Jumat, April 23, 2021

Politik Berpijak Akal Sehat

Politik yang Mengayomi

Di tahun politik apa pun bisa terjadi, kebaikan bisa ditutup-tutupi dengan kebohongan, dan iblis bisa menyamar menjadi malaikat demi tercapainya kepentingan kekuasaan. Norma-norma sosial...

Jangan Sampai Dedi Mulyadi Maju di Pilgub Jawa Barat

Judul artikel saya kali ini memang agak seram, ya bolehlah dikatakan “ngeri ngeri sedap”. Ngeri karena situasi dan kondisi yang tergolong bahaya ini justru...

Tamasya Al-Maidah: Teror Politik Berkedok Tamasya Agama

Gerakan Tamasya Al-Maidah adalah politisasi agama Islam yang sesungguhnya. Alih-alih menjadikan al-Qur'an sebuah kalam Allah untuk membangun ketaatan umat dan kebaikan untuk publik, baik...

Anies Baswedan dan Otak Politik Mendulang Suara

Belakangan gambar dan konten pidato calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di markas Front Pembela Islam (FPI) menjadi perbincangan publik, termasuk dan terutama di...

Dunia politik merupakan bidang aktualisasi pengabdian pada negara yang berdimensi banyak dan beragam. Multidimensi politik inilah yang membuat banyak orang sulit atau bahkan gagal memahami konstelasi politik, terutama di Indonesia yang berjalan fluktuatif, belum benar-benar mapan.

Ketidakmapanan politik di Indonesia terutama disebabkan oleh masih banyaknya kalangan yang memasukkan unsur-unsur irasional dalam berpolitik, misalnya dengan melibatkan dukun atau pawang politik. Upaya memenangkan kompetisi di panggung politik dicapai dengan cara-cara yang sulit diterima akal sehat.

Padahal, jika yang bersangkutan benar-benar memenangkan kompetisi, saya yakin kemenangan itu diraih karena memang dia sungguh-sungguh dalam meraih cita-cita politiknya, dengan memenuhi persyaratan-persyaratan yang sesuai dengan apa yang harus dilalui dalam berpolitik. Bukan karena kesaktian dukun atau pawang politik yang ikut bermain untuk memenangkan dirinya.

Contoh lain yang juga sulit diterima akal sehat adalah ketika ada pihak yang mengukur kinerja partai politik hanya semata-mata dari usianya. Mungkin dia lupa bahwa ada partai politik yang justru pencapaian tertingginya diraih pada saat mengikuti pemilu untuk pertama kalinya. Artinya dalam usia yang masih dianggap “hijau” itulah keberhasilan dapat dicapai, dan bukan pada saat dianggap sudah “matang”.

Bahkan, tak perlu disebut apa nama partainya, ada yang semakin matang usianya, justru semakin mengecil perolehan suaranya. Ini membuktikan bahwa usia partai politik tidak ada kaitan langsung dengan kesuksesannya dalam meraih dukungan rakyat.

Perjalanan hidup manusia memberikan kita pelajaran berharga bahwa kualitas hidup seseorang tidak diukur dari panjang pendeknya usia, tapi dari sejauh mana ia bisa memberikan manfaat bagi manusia lainnya. Sejarah membuktikan, banyak tokoh yang namanya harum karena karya-karyanya, atau karena peranan sosialnya, padahal usianya relatif muda.

Partai politik adalah mesin sosial yang digerakkan oleh tenaga dan pikiran manusia. Partai politik yang baik adalah yang diisi oleh orang-orang baik, yang berpikiran baik, memperjuangkan hal-hal yang baik, menjunjung tinggi rasionalitas berpolitik, bukan sebaliknya. Politik yang baik, dengan demikian, adalah yang berpijak pada akal sehat.

Dalam percakapan sehari-hari mengenai politik, kita sering mendengar ungkapan betapa pentingnya menjaga kewarasan berpolitik. Tapi seperti apa aktualisasinya tidak ada penjelasan lebih lanjut. Kewarasan berpolitik hanya menjadi sebatas jargon yang tidak disertai dengan rumusan-rumusan operasional.

Makna kewarasan berpolitik, menurut saya, adalah politik yang berpijak pada akal sehat. Bagaimana operasionalisasinya, bisa ditempuh dengan sejumlah langkah berikut:

Pertama, dengan memperjuangkan apa pun yang dibutuhkan rakyat. Klaim bahwa partai politik berasal dari rakyat dan untuk rakyat harus dibuktikan dengan langkah-langkah konkret. Jika rakyat membutuhkan tempat tinggal yang layak, misalnya, maka partai politik, melalui kader-kadernya yang duduk di lembaga legislatif, wajib memperjuangkan kebutuhan itu dengan mendorong pemerintah—melalui kementerian dan lembaga-lembaga pemerintahan terkait—untuk mewujudkannya.

Kedua, dengan memperkokoh posisi rakyat di hadapan pemerintah. Dalam mesin politik ketatanegaraan, rakyat merupakan komponen yang paling rentan dijadikan korban dalam proses pembangunan. Partai politik bisa eksis dalam suprastruktur politik karena dukungan rakyat. Sebagai imbal balik dari dukungan itu, partai politik harus menjadi agen yang berpihak pada rakyat agar tidak menjadi korban.

Ketiga, dengan berperan aktif mendidik masyarakat untuk bersama-sama membangun negara agar menjadi lebih baik. Negara yang baik adalah yang bebas korupsi, bebas dari ketidakadilan dan diskriminasi. Partai politik yang baik adalah yang ikut bersama-sama masyarakat memberantas korupsi, ketidakadilan, dan diskriminasi.

Keempat, dengan sepenuhnya menggunakan kekuasaan untuk memfungsikan negara sebagai pelindung warganya tanpa kecuali, serta memenuhi hak-hak asasinya. Salah satu eksistensi partai politik adalah pada saat ia berhasil meraih kekuasaan, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif.

Harus digarisbawahi bahwa keberhasilan meraih kekuasaan itu sepenuhnya karena dukungan rakyat. Partai politik yang menjunjung tinggi akal sehat adalah yang memahami betul apa konsekuensi logis dari dukungan rakyat itu. Hubungan simbiosis mutualistis bisa dijadikan asas dalam merealisasikan fungsi negara dalam memenuhi hak-hak rakyat yang berada di wilayah kekuasaannya.

Rakyat adalah bagian yang tak terpisahkan dari negara. Tidak ada negara jika tidak ada rakyat. Logika bernegara seperti ini harus menjadi komitmen dari setiap partai politik. Menurut saya, inilah inti dari makna politik yang berpijak pada akal sehat.

Kolom terkait:

Membangun Partai Politik yang Adil dan Beradab

Mitos Pemilih Rasional di Antara Ahokers, Agusers, dan Aniesers

Politik Jalan Kebajikan

Perilaku Korupsi dan Politik Kebajikan

Menjaga Kewarasan di Era Pasca Kebenaran

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

ARTIKEL TERPOPULER

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Kartini, Tafsir Al-Fatihah, dan Al-Qur’an

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pemikiran Kartini yang hari lahirnya dirayakan bangsa ini. Ia dijadikan sebagai pahlawan penggerak emansipasi perempuan lewat kekuatan...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.