Minggu, Mei 9, 2021

10 Tahun Perjalanan Hati Keluarga Yudhoyono

Korupsi di Indonesia: Zaman Kompeni hingga Reformasi

Korupsi menjadi diskursus yang sangat menarik untuk dibahas baik dalam konteks saat ini maupun masa lalu. Munculnya beragam reaksi dan kontroversi terkait pengesahan Revisi...

Semua Gara-gara Pemilu

Pemilu memang sudah selesai, namun tidak dengan huru-haranya. Sejak dini hari tadi, seputaran kawasan kantor Bawaslu, dipenuhi oleh gabungan TNI dan Polri, serta barisan...

Candu Pak Jokowi Pada Militerisme

Jika ada satu ketergantungan yang tidak bisa dilepaskan dalam lebih dari tujuh dekade Negara kita berdiri, maka militerisme adalah jenis narkobanya. Adiksi yang muncul...

Inilah Agama yang Saya Kagumi

Meski tak sepi dari doktrin eksklusif dan mengalami deviasi serta friksi akibat intervensi politik kotor sebagaimana agama-agama pada umumnya, teologinya bukan gertak teks klerik...
Made Supriatma
Peneliti masalah sosial dan politik.

Saya senang dengan keluarga Yudhoyono. Selalu membuka diri untuk diketahui oleh publik. Sangat sadar akan diperhatikan. Juga sadar untuk mencari perhatian.

Citranya adalah keluarga bahagia. Kompak. Ibu, bapak, anak, cucu, dan menantu. Lihatlah pakaian mereka. Seragam. Bagaikan kelompok Paduan Suara PKK yang hendak lomba di Kabupaten.

Tapi mereka bukan keluarga sembarangan. Mereka adalah apa yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai “The First Family.” Mereka keluarga penguasa tertinggi. Sekalipun tidak lagi menjabat, biasanya sebutan itu tetap melekat.

Gambaran seperti itu mau tidak mau mengingatkan saya pada buku Saya Siraishi tentang pembentukan konsep keluarga pada zaman Orde Baru. Saya merunutnya sebagai sebuah ideologi yang sangat hirarkis, dengan presiden sebagai Bapaknya.

Konsep ini masih terpatri kuat dalam keluarga Yudhoyono. Ada Bapak sebagai kepala keluarga. Ada ibu yang sekalipun di belakang ayah, tapi mengiringinya dengan hati (sic!). Ada anak-anak yang patuh dan taat pada orangtua. Menantu yang cantik tanpa satu kekurangan. Dan cucu-cucu yang lucu. Sebuah keluarga yang sempurna, bukan?

Si Bapak pintar bernyanyi dan berpuisi. Pada zaman Soeharto, rakyat Indonesia tahu presidennya suka beternak, main golf, sesekali mengisap cerutu dan minum jenewer (semasih muda, sebelum jenewer masuk daftar dosa), dan sesekali menembak.

Zaman si Bapak, rakyat Indonesia mengenal presidennya sebagai pencipta lagu. Lagunya dinyanyikan dalam setiap kesempatan kenegaraan. Saya tidak tahu, apakah beliau tidak merasa aneh ketika mendengar lagu ciptaan sendiri dinyanyikan dan ditonton oleh beliau sendiri? Ah, mungkin hanya saya saja yang merasa aneh. Saya yang tidak pernah mencipta lagu dan karenanya tidak pernah mendengarkan lagu ciptaan sendiri.

Biasanya, Bapak yang membuat cerita. Masih ingat bahwa dia tidak pernah terlihat bahagia, tertawa, atau membikin lelucon?

Lain Bapak lain pula Ibu. Si Ibu kelihatan lebih ceria. Itu sebabnya dia tampak lebih muda daripada usianya.

Nah, pekan lalu si Ibu yang menjadi berita karena meluncurkan sebuah buku. Ya, buku! Ia berjudul Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati. Kalau Saudara terheran dengan judul ini, itu artinya Saudara tidak pernah mengikuti metafora-metafora yang dipakai keluarga ini.

Sebenarnya sederhana saja. Buku ini menceritakan perjalanan si Ibu mengikuti suaminya menjadi presiden selama sepuluh tahun.

“Menjadi pembelajaran hidup luar biasa dan mendapat pengalaman luar biasa karena tidak semua perempuan Indonesia bisa memperolehnya,” katanya dikutip sebuah media, yang tampaknya hanya menyalin dari press release. Ya, jelaslah. Tidak semua orang bisa menjadi istri presiden, bukan?

Demikian berkesan dan banyak pengalaman yang awalnya hanya dibagikan kepada anak-anaknya, kini dia ingin agar rakyat Indonesia tahu.

“Saya ceritakan pengalaman kepada Agus, Ibas, Annisa dan Aliya. Mereka antusias mendengarkan cerita saya. Mengapa tidak pengalaman langka saya bagikan pada rakyat Indonesia?” katanya.

Buku ini sangat tebal, yaitu lebih dari 500 halaman. Namun, si Ibu mengklaim sekalipun tebal buku ini tidak membosankan. Karena buku ini berisi foto-foto. “Meski cukup tebal tidak membosankan untuk dibaca, selain bahasa enak, cerita menarik dan penuh dokumentasi,” katanya berpromosi.

Sementara, bagaimana dengan si Bapak? Seperti biasa, si Bapak bicara datar. Menurutnya, buku ini bagus untuk dibagikan (eh, dibagikan?) karena berisi perjalanan hati selama mendampinginya.

Sampai di sini, saya kembali ke Saya Siraishi. Menurut Saya, konsep keluarga pada zaman Orde Baru tidak sekadar keluarga inti. Dia sebuah konstruksi ideologi politik. Ideologi ini menawarkan perlindungan untuk “mengatasi ketidakberdayaan dan rasa takut”.

Tentu konsep ideologi keluarga itu sudah luntur bersama ambruknya Orde Baru. Namun, di tingkat keluarga Yudhoyono konsep itu tetap hidup dengan kuat. Bapak menjadi pelindung. Ibu mengikuti dengan “perjalanan hati.” Dan anak-anak menjadi penurut mengikuti apa yang dikehendaki orangtua dan percaya bahwa itulah yang terbaik untuknya.

Ideologi keluarga semacam inilah yang ditampilkan sepenuh-penuhnya kepada rakyat Indonesia. Namun, imaji ini tidak bisa sekuat pada zaman Orde Baru karena keluarga Yudhoyono tidak memiliki mesin yang memaksakannya.

Tidaklah begitu mengherankan ketika ideologi ini ditampilkan tanpa kekuatan otoritariannya, yang tampak adalah narsisme tingkat galaktik; yakni narsisme dalam tingkat yang setinggi-tingginya. Itulah “perjalanan hati” yang sesungguh-sungguhnya.

Made Supriatma
Peneliti masalah sosial dan politik.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Albino: Mistik dan Ide Kuno

Pada tahun 2018, National Geographic mengeluarkan laporan yang menyuarakan adanya sikap diskriminasi terhadap Albinisme. Sejatinya, Albino merupakan sebutan kepada orang-orang yang memiliki perbedaan genetik...

Mudik: Tradisi Nasional Indonesia

Aktivitas masyarakat di Indonesia yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan selain menjalankan puasa adalah melakukan perjalanan mudik dan kemudian berlebaran di kampung halaman. Puasa...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.