Rabu, Juni 16, 2021

Menteri Enggartiasto Imbau Pusat Perbelanjaan untuk Berinovasi

Peringkat Ganjar Pranowo Tertinggi Jadi Calon Presiden 2024

Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Ganjar Pranowo adalah tokoh dengan tingkat peluang terpilih tertinggi saat ini untuk menjadi kandidat Presiden...

Sah, Presiden Jokowi Tandatangani RUU Pemilu

  Jakarta, 21/8 - Presiden Joko Widodo telah menandatangani Undang-Undang Nomor 7 tentang Pemilu pada 16 Agustus lalu. Kabar soal penandatanganan tersebut disampaikan langsung oleh Johan...

Proyek Kereta Gantung Harus Ada Persetujuan Warga Bandung

Koalisi Anti Utang menhimbau Wali Kota Bandung Ridwan Kamil alias Emil untuk meminta persetujuan masyarakat Bandung ihwal rencana pembangunan kereta gantung dengan dana utang...

Anak Indonesia Sampaikan 10 Permintaan ke Presiden

Pekanbaru, 23/7 - Perwakilan Forum Anak Nasional (FAN) menyampaikan 10 permintaan di hadapan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam peringatan...

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berbincang dengan pedagang saat kunjungan di Pasar Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (20/6). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/ama/17.

Jakarta, 17/7 – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pusat perbelanjaan seperti mal dan supermarket perlu berinovasi agar tetap bertahan di tengah meningkatnya penjualan secara daring (online).

“Catatannya adalah perlu inovasi dari pemilik pusat belanja itu sendiri. Kita lihat beberapa pusat belanja di Indonesia yang baru ada beberapa perubahan mengenai perpaduan tenant-nya. Perpaduan antara foodcourt-nya dimana, sinemanya dimana, ada percampuran yang dilakukan,” kata Enggar usai konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin.

Enggar mengatakan industri pasar ritel dengan toko fisik masih bisa tumbuh karena masih adanya selera pasar yang ingin membeli barang dengan melihat bentuk fisiknya terlebih dahulu.

Menurut dia, penjualan melalui pasar daring online shop yang disebut meningkat sekitar 25 sampai 50 persen terebut memang tidak dapat dibendung.

Di sisi lain, Enggar melihat di beberapa kota besar, seperti Jakarta, penurunan penjualan pasar ritel tidak terlalu tajam. Hal itu ditopang dengan menjamurnya pasar ritel yang menyediakan tempat untuk sekadar bersantai hang out.

“Penurunan penjualan tidak terlalu tajam seperti di Jakarta karena mereka membutuhkan tempat hang out. Nanti kita akan evaluasi dan analisa jenis pasar apa saja yang menurun itu,” kata Enggar.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan meski pasar online dinilai semakin berkembang, aktivitas penjualannya belum mampu menggerus pasar ritel yang memiliki toko fisik.

“Pasar online memang kita akui sudah bagian dari generasi muda, tetapi beberapa peritel sudah ikut go online untuk memperdagangkan barangnya lewat internet. Ini merupakan suatu keniscayaan yang harus berubah dan diikuti,” kata Roy.

Ia menjelaskan penurunan penjualan pasar ritel pada 2017 belum signifikan, yakni berkisar di bawah 2 persen dengan proyeksi pertumbuhan minimal 9 persen seperti tahun lalu.

(Sumber: Antara)

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Koperasi, Keadilan Ekonomi, Pancasila

Setiap negara pada hakikatnya menganut sebuah ideologi yang menjadi dasar bagi bangsanya dalam kehidupan bernegara. Seandainya suatu negara tidak memiliki sebuah ideologi yang dianut,...

Karya, Nama, Media: Tentang Kehebohan A.S. Laksana

Tahun 2001 saya bertemu dengan seorang pelukis dari negeri Tiongkok yang namanya belum terlalu tenar. Karya-karyanya dapat digolongkan sebagai lukisan realistik, dalam arti mengambil...

Distribusi Resiko untuk Keadilan Iklim

Saat ini, daya dukung lingkungan hidup mengalami keterbatasan di tengah kondisi iklim yang menyebabkan peningkatan potensi dan intensitas kejadian bencana. Indonesia merupakan salah satu...

Tiga Tahun Zonasi, Sudahkah Memberi Solusi?

Sistem zonasi dalam perekrutan peserta didik baru untuk semua jenjang telah berlangsung selama tiga tahun. Dan jika untuk tahun ajaran baru kelak sistem ini...

Kepalsuan Gelar Duta

Salah satu karakteristik dari masyarakat modern yang paling menonjol adalah keinginannya untuk memperoleh nilai prestise. Tentu saja, keinginan tersebut bukan hal yang berlebihan. Saat...

ARTIKEL TERPOPULER