocah 10 tahun dari Pekanbaru, terlahir untuk berlari dengan kata-kata, tidak dengan kedua kaki. Ibu Bulan terinfeksi toksoplasma saat mengandung, jadi...

Optimasi Peran Wakil Rakyat di Tengah Pandemi

Mengutip pendapat Cicero dalam Phoebe E. Arde-Acquah (2015), terdapat sebuah adagium hukum yang menyatakan bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Secara konstitusional, adagium hukum...

Meluruskan Gagal Paham Islam Nusantara

Jangan kau seperti Iblis, hanya melihat air dan lumpur ketika memandang adam. Lihatlah di balik lumpur,  Beratus-ratus ribu taman yang indah. Barangkali kata-kata Jalaluddin...
Agus Buchori
Saya seorang arsiparis juga pengajar yang menyukai dunia tulis menulis, berasal dari kampung nelayan di pesisir utara Kabupaten Lamongan tepatnya Desa Paciran

Setiap Ramadan kita akan sering mendengar lantunan ayat suci Alquran. Tadarus menjadi agenda rutin setiap habis Isya. Selain kondisi fisik, Ramadan juga perlu dihadapi dengan kesehatan ruhani. Salah satu cara mendapatkan kesehatan ruhani adalah dengan mengaji Alquran. Ruhani yang sehat jauh dari segala penyakit hati; iri, dengki, tamak, dan sombong.

Segala penyakit hati yang ditimbulkan oleh keadaan cinta duniawi itu harus bisa diredam di bulan Ramadhan. Kita siapkan ruhani kita menjadi ruhani yang bersih dan sehat tanpa terganggu dengan godaan cinta duniawi.

Kesehatan ruhani lebih sulit lagi kita melatihnya karena itu adalah pertarungan nafsu di hati dan pikiran kita. Setelah selama sebelas bulan hati kita banyak diselipi oleh dorongan nafsu yang membuat kita kadang terlena seolah lupa dengan sang pencipta. Di bulan Ramadhan inilah kita dilatih untuk meredamnya dengan tujuan membersihkan segala kesombongan sebagai seorang hamba Allah Swt.

Ya, Ramadhan memang sarana kita menuju sebagai pribadi yang unggul ketika kita berhasil menjalaninya secara kaffah-seutuhnya. Tentunya kita tidak akan menyia-nyiakan kedatangannya begitu saja. Mari kita mengisinya dengan kegiatan amalan baik yang banyak, baik kepada sesama manusia dan juga ibadah kepadaNya. Buang jauh-jauh nafsu serakah akan dunia karena akhirat lebih abadi namun kita lebih sering melupakannya.

Berliterasi Dengan Tadarus

Seyogianya di bulan suci ini kita meliterasikan jiwa kita dengan mengaji. Menekuri makna makna dalam kitab suci akan memperkaya ruhani dan akan membuat kita merefresh dengan informasi yang penuh faedah.

Kita sehari hari disibukkan dengan informasi yang fana, yaitu informasi yang dibuat oleh manusia. Kita seringkali terjebak menjadikan informasi fana itu adalah panduan dalam bersikap dalam hidup.

Ada informasi yang lebih kekal yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW namun seringkali kita terlena oleh urusan dunia yang penuh dengan informasi fana tersebut.

Literasi dengan informasi abadi adalah unsur yang penting bagi kita agar bisa membentengi diri dari godaan kefanaan yang menipu kita.

Rasulullah Adalah Bapak Literasi

Perintah tegas yang pertama adalah Iqra` (bacalah!). Ini menandakan bahwa literasi sudah menjadi ruh kita umat Islam. Literasi bukanlah hal baru bagi kita bila kita bisa meneladani wahyu pertama Nabi Muhammad SAW.

Dengan adanya perintah membaca kita harusnya mampu menjadi pewaris wahyu Nabi Muhammad SAW agar selalu menyimak dan berfikir terhadap fenomena lingkungan sekitar kita.

Membaca adalah jalan agar kita tahu dan mampu mengambil pelajaran dari yang kita baca. Bahkan Alquran dengan tegas memerintahkan kita dengan ungkapan Afalaa Ta`qiluun (apakah kamu tidak berfikir?)

Seyampang bahwa kita masih bertemu bulan suci maka alangkah ruginya bila kita melewatkannya dengan percuma. Dengan mengaji di malam hari kita telah mendayagunakan fikiran kita agar tak mudah terlena oleh infomasi informasi yang fana ini.

Informasi transendental dari kitab suci adalah kebenaran absolut yang mesti kita ulang ulang dalam bulan suci ini melalui tadarrus di malam hari.

Berfaedah dan Berpahala

Salah satu keuntungan berliterasi melalui tadarrus adalah kita mendapat pemahaman yang lebih dalam tentang tuntunan agama kita, dan juga berpahala.

Literasi di bulan suci ini juga melestarikan esensi wahyu Nabi Muhammad SAW agar kita selalu membiasakan membaca membaca dan membaca.

Tidak ada yang mubazir dengan membaca. Apa yang kita baca, lebih lebih kitab suci kita, memberikan asupan makanan jiwa kita yang lelah hampir setahun penuh karena mengkonsumsi berita berita dengan urusan yang fana ini.

Bagi kita di Indonesia yang tidak memahami bahasa arab, ada banyak Al Quran terjemah yang bisa kita pakai untuk tadarrus di malam hari.

Kita juga bisa membaca tafsir tafsir terjemahan sambil mengaji di malam hari di bulan suci Ramadhan ini.

Terjemahan Al Quran bisa menjembatani kita untuk memahami apa yang kita baca. Inti dari tadaruss adalah membaca sambil menyelami maknanya. Tak perlu risau dengan bacaan kita hanya karena tak tahu maknanya.

Mari memberi asupan gizi untuk ruhani kita dengan mengaji kitab suci. Jiwa ini juga perlu gizi agar tak terkontaminasi dengan informasi fana apalagi hoax. Sebuah aktivitas penting bagi kesehatan ruhani adalah membaca dan ada keberkahan jika kita membaca kitab suci.

Marilah kita warisi keteladanan Rasulullah SAW sebagai bapak Literasi dengan menggemakan selalu wahyu pertamanya yaitu Iqra.

Apa yang diwariskan oleh para pembawa wahyu adalah contoh nyata. Nabi Muhammad SAW, misalnya tak menganjurkan umatnya untuk memusuhi umat agama lain. Bahkan, kesabaran beliau adalah contoh dan teladan yang bagus untuk diikuti nyata akan figur beliau.“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21).

Inilah sebenar benarnya literasi itu. Literasi yang penuh berkah dengan mengaji kitab suci yang penuh dengan kebenaran abadi.

Membacalah karena ketagihan membaca itu tidak berbahaya bahkan justru menyehatkan.jiwa kita. Ayo Ngaji.

Agus Buchori
Saya seorang arsiparis juga pengajar yang menyukai dunia tulis menulis, berasal dari kampung nelayan di pesisir utara Kabupaten Lamongan tepatnya Desa Paciran
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Apa yang Menanti Setelah Animal Symbolicum?

“Alam semesta aslinya tunggal, diam, dan seragam. Hanya tampak luarnya saja yang mengesankan perbedaan atau perubahan”, Zeno dari Elea yang juga diamini Parmenides (Dowden,...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

ARTIKEL TERPOPULER

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Kartini, Tafsir Al-Fatihah, dan Al-Qur’an

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pemikiran Kartini yang hari lahirnya dirayakan bangsa ini. Ia dijadikan sebagai pahlawan penggerak emansipasi perempuan lewat kekuatan...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.