Sabtu, April 24, 2021

Anak Tiri Jokowi itu Bernama Novel Baswedan

Koperasi Pendidikan

Pendidikan merupakan hal penting dan mendasar untuk kemajuan suatu bangsa, menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita setiap negara di dunia. Pendidikan bagian proses...

Wabah, Membela Eksistensi Tuhan di Hadapan Ateisme (Bagian II))

Wabah, Jalan Terang Menuju Ateisme Fenomena Covid-19 menghentak iman banyak kaum beragama! Apakah kepercayaan kepada Allah masih bisa dipertanggungjawabkan di hadapan fakta penderitaan dan ketidakdilan ini?...

Hukuman Kebiri Kimia untuk Pelaku Kejahatan Seksual

Kabar baik di awal tahun ini datang dari Pak Jokowi yang baru saja menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 tahun 2020 yang mengatur tata...

Nawa Cita Jokowi dan Tragedi Ahmadiyah

ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/nz/16. Kami merasa tak memiliki pemerintah. Kami dilarang beribadah. Warga membunuh saudara kami. Pemerintah setengah hati melindungi, membiarkan kami mengungsi (Nayati, Jemaah...
Avatar
Feri Amsari
Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO), Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang.

Nasib baik menghampiri Baiq Nuril. Presiden Joko Widodo bersedia turun tangan menyelamatkannya dari jerat pidana yang menimpanya. Sebagai korban pelecehan seksual yang mengalami kriminalisasi, Nuril patut mendapat keadilan. Rasa keadilan publik menyeruak ketika Presiden menghapuskan pertanggungjawaban pidana Nuril melalui amnesti berdasarkan Pasal 14 Ayat (2) UUD 1945. Dengan langkah-langkah konstitusional, Presiden telah menyelamatkan Nuril.

Respons sama ditunjukan pemerintahan Jokowi dalam kasus drg. Romi di Kabupaten Solok Selatan. Begitu kasus ketimpangan perlakuan terhadap penyandang disabilitas itu mencuat, beberapa menteri Kabinet Jokowi sigap bergerak menyelamatkan hak Romi. Langkah sigap yang sama juga dilakukan Jokowi terhadap korban kerusuhan 21-22 Mei lalu. Presiden segera mereparasi hak-hak konstitusional para pedagang yang mengalami kerugian materiil dalam kerusuhan politik tersebut.

Kesigapan Jokowi patut diacungi jempol. Hadir pada saat yang tepat. Sikap itulah yang dibutuhkan dari seorang kepala negara. Namun, kesan sigap itu hilang jika bicara penuntasan kasus Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disiram air keras hingga mengalami cacat mata. Presiden memang menyadari kasus ini rumit, tapi bukan berarti tidak ada solusinya.

Beberapa langkah Presiden dianggap tidak maksimal, bahkan terkesan sengaja berputar-putar. Meski telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan telah mengumumkan hasilnya, tim bentukan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian itu kabur dalam menentukan siapa dalang penyerangan Novel. Setelah hasil yang kabur itu disampaikan, Presiden malah memberi waktu tambahan untuk mengungkap dalang tak jelas itu.

Hebatnya, jika Presiden memberi batas waktu 3 bulan, tapi kepolisian tetap menghendaki 6 bulan untuk tugas tambahan itu. Lalu, apa yang membuat Presiden kehilangan kesigapan untuk menuntaskan kasus ini? Apa yang menyebabkan Novel diperlakukan laiknya anak tiri?

Persis penyebabnya tentu saya juga tidak mengetahuinya. Tapi, bukan tidak bisa memperkirakannya pelakunya. Misalnya, kasus-kasus yang ditangani Novel bisa menjadi alat penelusuran awal. Anehnya, beberapa kasus besar malah tidak dijadikan titik awal untuk menemukan pelaku. Padahal seluruh hal yang pernah ditangani Novel berpotensi ditemukannya pelaku penyiraman air keras.

Siapa pun pelakunya, Presiden punya kekuatan membongkar kasus ini, menemukan pelaku, dan motif yang melatarbelakanginya. Sebagai atasan dari kepolisian dan kejaksaan, Presiden bahkan dapat membentuk TGPF yang lebih mumpuni dan bebas kepentingan untuk membongkar kasus yang terlalu berat bagi polisi.

Hak Konstitusional Novel

Novel memiliki hak konstitusional yang harus dilindungi Presiden. Pasal 28G Ayat (2) UUD 1945 memberikan perlindungan terhadap setiap orang dari penyiksaan. Bahkan setiap serangan terhadap penyidik KPK merupakan tindak pidana tersendiri dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Seluruh pihak yang terlibat dapat dikenakan pidana tindakan menghalang-halangi proses hukum dalam perkara korupsi dan tentu saja tindak pidana yang diatur dalam KUHP.

Jadi, Novel punya hak konstitusional yang sama dengan Baiq Nuril, drg. Romi, dan korban kerusuhan 21 Mei. Satu-satunya yang membuat Presiden yang sigap itu terkesan lamban bertindak dalam kasus Novel bukan tidak mungkin karena terlibatnya pelaku yang berasal dari “kelas atas” dari struktur masyarakat, yaitu politisi, pebisnis, dan/atau aparat penegak hukum.

Presiden yang memiliki kewenangan powerful itu harus berani tegas terhadap kelas atas yang terlibat. Sebab, rasa keadilan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyidik KPK yang menjadi korban kerakusan tangan-tangan kelas atas. Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, tidak ada hambatan bagi Presiden untuk membongkar misteri ini semua. Sikap tegas Presiden tidak hanya ditunggu publik Tanah Air, tetapi juga pihak luar yang ingin menantikan kepastian hukum dapat ditegakkan dalam pemerintahannya.

Sebagai penyidik KPK, Novel adalah bagian dari Presiden Jokowi. Membiarkan pelaku penyerangan Novel berarti melecehkan pemerintahannya. Jangan sampai perlakuan yang berbeda terhadap kasus Novel menyebabkan Jokowi dituduh menganak-tirikan upaya pemberantasan korupsi.

Kolom terkait

Pak Jokowi, KPK Menjemput Maut

Denny Siregar dan Usaha Merobohkan Independensi KPK

Semangat Novel Baswedan, Mendefinisikan Korupsi (II)

Pak Jokowi, KPK Menjelang Ajal

Awas! Ada Musang Pro Koruptor Di KPK

Avatar
Feri Amsari
Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO), Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Toleransi, Kita Perlu Belajar dari Negeri Tolland

Sebelum mulai mendaratkan jemari diatas keyboard laptop, sejenak terlintas dalam pikiran saya sebuah kutipan yang menarik dari buku yang berjudul “Berjamaah (lagi) walau tak...

Terorisme Lahir dari Watak yang Retak

Salah satu musuh terbesar kemanusiaan adalah terorisme. Ia lahir dari watak retak manusia yang dikendalikan hasrat untuk membunuh. Dalam aksinya yang agresif, teroris tak...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mencari Teman Masa Pandemi? Why Not, Berikut Tipsnya

Sudah Satu Tahun Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia. sekolah-sekolah, kampus, tempat yang bahkan kantor sekalipun harus berkegiatan online. Mahasiswa baru, murid baru dan orang-orang yang baru memulai...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

ARTIKEL TERPOPULER

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Melacak Kesalehan Kultural dan Ikhtiar Keberagaman

“Agama tetap bersifat kemanusiaan, karena bertujuan menuntun manusia mencapai kebahagiaan. Tetapi ia bukanlah kemanusiaan yang berdiri sendiri, melainkan kemanusiaan yang memancar dari Ketuhanan” -Nurcholis Madjid,...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Puasa Menurut Filsuf Muslim

Selama ini ada anggapan umum yang diterima luas, bahwa nasib filsafat Islam telah berakhir di tangan Ibn Rusyd. Filsuf Andalusia yang mencoba melakukan counter...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.