Jumat, April 23, 2021

Apresiasi Puan Maharani atas BEC sebagai Etalase Seni

Kekuatan Lembaga Survei dalam Penentuan Paslon Meraih Kemenangan

Rabu, 27 Juni 2018 pukul 13.00 WIB proses pemungutan suara di 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten dalam rangkaian Pilkada Serentak 2018 resmi...

Jakarta Oh Jakarta

Jakarta merupakan belantara gedung-gedung pencakar langit dipenuhi dan dikelilingi beton-beton tinggi, jalan layang, jalan bawah tanah, LRT, MRT, dan banyak jalan utama, serta pembatas...

Hukum dan Kuasa Politik dalam Kacamata Hukum Kritis

Pansus hak angket DPR RI bertemu dengan napi-napi kasus korupsi di Lapas Suka Miskin guna mengutip keterangan tentang pelaksanaan pemeriksaan kasus-kasus korupsi yang dilaksanakan...

Keluarga, Faktor Penghambat Terciptanya Populasi Pengusaha

Unggahan foto selebgram Rachel Venya yang memakai tas bermerek seharga 50 jutaan pada akun instagramnya, membuat saya kagum sekaligus penasaran, apa yang dia lakukan...

BEC merupakan salah satu bentuk etalase seni yang patut mendapat apresiasi 

(Puan Maharani)

Menampilkan ragam kebudayaan lokal selalu merupakan hal yang membahagiakan. Pertama, sebab setiap lokal sesungguhnya memiliki kekayaan kebudayaannya masing-masing yang perlu untuk ditunjukkan. Dengan mempertunjukkannya kepada publik, itu artinya ada suatu kepedulian untuk merawat dan melestarikannya. Pertunjukan kebudayaan lokal mengandung sebuah kepedulian kepada kebudayaan sendiri yang tumbuh dan berakar kuat di dalam kehidupan masyarakatnya.

Kedua, kebudayaan lokal menegaskan eksistensi negara ini yang memang dikenal dengan sebagai sebuah negara yang majemuk. Pengertian majemuk di sini adalah terdapatnya warna-warni kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia: ada kebudayaan yang ragam, seni yang beragam, dan kekayaan lainnya. Mempertunjukkannya adalah suatu apresiasi tersendiri dan pengakuan dari hati yang dalam (juga kepercayaan diri dari dalam) bahwa inilah negeri kita Indonesia.

BEC atau Banyuwangi Ethno Carnival adalah salah satu penegasan betapa pentingnya mengapresiasi kebudayaan lokal. Dalam berita yang dikutip dari kumparancom, terdapat sebanyak “160 kostum yang bercorak kearifan lokal budaya Banyuwangi ditampilkan di Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2017 di Taman Blambangan, Banyuwangi”. Acara ini menarik perhatian publik bahkan sejumlah pejabat pemerintah datang mengunjungi acara ini. Salah satunya Puan Maharani.

Tumbuhnya Kebanggaan Masyarakat pada Kebudayaan Lokal

Bagi Puan Maharani, BEC bisa dibaca sebagai tumbuhnya kesadaran di dalam masyarakat lokal untuk mempertunjukkan kebanggaan dan pengakuan bahwa mereka memiliki kebudayaan lokal yang indah, yang unik dan sesungguhnya tak kalah indah dari kebudayaan yang lain. Kebanggaan ini merupakan suatu hal yang baik (asal saja tidak terjebak pada kebanggaan buta dengan menafikan dan meremehkan kekayaan kebudayaan daerah lain).

Kesadaran ini tentu saja perlu terus dirawat. Eksistensi Indonesia ditegaskan oleh keanekaragaman yang ada. Bila keanekaragaman ini tidak memperoleh daya dorong dari pemerintah untuk terus maju, Indonesia bakal tinggal nama sebagai bangsa yang majemuk. Kita tinggal slogan-slogan saja sebagai ‘bhinneka tunggal ika’.

Kehadiran Puan Maharani selaku perwakilan pemerintah di acara BEC ini adalah sebentuk pengakuan, apresiasi dan dorongan dari pemerintah. Bahwa kreatifitas BEC untuk memperkenalkan kebudayaan-kebudayaan lokal adalah suatu hal yang patut diapresiasi. Ini harus terus dilakukan. Dalam komentarnya atas BEC, Puan mengatakan: “BEC merupakan wadah untuk menumbuhkan kreativitas warga Banyuwangi sekaligus mengangkat potensi wisata Banyuwangi. Menghadirkan tema dari kultur budaya dan kearifan lokal membuktikan bahwa BEC merupakan salah satu bentuk etalase seni yang patut mendapat apresiasi”. (kumparan).

Dalam komentar itu, Puan Maharani menyebut BEC sebagai bentuk etalase seni. Bayangkan sebuah etalase dengan sederet seni budaya yang tersedia di dalamnya. Ungkapan ini menunjukkan betapa satu lokal saja bernama Banyuwangi adalah satu etalase yang memiliki banyak hal seni bisa disajikan di sana. Puan Maharani menegaskan dengan ungkapan itu sebagai bentuk pujian dan dorongan bahwa di tempat ini (Banyuwangi) suatu estetika seni begitu banyaknya sehingga dia menyebut BEC sebagai ajang atau etalase seni. Bayangkan saja, ini baru satu lokal saja. Jika Puan Maharani menyebut ajang kreatifitas semacam ini di tempat lain dengan sebutan etalase seni, itu mengisyaratkan bahwa kekayaan atau kearifan seni budaya lokal juga terdapat (begitu banyak) di daerah lain. Jika ini diakumulasikan seluruh Indonesia, berapa banyak seni budaya yang bisa ditampung di dalam etalase Indonesia.

Menyedot Wisatawan

Sebagai etalase kesenian, Puan Maharani menyebut ajang ini menarik perhatian publik. BEC mampu menyedot perhatian para wisatawan. Puan menyebut bahwa BEC dan event-event tahun Banyuwangi lainnya telah menarik wisatawan dengan capaian angka sekitar 3 juta orang dari target 2,5 2016. Angka ini dalam pandangan Puan Maharani semakin menegaskan bahwa Banyuwangi merupakan salah satu destinasi wisata. Bahkan Puan Maharani sendiri mengakui dengan begitu yakini bahwa kota yang berjuluk The Sunrise of Java bisa menjadi destinasi wisata andalan Indonesia di masa depan (kumparan).

Dari sisi ekonomi, event ini juga turut memberi keuntungan bagi Banyuwangi. Dengan kreatifitas ini, roda perekonomian di Banyuwangi kian bergairah. BEC turut andil menciptakan dan mendorong gairah pertumbuhan ekonomi di tempat ini. Inilah sisi keuntungan materiil dari kreatifitas kebudayaan. Sekali lagi, selain aspek-aspek idiil dari kreatifitas kebudayaan ini yang bisa diperoleh oleh masyarakat (misalnya semakin sadar tentang pentingnya mengagumi kebudayaan sendiri dan kian kuatnya kesadaran akan identitas budayanya), aspek materiil adalah hal yang positif dari keberadaan BEC.

Puan Maharani menegaskan harapan agar BEC dapat benar-benar memberikan dampak bagi perekonomian berbasis budaya masyarakat dan usaha kecil menengah di Banyuwangi (kumparan).

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.