Sabtu, April 24, 2021

3 Tahun JKW-JK, ekonomi pariwisata menjadi catatan

Beratnya Menjadi Perempuan

Beberapa hari belakangan saya begitu geram akan kasus pelecehan seksual yang dialami oleh civitas akademika Universitas Gajah Mada (UGM) Agni (bukan nama sebenarnya) kembali...

Polemik Kebijakan Luar Negeri Trump yang “Realis”

Berawal dari kicauan twitter Trump terkait pernyataan perang tarif dagang berhasil menandai awal perang dagang Trump dengan seluruh dunia yang melibatkan pertempuran tetapi tidak...

Peran Parpol dan Hak Politik Difabel

Setelah berlangsungnya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) serentak April 2019 lalu, kini harmoni politik sedang mengarah menuju persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)...

Kala Membayar SPP Via Gopay

Perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang secara pesat dan cepat, hal ini bisa dirasakan masyarakat sendiri secara langsung. Dalam perkembanganya tentu...
Ghilman Hanif
Ghilman seorang Mahasiswa UIN JAKARTA Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dia Aktif di Himpunan Mahasiswa Islam dan organisasi kepemudaan lainnya, dia lahir di bogor sejak 21 tahun yang lalu.

Pariwisata sudah menjadi trend Industri di setiap provinsi untuk menumbuhkan perekonomian, karena lemahnya perdagangan dunia dan berdampak kepada ekspor Indonesia yang terus menurun, dari mulai ekspor batu bara, mineral, minyak bumi, dll. Maka kebutuhan alternatif akan pendapatan negara sangat penting, salah satunya pariwisata yang sangat strategis bagi Indonesia yang memiliki tempat wisata diseluruh daaerah.

Awal tahun 2017 pemerintah memiliki target devisi negara dari sektor pariwisata yaitu 186 Triliun. Dengan perhitungan 12 juta wisata mancanegara yang ditargetkan untuk bisa di datangkan di Indonesia. Dan itu masih perhitungan wisatawan mancanegara, belum wisatawan nusantara yang juga menyumbangkan pendapatan negara.

Agar target pendapatan dari sektor pariwisata terealisasi, Kemenpar sudah menyiapkan langkah strategis. Misalnya optimalisasi 10 destinasi wisata bahari yang tersebar di berbagai wilayah seperti Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Mandalika Lombok, Pulau Komodo, Wakatobi, Maluku Utara, dan Morotai.

Adapun realitas yang terjadi hari ini apakah bisa mencapai target yang sudah direncakan. Jika kita melihat kembali  data wisatawan mancanegara dari tahun 2016 – 2017 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, jika wisatawan mancanegara terus istiqomah berwisata ke Indonesia, maka akan tercapai target pendapatan devisa negara dari sektor pariwisata.

Namun ada beberapa data yang secara detail dilansir oleh BPS (Badan Pusat Statistik)dari wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Data ini didapatkan pada tahun 2014. Dengan total pendatang dari amerika 385.707 Wisatawan, Asean Total 3.751.074 Wisatawan, Asia Pasifik 3.741.016 Wisatawan, Eropa 1.332.593 Wisatawan , dan total keseluruhan 9.435.411 Wisatawan Mancanegara yang datang ke Indonesia.        

Menjadi catatan juga, bahwa, target Wisatawan mancanegara di tahun 2017 tercapai, dengan naiknya wisatawan mancanegara dari tahun 2014-2017.

Namun ada beberapa hal yang harus diselesaikan dari pihak pemerintahan. Yaitu pariwisata berkelanjutan. Karena Indonesia yang kaya akan keindahan alamnya ini juga butuh keseimbangan akan kelestarian alam, agar anak cucu kita bisa menikmati keindahan ini. Apalagi target pemerintah yang ingin mendatangkan pengunjung yang besar juga akan berdampak pada masalah ekosistem di tempat pariwisata alam. Kita tahu setiap manusia pasti memiliki sifat perusak, maka pemerintah harus membuat sistem yang ketat untuk menjaga kelestarian alam dari para wisatawan

Bukan hanya masalah kelestarian alam pariwisata Indonesia, tetapi juga harus coba mencari ekonomi alternative lain selain pariwisata, karena memang jika kita hanya fokus dalam pariwisata, maka kita akan belajar dari negara yunani yang pendapatan negaranya hanya di fokuskan pada sektor pariwisata.

Kita ketahui bersama, negara Yunanni terkenal dengan peninggalan sejarah filsuf, yang sampai saat ini masih terjaga perawatan bangunannya, namun Yunani menjadi negara bangkrut karena dampak besar dari ekonomi dunia yang semakin melemah. Jika kita tidak belajar dari Yunani maka Indonesia pun akan dapat melemah ekonominya, karena alam harus dilestarikan dan perekonomian harus di cari alternative lain selain sektor pariwisata.

Bisa dengan kampung wisata Nganggelaran, yang melibatkan masyarakat desa membangun kampungnya menjadi desa pariwisata, dengan memperlihatkan mata pencaharian dari masyarakat desa tersebut, dan menkjual hasil produksi masyarakat tani maupun yang lainnya kepada para wisatawan, agar wisatawan tahu, di desa nganggelaran memiliki Produksi kakao, kambing, susu dan lain lain.

Semoga pemerintah bisa lebih memfokuskan ekonomi desa dari sektor pariwisata, agar dari setiap sektor bisa di jadikan potensi ekonomi.

*Penulis adalah mahasiswa UIN Jakarta jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Semester 7, dan aktif di organisasi mahasiswa Intra kampus maupun ekstra kampus.  

Ghilman Hanif
Ghilman seorang Mahasiswa UIN JAKARTA Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dia Aktif di Himpunan Mahasiswa Islam dan organisasi kepemudaan lainnya, dia lahir di bogor sejak 21 tahun yang lalu.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.