Sabtu, November 29, 2025

Krisis Diskursus Publik: Membaca Ulang Retorika Aristoteles

Abdillah I'mal Khoiron Fathkhullathif
Abdillah I'mal Khoiron Fathkhullathif
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam.
- Advertisement -

Tulisan ini mengkaji krisis yang melanda diskursus publik Indonesia dengan menerapkan kerangka filsafat retorika Aristoteles, khususnya menelaah relevansi triad ethos-pathos-logos dalam konteks literasi digital masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis filosofis melalui pendekatan kualitatif terhadap data terkini mengenai dinamika literasi digital dan persebaran hoaks di Indonesia.

Faktanya, ruang publik Indonesia tengah menghadapi ujian yang serius. Data dari Kominfo tahun 2024 mencatat sebanyak 800.000 situs hoaks yang telah diblokir, sementara survei MASTEL mengungkap bahwa 87,5% masyarakat pernah terpapar oleh hoaks politik. Fenomena ini tidak dapat dipisahkan dari degradasi kualitas retorika yang terjadi di ruang publik. Lebih lanjut, surveil UNDP tahun 2023 yang menunjukkan indeks literasi digital Indonesia sebesar 3,54 dalam skala 5 semakin mengukuhkan urgensi penanganan masalah ini secara komprehensif.

Berdasarkan Aristoteles dalam “On Rhetoric”, retorika yang sehat harus memperhatikan tiga unsur fundamental, yaitu ethos (kredibilitas pembicara), pathos (daya emosional), dan logos (landasan logika). Dalam konteks kekinian, ketiga unsur ini dapat ditafsirkan secara lebih kontekstual.

Ethos tidak lagi sekadar dibangun melalui gelar akademik, melainkan juga melalui kredibilitas digital dan konsistensi rekam jejak argumentasi seseorang. Pathos berperan sebagai jembatan yang menghubungkan data abstrak dengan pengalaman manusia yang nyata, yang disampaikan dengan empati namun tetap menjaga objektivitas. Sementara itu, logos menuntut adanya basis data yang valid serta metodologi yang transparan, sehingga setiap klaim dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

Namun, yang sering terjadi di media sosial Indonesia adalah ketidakseimbangan dalam penerapan triad retorika tersebut. Pathos cenderung mendominasi percakapan, sementara logos sering terabaikan, dan ethos banyak dipertanyakan integritasnya. Temuan ini diperkuat oleh penelitian terbaru (2024) mengenai echo chamber effect, yang mengungkap bahwa algoritma media sosial justru memperkuat bias konfirmasi dan mengikis potensi dialog rasional antarberbagai kelompok yang berbeda pandangan.

Sebagaimana ditekankan dalam buku “Filsafat Ilmu Logika” (Gunadarma, 2024), logika berperan sebagai fondasi pengetahuan yang kokoh. Konsep-konsep seperti silogisme dan fallacy dalam logika Aristotelian menjadi alat kritik yang esensial untuk menganalisis argumentasi publik. Retorika tanpa dukungan logika ibarat bangunan megah tanpa fondasi yang kuat mungkin tampak meyakinkan untuk sementara, namun pada akhirnya rapuh dalam jangka panjang.

Sebagai contoh kontekstual, dalam diskursus energi terbarukan di Indonesia, dapat diamati ketimpangan dalam penerapan triad retorika. Banyak argumentasi yang lebih mengandalkan daya emosional (pathos), seperti membangkitkan kekhawatiran terhadap perubahan iklim, tanpa diimbangi dengan kelogisan (logos) yang memadai berupa data teknis dan ekonomis tentang implementasi energi terbarukan. Di sisi lain, argumentasi penolakan justru sering mengabaikan ethos dengan lebih banyak menyerang karakter individu daripada substansi gagasan.

Solusi yang ditawarkan melalui pendekatan filsafat adalah mengembalikan retorika pada spirit philosophia sebagai cinta akan kebijaksanaan. Retorika semestinya diposisikan sebagai sarana untuk mencapai kebenaran, bukan sekadar alat untuk memenangkan perdebatan. Untuk itu, pendidikan literasi digital perlu memasukkan unsur-unsur logika dan retorika klasik agar masyarakat mampu membedakan antara retorika yang mendidik dan retorika yang menyesatkan.

Abdillah I'mal Khoiron Fathkhullathif
Abdillah I'mal Khoiron Fathkhullathif
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam.
Facebook Comment
- Advertisement -

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.