Selasa, Mei 18, 2021

Prostitusi Daring Butuh Solusi

Sikap Publik Terhadap Seks dalam “Dua Garis Biru”

Sewaktu SMA dulu, pada pelajaran Biologi, kami memasuki bab pembahasan alat reproduksi manusia. Ketika guru membahas alat kelamin (laki-laki/perempuan) hampir seisi kelas cekikian hingga...

Memimpin adalah Menderita

"Leiden is lijden!". Memimpin adalah Menderita. Begitulah bunyi pepatah kuno Belanda yang dikutip oleh Mohammad Roem dalam karangannya berjudul "Haji Agus Salim, Memimpin adalah...

Fanatisme, Rasisme, dan Sepak Bola

Tidak hanya dialami dalam kehidupan bermasyarakat, ujaran rasisme kerap kali terdengar di dalam dunia olahraga sepakbola. Dalam perkembangannya isu rasisme sudah menyebar ke semua...

Sesat Pikir LHKPN Capim KPK

Panitia seleksi calon pimpinan (capim) KPK periode 2019-2023 telah selesai melakukan seleksi tahap ketiga dengan menghasilkan sebanyak 40 orang dinyatakan lolos seleksi tes psikologi,...
Ferika Sandra Salfia
Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Asal Bumi Blambangan Banyuwangi

Baru-baru ini jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap seorang wanita publik figur karena diduga terlibat kasus prostitusi dalam jaringan (daring) yang diamankan dari salah satu hotel di kawasan Kota Batu Jawa Timur.

Mengutip Antaranews.com, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela kepada wartawan di Mapolda Jatim Surabaya membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Leonard Sinambela, pihaknya melakukan penangkapan pada Jumat (25/10) malam.

Hemat penulis di Indonesia, Jaringan prostitusi daring bisa jadi hanyalah fenomena gunung es,  Prostitusi daring yang ditawarkan lewat beragam media sosial sudah benar-benar memprihatinkan.  Media sosial telah menjelma menjadi pisau bermata dua. Selain memiliki sisi positif, media sosial juga sangat rawan digunakan untuk aksi-aksi kriminal, salah satunya prostitusi daring.

Perkembangan teknologi yang pesat merubah berbagai macam aspek kehidupan manusia.  Prostitusi yang kini mendapat tambahan embel-embel “Daring”. Selain itu  munculnya aplikasi media seperti Twitter, Instagram dan Whatsapp menjadi angin segar bagi praktik ini. Ironisnya para pelakunya kini mulai terang-terangan menawarakn bisnis gelap tersebut diberbagai platform aplikasi media sosial.

Hasil penelusuran penulis, hanya dengan menulis kata “Banyuwangi” sebagai tempat asal penulis dalam kolom pencarian twitter maka akan muncul beberapa akun yang menawarkan jasa prostitusi daring yang secara nyata menawarkan para wanita yang mayoritas berusia belia.

Banyuwangi yang merupakan kabupaten berkembang ternyata juga memiliki potensi kegentingan yang sama seperti kota-kota besar, Jakarta, Surabaya ataupun Malang dalam hal prostitusi daring.

Perkembangannya saat ini, antara prostitusi dengan Internet tampaknya mulai saling dihubungkan.  Saat ini prostitusi daring memang membutuhkan internet sebagai mediumnya, dan internet sebagai media arus utama dapat menjadi sumber informasi bagi khalayak luas.

Namun ironisnya, perkembangan teknologi justru menjadi bumerang bagi kita karena dimanfaatkan secara tidak tepat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga menimbulkan dampak yang sistematis, terstruktural dan masif merusak moral masyarakat negeri ini.

Yang patut mendapat perhatian, berdasarkan hasil survei yang dilakukan UNICEF bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi, The Berkman Center for Internet and Society, dan Universitas Harvard, separuh pengguna internet di Indonesia adalah remaja. Itu artinya lebih dari 30 juta remaja mengakses internet dan tentunya mereka juga aktif di media sosial.

Untung atau Buntung

Prostitusi daring tidak bisa dipungkiri banyak memberikan keuntungan bagi pengguna jasa ataupun penjual jasanya. Mudahnya komunikasi menggunakan twitter membuat calon pengguna tidak perlu repot untuk bertemu langsung terlebih dahulu.

Tetapi dapat menghubungi secara personal ke calon Pekerja Seks (PS) yang akan digunakan. Kerahasiaan juga akan dapat lebih terjaga, misalnya dengan fasilitas direct messages yang ada di twitter, membuat kedua pihak dapat berkomunikasi tanpa diketahui oleh orang lain.

Penjual jasa pun akan mendapat keuntungan lebih, karena tidak sedikit yang tak melalui orang ketiga dan tidak ada potongan yang akan diambil dari penghasilannya. Ini berarti komunikasi akan berjalan jauh lebih efisian dan transaksi dapat berlangsung dengan sangat cepat. PS tersebut juga dapat menaikkan ‘harga jual’nya lebih tinggi, karena tidak ada potongan dari penghasilan yang akan ia dapatkan.

Dan satu yang pasti, transaksi ini akan cukup sulit untuk diungkap karena bersifat sangat tertutup. Meski sudah ada aturan hukum tentang ikhwal tersebut yaitu Padsl 27 UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang memberikan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun kepada para pelakunya.

Namun di sisi lain promosi prostitusi dijejaring sosial seperti twitter tidak selamanya untung malah bisa buntung untuk bisnis berbahaya seperti ini, karena mereka langsung bertemu satu lawan satu di tempat yang ditentukan tanpa ada yang mengamankan. Ikhwal itu cukup beresiko sekali mengingat superioritas kaum adam. Jadi jika terjadi sesuatu kekerasan maka pihak wanita yang selalu menjadi korban.

Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyebaran informasi yang begitu masifnya. Misalnya. Twitter sudah seharusnya memverifikasi mana informasi atau akun yang benar dan dapat dipercayai. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan, tetapi praktik di lapangan justru fungsi pengamatan,  penelisikan dan monitoring belum dilakukan secara konsisten.

Cerdas Bermedia Sosial

Selain itu perlu kesadaran tidak hanya dari pihak media daring, tetapi tentu butuh kesadaran dari kita sebagai pengguna untuk melaporkan sekiranya ada penyebaran informasi yang tidak pantas dan harus dihilangkan.

Sensemaking tentu juga harus diaplikasikan, dimana kita sebagai pengguna media daring dalam hal ini twitter, harus mengerti banyak informasi yang beredar harus disesuaikan dengan konteksnya masing-masing. Para orang tua juga tak boleh lengah. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban dari jaringan prostitusi daring. Orang tua perlu mengawasi aktivitas anak-anaknya di media sosial sehingga mereka tak terjebak pada hal-hal negatif.

Selain itu maraknya prostitusi daring tak boleh dijadikan alasan oleh pihak-pihak tertentu untuk melegalkan prostitusi dengan membuka lokalisasi. Prostitusi adalah bagian dari penyakit masyarakat yang harus dilawan dan diberangus.

Sebab, tak ada satu pun agama di muka bumi ini yang melegalkan prostitusi.  Maka, inilah saatnya semua elemen bangsa bergandeng tangan untuk memberangus praktik prostitusi daring, demi menyelamatkan moral anak bangsa.

Ferika Sandra Salfia
Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Asal Bumi Blambangan Banyuwangi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Hari Buku Nasional, Budaya Literasi Kita Masih Rendah!

Dalam sebuah video perjalanannya, Fiersa bersari pernah mengucapkan perbanyaklah membaca buku, supaya pertanyaan bagaimana cara menulis tidak perlu diucapkan lagi. Suatu ungkapan yang menekankan...

Biografi dan Cara Berpikir Hamka (Bagian 1)

Sabtu pagi, 8 Juni 2013, Prof. James R. Rush dari Arizona State University, berkunjung ke tempat tinggal saya di Jakarta, untuk bertukar pikiran tentang...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Nasib Korban Kejahatan Seksual di Indonesia

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ValueChampion tahun 2019, Indonesia disebut sebagai negara kedua di kawasan Asia Pasifik yang paling berbahaya untuk wisatawan wanita. Bagi...

Indonesia dan Konflik Palestina: Langkah Ekstrem

Akhir Ramadhan diwarnai dengan serangan yang berulang dari Zionis Israel kepada Palestina. The Reuters melaporkan bahwa tembakan roket dan serangan Israel berlangsung secara masif...

ARTIKEL TERPOPULER

Tegakkan P3SPS Secara Keseluruhan

Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi yang terkenal dengan fungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak dan suara, dalam bentuk monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"...

Doa dan Puisi untuk Palestina

Kamis malam ini (24-8-2017) akan digelar acara “Doa untuk Palestina”. Diprakarsai oleh Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, acara yang akan berlangsung di Grahana...

Strategi Mengikis Angka Golput

Golongan putih (Golput) atau perilaku non-voting (orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya) masih menjadi bayang-bayang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Padahal, pesta demokrasi ini akan diselenggarakan...

Membedah Ucapan Jokowi soal Bipang Ambawang

Ucapan Presiden Jokowi soal ajakan kepada masyarakat untuk membeli makanan khas daerah, salah satunya bipang Ambawang, menjadi kehebohan baru. Ucapan itu terdapat dalam potongan...

Rasa Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Negara

Nampak aneh jika ada seorang manusia bisa berbuat baik tanpa ada alasan apapun dibelakangnya. Itu pikiranku dulu, ternyata hal itu pernah terjadi setelah aku...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.