OUR NETWORK
Senin, Oktober 25, 2021

Anomali Teknologi

Santri Itu Keren

Pinjol Merajalela, di Mana Lembaga ZIS?

Habis Gelap Terbitlah Terang

Sigit Purwanto
Pekerja kantoran tinggal di pinggiran Surabaya. Mengisi waktu luang dengan membaca.

Buyar sudah rencana saya untuk bersepeda pagi di akhir pekan. Gara-garanya ada pesan masuk di WA kalau besok siang hari Sabtu akan diadakan rapat virtual. Dan untuk keperluan rapat tersebut harus disiapkan data maksimal sabtu pagi.

Sebelum platform rapat online booming. Sangat jarang rapat diselenggarakan di hari Sabtu atau bahkan minggu. segenting-gentingnya rapat masih diadakan di hari kerja, walau mungkin sudah lewat dari jam kerja.

Platform rapat online yang lagi booming merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi, dimana pada awalnya ditujukan untuk memudahkan hidup kita. Akan tetapi lama-kelamaan yang saya rasakan justru sebaliknya, ada kalanya justru menambah keruwetan.

Berbagai macam teknologi yang kita kenal hari ini. Baik yang sederhana maupun yang sangat komplek, adalah hasil upaya manusia untuk memudahkan segala urusannya. Sehingga dari zaman ke zaman, berbagai teknologi ditemukan dan dikembangkan dalam berbagai bentuk.

Sepanjang sejarah kehidupan umat manusia di Bumi. Manusia terus berupaya menciptakan berbagai teknologi, sebagai upaya adaptasi terhadap lingkungan serta untuk memudahkan hidup. Nenek moyang kita yang dulu hidup di gua-gua, mulai mencipatakan berbagai peralatan dari batu berupa pisau atau tombak sebagai sarana berburu.

Sejak saat itu, manusia terus berinovasi dengan menemukan berbagai teknologi baru. Seperti penemuan roda pada masa lalu, hingga ditemukan mesin uap. Penemuan mesin uap, menjadi lompatan terbesar manusia menuju kemajuan teknologi yang semakin tak terbendung.

Sampai hari ini, kemajuan teknologi ciptaaan manusia telah berkembang menjadi sangat luar biasa dengan apa yang hari ini kita kenal sebagai era digital. Berbagai aplikasi hadir dalam hidup kita dan memberikan segala kemudahan.

***

Dibalik berbagai kemudahan yang diberikan oleh teknologi. Kalau dipikir-pikir teknologi juga memunculkan problem tersendiri dalam hidup. Dan, saya menyebutnya itu sebagai anomali dari teknologi. Di satu sisi memberikan kemudahan dan di sisi lain menimbulkan problem yang baru.

Salah satu contoh problem itu adalah semakin berkurangnya waktu pribadi. Rapat-rapat yang diselenggarakan secara daring sering tidak kenal hari lagi. Hari liburpun dilibas dan dirampas oleh agenda rapat.

Kemudahan yang disuguhkan berbagai aplikasi rapat daring, membuat bos-bos kita lupa kalau beberapa anak buahnya mungkin masih memiliki anak kecil. Dan anak-anak tersebut mungkin saja berharap bisa bermain dengan orang tuanya di hari libur.

Waktu libur yang berkurang masih belum cukup. Handphone kita juga harus on 24 jam non stop. Bisa saja tiba-tiba bos kita telepon di waktu yang harusnya kita bisa terlelap dan bermimpi dengan damai.

Masih belum cukup, berbagai grup WA hari ini berjejal di handphone. Mulai dari grup kelompok nostalgia yang biasanya grup sekolah TK sampai Perguruan tinggi. Ada juga grup lingkungan tempat tinggal minimal RT. Grup hoby dan juga grup terkait dengan pekerjaan. Terkadang kebanyakan isi grup-grup ini tidak jelas, mau keluar grup sungkan tetap bertahan bikin tidak nyaman. Dan minimal bikin HP tambah lemot.

Anda yang berstatus sebagai suami, bisa jadi anda akan semakin sulit untuk mencari alasan jika ingin sekedar melakukan aktifitas tanpa diketahui istri. Karena istri anda bisa dengan mudah melakukan panggilan video call.

Baru-baru ini, salah satu media online memuat artikel yang ditujukan pada ibu-ibu. Yaitu cara melacak posisi suami melalui aplikasi chatting Whatsap.  Dengan demikian, semakin kecil peluang para suami untuk tipu-tipu cari alasan telat pulang kantor demi sekedar nongkrong. Bisa jadi istri-istri kita adalah salah satu pembaca artikel tersebut.

***

Kemajuan teknologi informasi, hanya salah satu bagian saja dari perkembangan teknologi. hari ini para ilmuwan di bidang lain sedang berlomba menciptakan berbagai inovasi dalam bidangnya masih-masing. Rekayasa genetika, medis dan robotika misalnya.

Dengan kemajuan teknologi rekayasa genetika. Perubahan genetik makhluk hidup tidak sekedar terjadi secara alami, tapi bisa dilakukan dengan campur tangan manusia. Salah seorang ilmuwan ahli genetika sudah menciptakan kelinci yang bisa bercahaya, karena dicampurkan gen ubur-ubur. Dan ingatlah, hari ini ilmuwan sedang melakukan penelitian besar-besaran untuk menerapkan rekayasa genetika pada manusia.

Otak saya membayangkan bagaimana kalau suatu saat rekayasa genetika diterapkan secara luas. Ilmuwan  bisa saja menciptakan kelinci dengan campuran genetik burung, sehingga bisa terbang. Maka bagi anda yang suka memelihara kelinci akan semakin susah menangkapnya. Bayangkan saja kelinci yang punya kemampuan lari cepat tiba-tiba bisa terbang juga.

Itu jika rekayasa genetika sekedar diterapkan pada hewan. Lalu bagaimana jika rekayasa genetika diterapkan pada manusia. Apakah kita sudah siap? Jika nanti orang-orang super kaya merekaya genetik keturunan mereka. Melahirkan anak-anak yang super cerdas dan super sehat. Maka bersiapkah keturunan kita akan semakin tersisih dan terpinggirkan.

Karena banyak manusia yang menolak tua. Maka hari ini dunia kedokteran sedang melakukan penelitian besar-besaran mengenai anti aging. Penelitian tersebut bertujuan untuk menunda penuaan dan memperpanjang usia manusia.

Jeff Bezoz salah satu orang terkaya di dunia. Dikabarkan bahwa ia telah menggelontorkan miliaran dollar uangnya untuk Altos Labs. Dan tahukah anda apa tujuan dari Altos Labs? Mereka melakukan riset untuk memanjangkan usia atau menunda kematian.

Suatu hari, mungkin saja para ilmuwan menemukan suatu cara untuk menunda penuaan serta memperpanjang usia manusia. Anggap saja usia manusia bisa mencapai 160 tahun. Dengan usia segitu panjang, berapa banyak skill yang harus kita pelajari untuk tetap produktif bekerja. sementara disisi lain dunia berlari begitu cepat.

Ahli robotika di berbagai belahan dunia, hari ini sedang melakukan riset besar-besaran untuk menciptakan robot dengan berbagai tujuan. Mulai dari tujuan yang sederhana  semisal robot mainan anak. Sampai dengan robot yang dikembangkan untuk melakukan pekerjaan yang sulit dilakukan manusia.

Bagaimana kalau suatu saat karena alasan efisiensi dan efektifitas banyak pekerjaan yang diambil alih oleh para robot. Hari itu manusia tidak sekedar bersaing dengan spesiesnya, tetapi mungkin dengan humanoid yang diciptakannya sendiri.

Hari ini saja kita sudah melihat berbagai profesi yang tamat dilibas oleh teknologi. Lalu bagaimana dengan di masa depan? Berapa banyak lagi profesi yang akan hilang?

Teknologi yang terus berkembang menyodorkan kemudahan sekaligus keruwetan baru. Dan pertanyaannnya, sudah siapkah kita dengan segala konsekwensi dari perkembangan teknologi yang tak terbendung ini?

 

Sigit Purwanto
Pekerja kantoran tinggal di pinggiran Surabaya. Mengisi waktu luang dengan membaca.
Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.