Rabu, April 21, 2021

Definisi Agama Radikal

Akrobat Berebut Kursi: Megawati-Prabowo dan Anies-Paloh

Inilah politik. Semua serba cair. Ada wajah politik yang tampil di permukaan, ada juga yang ada di belakang panggung. Mungkin di antara keduanya bisa...

Setelah Kudeta Film Dilan 1991, Mahasiswa Makassar Akan Sweeping Buku La Galigo. Ada Apa?

Makassar, MANDHANINEWS — Setelah Mahasiswa Makassar melakukan penolakan dan kericuhan terkait film Dilan 1991, para mahasiswa ini akan melakukan kudeta terhadap film tersebut di...

Apa Yang Terjadi Selama 7 Hari Internet Papua Digelapkan?

Sejak setahun ini, SAFEnet memiliki Sub Divisi Papua di bawah Divisi Akses Informasi. Tugasnya merintis Papua Damai lewat gerakan nir-kekerasan (non-violence movement) memanfaatkan teknologi...

Setelah KPAI dan Djarum Bersalaman: Siapa Mengeksploitasi Anak?

Berita terbaru yang membuat saya semakin bersemangat, bahkan tulisan ini saya buat tepat pada musim sibuk Latsar CPNS Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, adalah kembali...
Hasanudin Abdurakhman
Penulis dan pekerja profesional.

Dalam sebuah diskusi saya ditanya,”Apa definisi beragama radikal itu?”

Definisi saya adalah beragama dengan menganggap umat lain sebagai saingan, atau bahkan musuh. Baik sekadar bersaing dalam berebut pengikut, berebut pengaruh, juga berebut peran dalam negara. Ditambah, adanya keinginan memaksakan ajaran, kebiasaan, tata cara hidup berdasar ajaran agama kepada pihak lain, memaksakan agar aturan agama menjadi aturan negara yang berlaku juga untuk umat lain.

Beragama seharusnya adalah kebutuhan pribadi. Silakan beragama secara individu maupun kolektif. Apapun yang Anda lakukan, itu untuk Anda, berbasis pada keyakinan Anda. Sadarilah bahwa ada orang lain yang juga punya keyakinan. Anda tak suka kalau dipaksa mengikuti keyakinan orang lain. Demikian pula, orang lain tak suka dipaksa mengikuti keyakinan Anda.

Dalam keyakinan Anda mungkin ada ajaran untuk membuat pihak lain tunduk pada kekuasaan Anda. Atau ada ajaran agar Anda merebut kekuasaan negara, agar agama Anda bisa punya kekuatan untuk mendominasi umat lain.

Ajaran agama Anda mungkin memerlukan fungsi negara dalam menegakkannya. Tapi sadarilah bahwa keadaan sudah berubah. Tak semua yang ada di kitab suci Anda bisa diterapkan sekarang. Kalau diterapkan, akan bertentangan dengan semangat berdirinya NKRI.

Sadarilah bahwa zaman sudah berubah. Ini bukan lagi zaman ketika bangsa-bangsa bebas menggunakan kekuatan senjata untuk menaklukkan pihak lain, dengan memakai agama sebagai motivatornya. Kalau ada ajaran agama yang menyuruh untuk melakukan penaklukan, ajaran itu harus ditinggalkan.

Dalam NKRI ini kita tidak bersaing. Kita bersaudara, saling mendukung dan menguatkan.

Hasanudin Abdurakhman
Penulis dan pekerja profesional.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Kesadaran Komunikasi Antarbudaya di Era Digital

Membangun diskursus mengenai komunikasi antarbudaya (intercultural communication) selalu menjadi hal yang menarik untuk dikaji dan bukan pula fenomena baru. Terlebih,  di tengah pesatnya perkembangan...

Serangan Siber Israel di Pusat Pengembangan Nuklir Iran

Pada 12 April 2021, Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran/Atomic Energy Organization of Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, mengkonfirmasi terjadi ledakan di bagian fasilitas pengayaan...

Tadarus Etika: Konsep, Kerja, dan Tunjang

Allah memperkenankan kita bertemu sekali lagi dengan bulan suci umat Islam, Ramadan 1442 H. Kian tahun kebutuhan manusia akan etika semakin kuat. Integritas melangka:...

ARTIKEL TERPOPULER

Kegiatan Di Bulan Suci Ramadhan Sesuai Pancasila

Indahnya bulan suci ramadhan tahun ini disambut suka cita oleh seluruh umat Islam dari Indonesia, luar negeri dan seluruh dunia setiap tahun. Dari hasil...

Belajar di Sekolah Kembali? Mari Kurangi Kekhawatiran Kita

Pemerintah Indonesia berencana membuka sekolah lagi di bulan Juli 2021. Ini kabar menggembirakan, mengingat bahwa bagi beberapa anak, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar dari...

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.