Senin, Juni 17, 2024

Apa Dampaknya Jika Bank Indonesia Menerbitkan Uang Digital?

Shellya Anggun Nisvirani
Shellya Anggun Nisvirani
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang

Beberapa bulan lalu Bank Indonesia menerbitkan rencana tertulis pengembangan bentuk uang rupiah digital baru. Membatasi transformasi digital untuk mendigitalisasi sistem pembayaran dinilai tidak cukup lagi. Konteks transformasi digital sebagai tujuan kebijakan publik harus diperluas hingga mencakup upaya membuka akses publik terhadap uang terpercaya dalam format digital.

Solusi baru diperlukan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan tugas bank sentral untuk masa sekarang dan masa depan. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi dengan cepat, mudah, murah, aman, dan andal di era digital.

Rupiah atau uang digital baru bakalan dibuat oleh Bank Indonesia.  Lalu muncul banyak pertanyaan pertanyaan di media sosial seperti sebenarnya apa sih rupiah digital itu? Lalu apa bedanya rupiah digital sama uang di rekening tabungan Bank atau aplikasi dompet online kita, bukankah semua itu juga uang elektronik digital? Apa istimewanya rupiah digital ini?

Tulisan ini akan membahas tentang bentuk uang rupiah digital baru yang bakalan dibikin sama Bank Sentral Indonesia, juga bagaimana rupiah digital ini bisa mengubah banyak hal dalam perekonomian kita di masa depan.

Bank Sentral merupakan bank tunggal di negara kita yang bertanggung jawab atas keuangan dan perbankan nasional. Bank Indonesia (BI) didirikan dengan tujuan untuk menjaga kestabilan nilai rupiah, baik dari sisi nilai tukar terhadap barang dan jasa maupun terhadap valuta asing. Fungsi bank sentral adalah untuk menetapkan dan mengatur kebijakan moneter, serta untuk mengatur dan mengawasi bank komersial.

Berdasarkan rencana tertulis yang sudah diterbitkan saat ini Bank Indonesia sedang mengembangkan CBC uang digital yang dikeluarkan dan dikelola oleh Bank Sentral. Central Bank Digital Currency (CBDC) adalah uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral, dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal.

CBDC akan bertindak sebagai representasi digital dari mata uang suatu negara. CBDC sudah memenuhi 3 (tiga) fungsi dasar uang, yaitu sebagai alat penyimpan nilai (store of value), alat pertukaran/pembayaran (medium of exchange) dan alat pengukur nilai barang dan jasa (unit of account).

CBDC ini dipandang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat yang bertransaksi di era digital dengan kebutuhan bank sentral untuk menjaga dan mempertahankan sistem keuangan yang telah beroperasi selama ratusan tahun dengan menempatkan bank sentral pada pusatnya.

Saat ini  CDBC masih dalam tahap white paper dan pengembangan. Kalau CDBC sukses diluncurkan, maka kita akan menggunakan uang digital.Kenapa Bank Indonesia mau menerbitkan rupiah digital?  Emangnya uang elektronik di bank kita nggak cukup praktis ya kan udah ada uang cash kertas uang elektronik di bank uang di dompet online juga terus buat apa lagi sih bikin jenis uang baru? Jawabannya adalah karena memang uang digital ini bisa jadi solusi modern buat banyak masalah dalam sistem pembayaran dan infrastruktur keuangan di negara kita yang bisa dibilang belum efisien.

Nah buat orang orang  yang tinggal di kota besar mungkin sudah merasa bahwa infrastruktur pembayaran dan fasilitas keuangan Indonesia itu sudah cukup lengkap banget tapi jika kita melihat dari kacamata seluruh penduduk dan wilayah Indonesia.

Sebetulnya infrastruktur keuangan dan pembayaran masih sangat tradisional dan belum efisien dan kalau pun sekarang banyak bank besar yang udah punya sistem digital tapi ada digitalnya itu terpisah-pisah dan gak bisa dimonitori dalam suatu sistem yang tergabung menjadi satu.

Jadinya, setiap kali pemerintah bikin kebijakan ekonomi  kita sebagai masyarakat harus menunggu dulu kebijakan tersebut dieksekusi sama bank umum yang kita gunakan untuk menyimpan uang kita. Tetapi dengan adanya program rupiah digital ini akan ada banyak terobosan yang bisa dilakukan sebagai  masyarakat.

Program digitalisasi mata uang ini gak cuma dilakukan sama Indonesia tetapi ada banyak negara lain yang sudah mulai membangun sistem ini. Kalau di luar negeri program digitalisasi mata uang ini dikenal dengan nama CBDC atau Central Bank digital currency dan sampai saat ini sudah ada 105 negara yang lagi mengeksplorasi dan ngembangin CBDC. Dampak dari CBDC yaitu :

  1. Biaya penerbitan dan perawatan uang menjadi lebih rendah.
  2. Pemerintah lebih mudah memantau pergerakan uang.
  3. Biaya remitansi/transfer uang antar negara menjadi lebih murah. Dengan catatan adanya interoperabilitas dan kompatibilitas antara teknologi CBDC yang digunakan oleh satu negara dengan negara lainnya.

Di satu sisi, kita harus mendukung upaya pemerintah dan Bank Sentral untuk memodernisasi sistem keuangan negara kita; namun, kita juga harus secara ketat memantau implementasi program untuk memastikan bahwa itu tidak disalahgunakan dan menjadi risiko besar bagi ekonomi masyarakat kita.

Shellya Anggun Nisvirani
Shellya Anggun Nisvirani
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang
Facebook Comment

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.