Jumat, April 23, 2021

Pesan Tersirat dalam Stand-Up Comedy

Pemilu Bukan untuk Mencegah yang Terburuk Berkuasa

“Pemilu bukan untuk memilih yang terbaik, tapi untuk mencegah yang terburuk berkuasa.” Konon itu ucapan Romo Franz Magnis-Suseno. Entah kapan dan dalam konteks apa...

Obituari Nh Dini: Perempuan Yang Menolak Ditundukkan

Sore ini Nh Dini dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan usai menjalani program rutin akupuntur. Kecelakaan terjadi saat melewati turunan Gombel, mobil yang dikendarai tertimpa...

Politikus Sontoloyo, Nusron Wahid, dan Gejala-gejala Mengkhawatirkan

Presiden Jokowi beberapa hari lalu menyebut adanya politikus sontoloyo. Menurutnya, politikus macam ini memakai "cara-cara politik adu domba, cara-cara politik yang memfitnah, cara- cara...

Anthony Bourdain, Mengajak Berempati dengan Mencicipi Makanan

Tidak banyak acara TV Amerika yang saya suka. Saya jarang menonton TV. Selama beberapa tahun terakhir saya malah tidak punya TV. Namun, lewat satu...
Nadia Diana Kamelia
Mahasiswa Antropologi. Tertarik dengan isu sosial-kemanusiaan, agama, politik dikit-

Komedi berkembang seiring meluasnya media digital dan teknologi. Masyarakat tidak lagi hanya mengenal penampilan kelompok komedi seperti srimulat. Dewasa ini, salah satu program pertelevisian yang menjadi favorit bagi banyak kalangan adalah standup comedy. Kini, masyarakat khususnya kalangan muda mulai menjadi penikmat standup comedy, model baru komedi pada masa ini.

Salah satu nama komika yang terkenal adalah Ernest Prakasa. Ernest adalah warga keturunan Tionghoa yang sering menggunakan latar belakangnya tersebut sebagai bahan lawakan. Keresahan dan cerita hidupnya menjadi seorang keturunan Cina ternyata dinikmati penonton stand-up comedy Indonesia.

Pasalnya, stereotip warga Indonesia terhadap etnis minoritas ini masih sedangkal orang asing yang datang ke Indonesia untuk memperkaya diri, berkulit putih, dan bermata sipit. Sehingga akan akrab di telinga kita jika ada ejekan “dasar cina” pada teman yang memiliki mata sipit dan berkulit putih, padahal belum tentu mereka adalah keturunan Cina.

Ejekan ini bisa jadi melukai hati beberapa individu atau bahkan dianggap biasa saja karena memang sudah sering didengar. Keresahan dan kebiasaan inilah yang oleh Ernest kemudian dikemas dalam sebuah stand-up comedy. Penonton yang hadir baik warga keturunan Tionghoa dan etnis lain pun tertawa terbahak-bahak dengan apa yang disampaikan oleh Ernest karena hal tersebut memang sesuai dengan pengalaman pribadi mereka.

Ernest mengekspresikan humor dengan dasar pengetahuan dan pengalaman yang sama dengan penontonnya. Penonton dilibatkan dalam humor yang disampaikan oleh komika sehingga muncul perasaan senasib sepenanggungan. Dia mengungkapkan bagaimana kehidupannya sebagai seorang bermata sipit atau keturunan Tionghoa dan menanyakan apakah ada yang mengalami hal yang sama dengannya, baik sebagai keturunan Tionghoa maupun tidak.

Walaupun bahasa yang digunakan oleh komika adalah bahasa yang ringan namun apabila konten yang disampaikan sedikit sensitif atau memiliki latar budaya yang berbeda tentu dapat berakibat fatal. Stereotip yang telah terbangun dalam masyarakat Indonesia dapat semakin kuat atau bisa saja diruntuhkan dengan fakta-fakta baru yang kebenarannya dapat diterima masyarakat luas.

Dalam salah satu stand-up comedy-nya yang berjudul “Koper”, Ernest mencoba untuk meluruskan stereotip masyarakat Indonesia terhadap etnis Tionghoa. Salah satu stereotip yang muncul adalah bahwa semua orang Cina pasti kaya. Dalam stand- up comedynya tersebut, Ernest secara tidak langsung membantah anggapan bahwa semua orang Cina pasti memiliki kehidupan ekonomi yang baik.

Tidak hanya itu, perlakuan mayoritas terhadap minoritas juga menjadi tema yang sering dibawakan oleh Ernest. Dengan gestur tubuh sedemikian rupa, ia mengungkapkan sindiran atas diskriminasi yang pernah ia alami. Walaupun disampaikan menggunakan nada candaan namun inilah kenyataan yang harus dialami oleh minoritas di negeri ini.

Ia juga pernah melakukan stand-up comedy yang kontennya berisi tentang pembuktikan bahwa sejatinya orang Tionghoa tidak pernah merendahkan orang lain, “lha, mandang dua mata aja susah, apa lagi sebelah”. Monolog ini berangkat dari kondisi fisik etnis Tionghoa yang memiliki mata sipit atau Ernest menyebutnya dengan istilah “kurang belo”. Dengan menertawakan diri sendiri sejatinya Ernest memiliki harapan bahwa pesan dari humor tersebut sampai pada masyarakat sehingga terbangun empati penonton terhadap etnis lain.

Ernest memanfaatkan stereotip yang terbangun di masyarakat dan berusaha meluruskan stereotip yang dianggapnya tidak sesuai dengan kehidupan etnis Tionghoa yang sebenarnya. Karena komedi dapat memberikan banyak informasi melalui penyampaiannya yang ringan, Ernest pun memilih membangun stereotip baru dengan cara menertawakan stereotip yang telah terbangun sebelumnya.

Penerimaan stereotip baru yang dibalut kemasan humor cenderung lebih mudah diterima masyarakat. Adanya stereotip SARA dalam stand-up comedy akan membawa dua keuntungan. Keuntungan yang pertama adalah membuat penonton tertawa dan terhibur sehingga membuat otak lebih segar. Keuntungan yang kedua adalah penonton akan mempelajari hal baru dengan cara penerimaan dan kepercayaan akan suatu kelompok sosial tertentu. Pandangan audiens akan berubah terhadap stereotip lama yang cenderung kaku.

Sejatinya, Ernest Prakasa yang sering membawakan materi diskriminasi terhadap kaumnya sendiri sebenarnya tidak hanya sedang berkomedi. Ada pesan tersirat yang harapannya adalah memberikan citra baik untuk golongan Tionghoa yang selalu dianggap sebelah mata. Melalui joke-joke tersebut, stereotip masyarakat yang keliru mengenai etnis Tionghoa yang acapkali memunculkan praktik-praktik diskriminasi tidak lagi berkembang di Indonesia.

Nadia Diana Kamelia
Mahasiswa Antropologi. Tertarik dengan isu sosial-kemanusiaan, agama, politik dikit-
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.