Rabu, April 21, 2021

Buya Bagai Rumah Terbuka

Kapolri Baru dan PR Pemberantasan Terorisme

Setelah teroris bom Thamrin berhasil dilumpuhkan, tak lama kemudian muncul di layar kaca seorang perwira polisi berbicara di depan pers menyampaikan kronologi detail kejadian....

Membangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi persnya mengenai APBN Selasa (22/9/020) menyatakan, Indonesia dipastikan mengalami resesi ekonomi. Ini karena, pada kuartal ketiga, PDB (produk domestik...

Menulis Sejarah Islam dari Pinggiran

Sejumlah umat Islam dan Katolik menyaksikan pertunjukan Tari Sufi pada "Jumpa Hati Perempuan Lintas Agama" di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (9/3). ANTARA FOTO/Aditya...

Pilkada 2015 dan Jaminan Hak Pilih Warga

Hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 semakin dekat. Jika dihitung mundur, tidak lebih dari 2 hari lagi masyarakat di 269 daerah akan...
Avatar
Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Buya Ahmad Syafii Maarif genap 85 tahun. Perjalanan usia yang cukup panjang, alhamdulillah tampak sehat dan segar. Selamat, Buya. Semoga diberi anugerah berkah!

Saya mengenal Buya sejak beliau kembali dari Chicago, tahun 1983. Tahun 1984 waktu itu beliau jadi narasumber seminar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Surabaya dan saya mewakili PP IPM, bersama naik kereta api malam dari Stasiun Tugu, Yogyakarta. Di situlah saya berkesempatan pertama kalinya mengobrol panjang dan dekat dengan beliau. Kagum, tidak tahu jadi merasa dekat.

Setelah itu, melalui IPM dan kemudian Badan Pendidikan Kader di mana saya aktif, sering komunikasi sampai Muktamar ke-40 tahun 1985 yang heboh karena asas tunggal Pancaila berlangsung. Waktu itu Buya Syafii menjadi anggota Majelis Tabligh dengan Ketua Pak Amien Rais. Kami lebih dekat lagi setelah tahun 2000 ketika terpilih 13 anggota PP Muhammadiyah, yang mengantarkan beliau menjadi Ketua dan kemudian saya menjadi Sekretaris.

Buya Syafii sosok yang sederhana, tentu cerdas berilmu dan berwawasan luas, humanis, serta lugas tapi santun. Itulah gambaran singkat tentang sosok Buya dalam kesimpulan saya setelah mengenal beliau yang cukup lama. Kelugasannya lahir dari sikapnya yang terbuka secara tulus. Sikap terbuka apa adanya –autentik meminjam istilah beliau– yang membuat dirinya sangat egaliter dan demokratis. Egaliter  dapat berkomunikasi dengan siapa saja tanpa sekat usia, kedudukan, dan lainnya yang membuatnya setiap orang nyaman tanpa rasa takut tapi tetap hormat kepadanya.

Beliau demokratis antara kata dan tindakan. Buya Syafii, kalau boleh saya katakan adalah satu tokoh bangsa yang langka dalam sikap demokratisnya yang autentik. Maaf tokoh lain boleh ada yang banyak disebut tokoh demokrasi, tetapi belum tentu sikapnya demokratis terhadap pihak lain. Malah tidak sedikit yang otoriter, sekehandaknya, dan tidak mau mendengar kritik atau masukkan dari orang lain.

Buya Syafii berbeda. Beliau bersedia dikritik oleh siapapun, bahkan dihujat dan dihakimi buruk. Buya tetap terbuka tanpa marah dan bersikap posesif atau reaktif berlebihan terhadap kritik. Apalagi rasa dendam. Itulah demokrat apa adanya, aseli. Kelugasannya dalam bersikap atau ketika menyampaikan kritik tidak disertai kalimat-kalimat menyerang, sehingga tidak menyakiti subjek.

Keterbukaannya juga ditunjukkan dalam pemikiran beliau dan berinteraksi dengan siapapun secara inklusif, sehingga radius pergaulannya bersita lintas tanpa batas. Buya sosok pluralis yang sesungguhnya, yang kadang atau sering disalahpahami oleh sementara pihak seperti rumah tanpa pagar.

Kelebihan Buya dalam mengusung interaksi dan pemikiran antariman dan antargolongan disertai ketulusan atau bersikap apa adanya, tanpa banyak retorika dan bumbu-bumbu simbolisme. Apalagi ada unsur politisasi, jauh panggang dari api. Sikap inklusif yang alamiah seperti inilah yang membuat Buya memperoleh trust atau kepercayaan tinggi di masyarakat luas, termasuk di kalangan pemuka agama-agama dan  tokoh bangsa lainnya.

Setiap orang tentu memiliki kelemahan, tiada gading yang tak retak. Bila disimpulkan,  di antara yang menonjol dari Buya Syafii Maarif ialah sikapnya yang egaliter dan demokratis dalam arti yang sebenarnya.

Ibarat rumah, Buya adalah rumah terbuka. Siapa pun dapat melihat dan berinteraksi dengannya secara transparan, tanpa sungkan dan berhiaskan kamuflase!

Avatar
Haedar Nashir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Apa yang Menanti Setelah Animal Symbolicum?

“Alam semesta aslinya tunggal, diam, dan seragam. Hanya tampak luarnya saja yang mengesankan perbedaan atau perubahan”, Zeno dari Elea yang juga diamini Parmenides (Dowden,...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Enigma dalam Bukit Algoritma

Narasi 4.0 telah membawa kita semua ke sebuah era di mana digitalisasi semakin menjamah di segala aspek kehidupan. Hal ini membuat terdorongnya beragam inovasi-inovasi...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

ARTIKEL TERPOPULER

Malam yang Panjang di LBH dan Dendam Imajiner yang Lebih Panjang

Minggu, 17 September 2017. Hari itu, saya kira saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan bersama orang terkasih. Seperti hari-hari Minggu pada wajarnya, romantis...

Memikirkan Ulang Sistem Parlementer

Setelah lima pemilihan umum berjalan demokratis, saatnya kita bicara tentang bagaimana cara memperkuat demokrasi dan melahirkan stabilitas kebijakan dan politik jangka panjang. Inilah saat paling...

Menyambut Bulan Ramadhan dengan Penerapan Nilai-Nilai Pancasila

Bulan suci ramadhan tinggal menghitung hari. Pemerintah akan segera menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1440 H. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia...

Kartini Masa Kini

Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh bangsa Indonesia. Tanggal tersebut merupakan tanggal lahir R.A. Kartini pahlawan yang berjuang untuk emansipasi wanita....

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.