Kamis, April 22, 2021

Program Jaminan Kesehatan Bermasalah pada Data Peserta

Menko Darmin: Ini Momen yang Tepat untuk Redenomisasi Rupiah

Jakarta, 18/7 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan saat ini merupakan momen yang tepat untuk redenominasi atau penyederhanaan mata uang rupiah. "Sekarang momen...

Buni Yani: Kebencian Publik terhadap Ahok Bukan Karena Unggahan Saya

Bandung, 22/8 - Terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Buni Yani menegaskan bahwa kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama...

DPR Didesak Bentuk Pansus Freeport

Dewan Perwakilan Rakyat perlu memperhatikan pola pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Sebab, pengelolaan yang ada saat ini sudah semakin semrawut, terutama untuk sektor...

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Setya Novanto Mundur

Koalisi masyarakat sipil Publish What You Pay Indonesia mendesak Setya Novanto mundur dari posisinya sebagai Ketua DPR terkait dugaan pelanggaran etika dalam kasus perpanjangan...
Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.

dom-1452763208Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan pelayanan kepada peserta BPJS di Kupang, NTT, Kamis (14/1). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

Direktur MediaLink Mujtaba Hamdi mengatakan, pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2015 masih memiliki persoalan besar, terutama kasus kesalahan data peserta bantuan iuran (PBI). Hal itu terjadi karena penggunaan data lama dan data peserta yang tidak diperbaharui.

“Verifikasi data memang menjadi salah satu masalah utama dalam pelaksanaan program JKN. Jadi, harus ada terobosan dan inovasi sehingga verifikasi bisa bersifat partisipatif dan optimal,” kata Mutjaba di Jakarta, Kamis, (28/1). “Bahkan minimnya pembaharuan data di tingkat desa menyebabkan data yang didapat tak akurat.”

Dia menjelaskan pemerintah masih menggunakan data 2011 sehingga masih ada kelompok tidak mampu belum sepenuhnya dimasukkan. Kemudian, aturan pendataan seharusnya melibatkan partispasi warga, tapi dalam pelaksanaannya di lapangan tidak seindah regulasinya.

“Kenyataan di lapangan ada banyak data lama yang masih masuk. Warga yang meninggal pun masih masuk, karenanya masih banyak masyarakat miskin yang tidak masuk. Data tempat lahir juga banyak yang salah. Pendataan masih kacau-balau,” ujar Mutjaba.

Menurut Mutjaba, kunci persoalan ini adalah sistem validasi dan verifikasi harus lebih terbuka serta diterapkan secara merata di seluruh Indonesia. Kemudian, buat pos pelayanan di berbagai tempat sehingga setiap masalah langsung bisa diketahui dan diselesaikan. Misalnya, masih banyak ditemukan pelayanan bersifat diskriminasi kepada peserta PBI kelas III. Parahnya lagi, ada juga dokter yang tidak mau menerima pasien.

Seperti diketahui, sekitar 1,75 juta peserta JKN dihapus dari daftar peserta PBI karena pemerintah menilai mereka sudah mampu untuk membayar iuran JKN sebagai peserta mandiri atau perorangan.

Koordinator Hukum dan Anggaran Indonesia Budget Center (IBC) Darwanto mengatakan, pemanfaatan dana JKN oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak maksimal selama pendataan dan verifikasi belum diperbaiki.

Menurut dia, alokasi anggaran dari APBN akan sangat tergantung data. Sebab, jika ada aggaran yang ganda untuk perseta PBI, maka anggarannya akan memebesar. Bahkan ada yang sudah meninggal. Jadi, alokasi anggaran belum efektif.

Berdasarkan data Indonesia Budget Center, iuran pemerintah pada BPJS Kesehatan naik menjadi Rp 25,5 triliun pada 2016. Sebelumnya anggaran yang disetor sebesar Rp 19,3 triliun. Kenaikan itu sejalan dengan peningkatan jumlah PBI tahun ini, sekitar 92, juta jiwa. “Iuran ini termasuk dalam dana kesehatan yang dibiayai APBN, yakni sebesar 5% dari anggaran,” kata Darwanto.

Avatar
Reja Hidayat
Reporter GeoTIMES.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Apa yang Menanti Setelah Animal Symbolicum?

“Alam semesta aslinya tunggal, diam, dan seragam. Hanya tampak luarnya saja yang mengesankan perbedaan atau perubahan”, Zeno dari Elea yang juga diamini Parmenides (Dowden,...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

ARTIKEL TERPOPULER

Lobi Lebanon terhadap Rusia Upaya Keluar dari Krisis Ekonomi

Pada 15-16 April 2021, Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri melakukan kunjungan ke Moskow dalam rangka meminta dukungan dan bantuan ekonomi kepada pemerintah Rusia....

Mempertanyakan Wacana Koalisi Partai Islam Oleh PKS dan PPP

Menyatakan bahwa Islam hanya berhubungan dengan kehidupan spiritual, tanpa kita sangkut pautkan sama sekali dengan masyarakat dan negara, mungkin sama jauhnya dari kenyataan dengan...

Kartini, Tafsir Al-Fatihah, dan Al-Qur’an

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pemikiran Kartini yang hari lahirnya dirayakan bangsa ini. Ia dijadikan sebagai pahlawan penggerak emansipasi perempuan lewat kekuatan...

Teror Lone Wolf: Siapa Bertanggung Jawab?

Dalam kurun 1 minggu, Indonesia dihentakkan oleh serangkaian teror brutal yang menyasar agama dan institusi negara. Minggu 28 Maret 2021, serangan bom bunuh diri...

Kado Ulang Tahun ke-46, Taman Mini Mau Dibawa Kemana?

20 April 2021 merupakan hari ulang tahun ke-46 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Momentum ulang tahun yang biasanya dirayakan secara meriah dan dikemas...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.