OUR NETWORK
Jumat, Mei 27, 2022

Kanan Tak Selalu “Kanan”?

Politik dewasa ini memang tak lazim membicarakan spektrum atau bahkan ideologi yang dianut. Tetapi, melihat gestur di negara mana pun, ini mungkin kembali menyita banyak khalayak, entah ini baik atau buruk.

Memang, kaitan ideologi dengan gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangatlah lekat. Tak jarang kita melihat beberapa negara memiliki beberapa perbedaan. Entah dari platform partai, ataupun memang caranya seperti itu, tapi apakah pernah membayangkan bagaimana spektrum ideologi bisa terikat ke dalam platform partai?.

Sayap kiri memang sangat lekat dengan Marxisme, lalu turunan itu ada Komunisme, Sosialisme, dll. Kiri dikenal memang sebagai antitesis dari sayap kanan yang tentunya banyak sekali perbedaan pandangan di antaranya. Kiri menggambarkan bahwa Kanan adalah salah, begitu sebaliknya.

Sayap kanan memang tengah naik ke permukaan di dekade terakhir, fenomena di India, bahkan Amerika Serikat dan Inggris, sangat lekat dari adanya sayap kanan. Sayap kanan biasanya identik dengan populisme, entah itu etnis, agama, ras, dan segala sesuatu yang menyangkut identitas.

Di India misalnya, pemerintahan Modi yang mulai pada tahun 2014 itu dikenal sangat Nasionalis memang karena mayoritas Hindu, Modi sangat membawa narasi Hindu ke dalam pemerintahannya tentunya dengan pertimbangan sejarah yang panjang. Di Amerika Serikat, Trump membangun narasi nasionalisme yang sama, term American First atau MAGA jadi trademark Trump dalam kampanyenya.

Sementara, di Inggris melihat Brexit atau keluar dari EU adalah sebuah jalan nasional mereka. Beberapa di atas merupakan contoh bagaimana sayap kanan telah berkembang sejauh ini, platform partai juga menentukan. Bharatiya Janata Party di India, Grand Old Party/Republican di Amerika Serikat, dan Conservative Party/Tory di Inggris.

Lantas apakah ini baik? tentunya banyak pertimbangan di dalamnya, kita juga harus melihat apa yang terjadi di dalam masyarakat. Platform partai atau landasannya juga sangat berpengaruh bagi kebijakan yang dikeluarkan. Dan kebanyakan kebijakan partai yang kanan konservatif sangat melihat ke akar rumput, masalahnya jelas, ketimpangan.

Tetapi, sayap kanan pun juga kurang ramah terhadap minoritas mereka, ini terjadi di beberapa negara. Bukan hal yang lumrah, majoritarianisme membuat seseorang atau kelompok merasa sangat superior di antara yang lainnya.

Perdebatan antara Kanan dan Kiri selalu terjadi sampai kapan pun. Lantas, sisi yang mana yang paling benar?

Facebook Comment

POLIKLITIK

- Advertisement -

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.