Minggu, Mei 9, 2021

Tiga Kolom “Maut” Setelah Setya Novanto Tersangka

Ini Peran Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

Jakarta, 20/7 - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyebutkan peran mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto dalam proses penganggaran KTP-E. "Dalam...

Mahfud MD Khawatir Proyek Gedung DPR Berakhir Seperti e-KTP

Yogyakarta, 15/8 - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD meminta Presiden Jokowi untuk menolak rencana proyek pembangunan gedung baru dan apartemen anggota DPR. Mahfud khawatir...

Pergub Ahok Sinyal Pemerintah Antikritik

Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pendapat di Muka Umum. Namun, terbitnya pergub tersebut...

Jaringan Intelektual Berkemajuan: Ekonomi Kreatif yg Berkepribadian dalam Kebudayaan

Jakarta - Industri dan ekonomi kreatif Indonesia makin kokoh sebagai penopang ekonomi terpenting di luar migas. Demikian diungkapkan Koordinator Nasional Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB)...
Redaksi
Redaksi

Setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), begitu ramai perbincangan media, juga ramai publik mencerca. Selain mencerca juga ada kolom-kolom yang menarik mengupas soal Setya.

Pertama, kolom “Setya Novanto dan Ketidakabsahan DPR” yang ditulis oleh Iding Rosyidin, Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga penggila sepakbola.

Menurut Iding, DPR kian terdeligitimasikan dengan penetapan elite pimpinannya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Besar kemungkinan anggota-anggotanya yang lain pun, yang sudah disebut-sebut dalam kasus ini, statusnya akan segera menyusul seperti disandang Setya. Maka, Pansus Angket tentu akan semakin sulit untuk melangkah lebih jauh, kecuali mereka ingin terus dihujat publik.

Kedua, kolom “Setelah Setya Novanto Jadi Tersangka” ditulis oleh pengamat hukum dan peneliti di Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Hifdzil Alim.

Alim menilai, selain yang sudah disediakan oleh peraturan perundang-undangan untuk pengamanan aparat penegak hukum dan penegakan hukum itu sendiri, KPK wajib tetap konsisten dalam jalan hukum. Tidak hanya untuk kasus korupsi E-KTP, tetapi juga untuk semua kasus korupsi yang sedang ditangani oleh KPK. Setelah Setya Novanto, KPK harus menetapkan tersangka lainnya dari unsur eksekutif, legislatif, dan korporasi.

Ketiga, kolom yang ditulis Antoni Putra. Antoni adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang dan peneliti di Lembaga Antikorupsi Integritas. Kolomnya yang berjudul, KPK vs Koruptor: Kisah Tom & Jerry di Dunia Nyata dengan cantik “mencubit” DPR.

Dalam satu paragraf kolomnya, Antoni menulis, bila kita belajar dari kisah Tom & Jerry, mustahil DPR akan berhenti menyerang KPK, kecuali memang para koleganya (koruptor, mafia, dan lain sebagainya) tidak lagi terusik oleh KPK.

Dalam kisah Tom & Jerry, tikus akan selalu lebih pintar daripada kucing. Sepintar apa pun kucing berinovasi, tikus akan jauh lebih pintar berinovasi. Demikian tiga kolom “maut” yang barangkali membuat kita berang, geram, atau termenung setelah membacanya. Semoga bermanfaat.

Redaksi
Redaksi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Albino: Mistik dan Ide Kuno

Pada tahun 2018, National Geographic mengeluarkan laporan yang menyuarakan adanya sikap diskriminasi terhadap Albinisme. Sejatinya, Albino merupakan sebutan kepada orang-orang yang memiliki perbedaan genetik...

Mudik: Tradisi Nasional Indonesia

Aktivitas masyarakat di Indonesia yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan selain menjalankan puasa adalah melakukan perjalanan mudik dan kemudian berlebaran di kampung halaman. Puasa...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Idealitas Tata Kelola Perpustakaan

Perpustakaan sebagai pusat informasi menjadi salah satu media yang dituju oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui literatur melalui bahan pustaka tercetak. Meskipun teknologi semakin...

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

ARTIKEL TERPOPULER

Khotbah Idulfitri: Inikah Ramadan Terakhir Kita?

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا Ramadan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan...

Penerapan Asas Itikad Baik dalam Perjanjian Jual Beli Tanah

Jual beli merupakan salah satu perjanjian bernama, jual beli ini adalah perjanjian yang paling banyak dipakai masyarakat baik oleh masyarakat bisnis maupun bukan bisnis....

Negara dan Usaha Pemajuan Kebudayaan

Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang multikultural dengan pusparagam kebudayaannya yang sangat melipah ruah, dari ujung Sabang di Aceh sampai tanah Merauke di Papua...

Beberapa Kesalahan Berpikir Kita

Proses berpikir merupakan salah satu komposisi dari pola aktifitas manusia dalam kehidupan, sekaligus menjadikan nya sebagai prestise seseorang agar terhindar dari segala bentuk keterasingan...

Agility di Pertamina

Membaca berita mengenai pengangkatan direksi Pertamina dengan tagline lebih agile, fokus, dan cepat, menggoda penulis untuk kembali mengulas kebijakan-kebijakan pemerintah dari kacamata agile. Pertama kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.